SELUMA, FAKTABENGKULU.COM – Mengabdi di tengah masyarakat tidak sekadar menjalankan program kerja, tetapi juga menjadi jembatan aspirasi. Hal inilah yang dibuktikan oleh jajaran mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Periode 108 Universitas Bengkulu (UNIB).
Pada Senin (29/6/2026), Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Universitas Bengkulu Melakukan forum audiensi resmi bersama Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Seluma, Hendri Satrio, di Ruang Rapat DPRD Seluma alhamdulillah diterima dengan sangat baik.
Kegiatan ini diinisiasi oleh Kelompok KKN 12 Desa Kayu Arang (Kecamatan Sukaraja), dengan menggandeng Kelompok KKN 29 Desa Lunjuk (Kecamatan Seluma Barat) serta Kelompok KKN 41 Desa Sengkuang (Kecamatan Seluma Selatan). Panggung parlemen ini dimanfaatkan mahasiswa untuk menyuarakan berbagai potret dan problematika desa yang mereka himpun selama masa pengabdian.
Melek Politik dan Fungsi Pengawasan DPRD
Dalam sambutannya, Ketua Komisi I DPRD Seluma, Hendri Satrio, memberikan apresiasi tinggi terhadap kepekaan kritis para mahasiswa. Ia mengingatkan pentingnya mahasiswa memahami sistem ketatanegaraan, terutama dalam struktur Trias Politika yang memisahkan kekuasaan Eksekutif, Legislatif, dan Yudikatif.
“Komisi I ini fokus menjalankan fungsi legislasi dan pengawasan, termasuk di dalamnya pemerintahan otonomi daerah yang mencakup tata kelola pemerintahan umum di tingkat kecamatan hingga desa. Karena itu, ruang diskusi seperti ini sangat tepat,” ujar Hendri.
Hendri juga menepis anggapan skeptis sebagian mahasiswa yang kerap melihat ruang parlemen hanya sebagai instrumen politik praktis. Ia menekankan bahwa ruang audiensi ini murni demi kemaslahatan masyarakat desa.
“Audiensi ini sama sekali bukan untuk kepentingan pribadi. Saya mengerti sebagian mahasiswa mungkin masih menilai ruang diskusi seperti ini menjadi alat politik. Namun, tak bisa dipungkiri bahwasanya mahasiswa harus melek politik. Hal yang paling berbahaya di era sekarang adalah buta politik,” tegasnya.
Realisasi Tri Dharma Perguruan Tinggi di Bumi Serasan Seijoan
Kehadiran mahasiswa UNIB di Kabupaten Seluma dinilai sebagai langkah nyata dalam mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya poin pengabdian kepada masyarakat. Sembari mencairkan suasana rapat, Hendri sempat melempar seloroh hangat kepada para peserta audiensi.
“Kami tentu sangat senang rekan-rekan mahasiswa Ditempatkan pengabdian di wilayah Kabupaten Seluma. Kalau tidak ada program KKN ini, mungkin kalian belum sampai singgah ke di sini,” celetuk Hendri disambut tawa hangat para mahasiswa.
Di hadapan para mahasiswa, ia berpesan agar program kerja yang dirancang tidak terjebak pada rutinitas formalitas. Mahasiswa dituntut untuk menghadirkan solusi yang nyata dan berkelanjutan bagi desa tempat mereka mengabdi.
“Mahasiswa harus bergerak untuk berdampak. Lakukan inovasi dari program kerja yang ada. Jangan hanya sekadar menggugurkan kewajiban kuliah, tetapi tinggalkan jejak perubahan yang positif dan memberikan Kebermanfaatan yang luas bagi masyarakat yang disinggahi” imbuhnya.
Catatan Masalah Desa: Dari Sampah hingga Literasi
Selama forum diskusi interaktif berlangsung, masing-masing kelompok KKN memaparkan potret empiris hasil interaksi langsung dengan warga desa. Beberapa isu krusial yang berhasil diidentifikasi dan disodorkan kepada DPRD meliputi:
- Pengelolaan Sampah: Masalah sanitasi dan sistem pembuangan yang belum terintegrasi di tingkat desa.
- Pelayanan Publik: Urgensi peningkatan kualitas pelayanan birokrasi bagi masyarakat desa.
- Pemberdayaan & Potensi Lokal: Strategi pengembangan ekonomi kreatif berbasis potensi riil desa.
- Fokus Literasi: Kebutuhan penguatan sarana dan minat baca untuk mengatasi ketimpangan akses informasi di daerah.
Menanggapi laporan tersebut, Hendri menegaskan bahwa DPRD Seluma siap menjadi mitra diskusi strategis bagi mahasiswa untuk memetakan jalan keluar dari persoalan-persoalan tersebut.
Sinergi untuk Pembangunan Desa yang Partisipatif
Bagi para mahasiswa, ruang dialektika bersama wakil rakyat ini memberikan perspektif baru dalam melihat ruang lingkup pemecahan masalah daerah. Koordinator Desa (Kordes) KKN UNIB, Abdurahman Saleh, menyampaikan rasa terima kasihnya atas sambutan terbuka dari legislatif.
“Ini pengalaman yang luar biasa bagi kami selama melaksanakan KKN di Kabupaten Seluma. Melalui audiensi ini, kami bisa menyampaikan langsung temuan masalah di lapangan kepada pemerintah daerah, sehingga program kerja kami mendapat dorongan dan bantuan nyata,” kata Abdurahman.
Lanjut Kordes Menyampaikan Kesan Dan Pesan.
“Terima kasih Bang Hendri selaku Ketua Komisi I DPRD Seluma atas kesempatan ruang diskusi, ilmu serta pengalaman baru yang kami dapatkan di sini. Kami sangat mengapresiasi DPRD Kabupaten Seluma sangat terbuka dalam menerima aspirasi Rekan Rekan mahasiswa, Terakhir Di berikan oleh oleh dan bantuan penunjang Program Kerja Kami kedepan”.
Melalui audiensi ini, diharapkan sinergi antara DPRD Kabupaten Seluma dan akademisi Universitas Bengkulu terus berjalan harmonis. Data serta aspirasi yang disampaikan mahasiswa tidak hanya berakhir di meja rapat, melainkan diakomodasi sebagai bahan evaluasi kebijakan demi mewujudkan pembangunan desa di Seluma yang lebih responsif, maju, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
(ABD)













