MUKOMUKO, FAKTABENGKULU.COM – Kabar baik bagi sektor peternakan di Kabupaten Mukomuko. Dinas Pertanian (Distan) setempat memastikan bahwa hingga pertengahan tahun 2026, daerah ini bersih dari penularan wabah penyakit hewan ternak yang kerap menghantui para peternak.
Penyakit-penyakit berisiko tinggi seperti Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), Jembrana, hingga Septicaemia Epizootica (SE) atau yang akrab dikenal warga sebagai penyakit ngorok, sejauh ini nihil laporan.
Kepala Dinas Pertanian Mukomuko, Hari Mustaman, SP, MP, melalui Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan, drh. Diana Nurwahyuni, mengungkapkan bahwa kondisi hijau ini membuktikan sistem pertahanan dan kesehatan hewan di Mukomuko berjalan optimal.
“Alhamdulillah, sepanjang tahun 2026 ini belum ada satu pun laporan kasus hewan ternak yang terjangkit wabah. Kondisinya sangat aman dan terkendali,” ujar Diana saat dihubungi pada Senin (29/6/2026).
Peternak Mulai Sadar Pentingnya Vaksinasi Rutin
Salah satu faktor terbesar di balik suksesnya Mukomuko mempertahankan status bebas wabah ini adalah melonjaknya kesadaran masyarakat. Jika dulu petugas harus ekstra keras membujuk warga, kini para peternak justru proaktif melakukan vaksinasi secara rutin.
Perubahan perilaku penolak menjadi pencari vaksin ini didorong oleh edukasi yang konsisten dari tim lapangan.
“Saat ini masyarakat sudah mulai sadar dan rutin memvaksinasi hewan ternak mereka. Sinergi seperti inilah yang kita butuhkan agar sektor peternakan terus tumbuh menjadi motor ekonomi warga,” tambah Diana.
Gerak Cepat Antisipasi di Lapangan
Meski saat ini Mukomuko berada di zona aman, Distan tidak ingin lengah. Pengawasan lalu lintas hewan dan pemantauan kondisi fisik ternak di lapangan tetap diperketat secara intensif.
Pihak dinas telah menyiapkan protokol penanganan cepat (quick response) jika sewaktu-waktu ditemukan indikasi klinis di tengah masyarakat. Begitu ada laporan ternak bergejala sakit, petugas medis akan langsung diterjunkan untuk memberikan pengobatan terisolasi serta booster vaksin di sekitar wilayah penemuan guna memutus rantai penularan sejak dini.
Pemerintah Kabupaten Mukomuko menegaskan komitmennya untuk terus memberikan pendampingan penuh dan perlindungan bagi para peternak demi menjaga stabilitas ekonomi daerah dari ancaman kerugian massal akibat penyakit hewan.
(ABD)
















