Menu

Mode Gelap
Keterbatasan Dana Desa Bukan Hambatan, Petani Semidang Lagan Swadaya Cor Jalan Produksi Aturan Baru BBM Subsidi Bikin Nelayan Bengkulu Mogok Melaut, DKP Gelar Rembuk Fokus  Pasca Perkelahian Maut Pelajar di Pasar Manna, Pengurus RT Siap Hidupkan Lagi Pos Kamling Antisipasi Kerusakan Jalan, Pemprov Minta Pengusaha Batu Bara di Bumi Merah Putih Patuhi Batas Tonase Gebyar Semarak Merah Putih 2026: Pemprov Bengkulu Gelar Pasar Murah dan Job Fair 10 Hari Beruntun Komitmen Berantas Narkoba di Bumi Merah Putih, Polresta Bengkulu Musnahkan Puluhan Gram Sabu dan Ringkus 4 Tersangka

Ekonomi

DPRD Kota Bengkulu Sebut Perumdam Rugi Miliaran Rupiah, Kepala Kejari Bengkulu : Kita Akan Cek !

badge-check

DPRD Kota Bengkulu Sebut Perumdam Rugi Miliaran Rupiah, Kepala Kejari Bengkulu : Kita Akan Cek ! Perbesar

Kota Bengkulu – Permasalahan di tubuh Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Hidayah Kota Bengkulu terus menjadi perbincangan hangat ditengah masyarakat. Mulai dari pelayanan publik yang kurang maksimal sampai dengan kerugian yang melanda perusahaan daerah tersebut.

Usulan ganti Direktur Utama pun telah dilayangkan oleh DPRD Kota Bengkulu. Diantaranya dari Kusmito Gunawan Anggota DPRD Kota Bengkulu yang juga Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN).

Kerugian ini disinyalir karena membengkaknya anggaran untuk gaji pegawai di lingkungan Perumdam Tirta Hidayah yang diduga tidak sesuai dengan rumusan antara jumlah pelanggan dengan jumlah karyawan. Sehingga membludaknya jumlah karyawan di Perumdam ini menjadi tanda tanya besar. Sehingga publik mempertanyakan proses rekruitmen pegawai PDAM ini yang sudah tidak lagi proporsional.

“Jumlah pegawai di Perumdam lebih dari 300 orang, idealnya adalah sekitar 200 an orang. Jumlah pegawai idealnya adalah 6 pegawai untuk 1.000 pelanggan, sementara jumlah pelanggan Perumdam Tirta Hidayah saat ini sekitar 41 ribu. Artinya jumlah pegawai sudah jauh dari kebutuhan”, tegas Kusmito.

Poin paling penting juga menurut Kusmito adalah saat ini Perumdam Tirta Hidayah mencatat kerugian, yakni sebesar 3 Miliar. Padahal perumdam Tirta Hidayah ini menjadi satu-satunya perusahaan yang menyuplai air di kota Bengkulu ini. Dalam hukum bisnis hal ini menjadi tidak masuk akal, kecuali memang ada kebocoran didalam pelaksanaanya.

“Bagaimana mau bicara soal keuntungan, kalau kondisinya saat ini merugi”, ucap Kusmito.

Disisi lain, Kepala Kejari Bengkulu yang beberapa waktu lalu memperoleh penghargaan sebagai Satuan Kerja Terbaik Dalam Hal Pemantauan dan Evaluasi Kinerja Penyelenggaraan Pelayanan Publik (PEKPP) se-Indonesia, ikut menanggapi terkait permasalahan yang ada di tubuh Perumdam Tirta Hidayah.

Kepala Kejari Bengkulu, Dr. Ni Wayan Sinaryati, S.H., M.H mengatakan kepada awak media faktabengkulu.com bahwa Kejari Bengkulu akan mengkroscek kerugian yang dialami Perumdam Tirta Hidayah adakah unsur kerugian keuangan negara dalam kasus ini.

“Kita cek ya pak,” tegas Kepala Kejari Bengkulu.

 

(DSR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Keterbatasan Dana Desa Bukan Hambatan, Petani Semidang Lagan Swadaya Cor Jalan Produksi

9 Juli 2026 - 18:20 WIB

Aturan Baru BBM Subsidi Bikin Nelayan Bengkulu Mogok Melaut, DKP Gelar Rembuk Fokus 

9 Juli 2026 - 18:05 WIB

Antisipasi Kerusakan Jalan, Pemprov Minta Pengusaha Batu Bara di Bumi Merah Putih Patuhi Batas Tonase

8 Juli 2026 - 18:33 WIB

Gebyar Semarak Merah Putih 2026: Pemprov Bengkulu Gelar Pasar Murah dan Job Fair 10 Hari Beruntun

8 Juli 2026 - 18:28 WIB

Cegah Stunting Sejak Dini, Pemkot Kampanyekan Gerakan Makan Ikan Segar untuk Keluarga Berisiko  

7 Juli 2026 - 18:43 WIB

Trending di Ekonomi