Menu

Mode Gelap
Keterbatasan Dana Desa Bukan Hambatan, Petani Semidang Lagan Swadaya Cor Jalan Produksi Aturan Baru BBM Subsidi Bikin Nelayan Bengkulu Mogok Melaut, DKP Gelar Rembuk Fokus  Pasca Perkelahian Maut Pelajar di Pasar Manna, Pengurus RT Siap Hidupkan Lagi Pos Kamling Antisipasi Kerusakan Jalan, Pemprov Minta Pengusaha Batu Bara di Bumi Merah Putih Patuhi Batas Tonase Gebyar Semarak Merah Putih 2026: Pemprov Bengkulu Gelar Pasar Murah dan Job Fair 10 Hari Beruntun Komitmen Berantas Narkoba di Bumi Merah Putih, Polresta Bengkulu Musnahkan Puluhan Gram Sabu dan Ringkus 4 Tersangka

Hukum

Air Terlalu Sering Mati, Warga Keluhkan Kinerja PDAM Kota Bengkulu

badge-check

Air Terlalu Sering Mati, Warga Keluhkan Kinerja PDAM Kota Bengkulu Perbesar

Kota Bengkulu – Masyarakat Kota Bengkulu kembali mengeluhkan air PDAM sering mati. Sehingga menyebabkan banyaknya warga yang mengalami kesulitan dalam memenuhi kebutuhan air sehari-hari akibat gangguan pasokan air yang tidak stabil.

Kondisi ini sangat berdampak bagi masyarakat, terutama dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Banyak warga yang mencari sumber air alternatif untuk memenuhi kebutuhan mereka, seperti membeli air dari penjual air dan bahkan mereka mengungsi untuk mencari air.

Kejadian ini membuat masyarakat Kota Bengkulu geram dan kesal sehingga Mereka berbondong-bondong melakukan aksi protes dikolom komentar intstagram “akun tirta_hidayah” medsos milik PDAM Kota Bengkulu itu. Bahkan salah satu akun warga meminta agar APH memeriksa manajemen PDAM ini.

“Kajari periksa PDAM, setuju karena air sering mati”, ujar akun @yayanzeuta

Adapun masyarakat yang sudah sangat kesal dengan bobroknya manajemen PDAM ini warga menanyakan kapan Dirut PDAM diganti baru.

“Gubernur udah baru, Walikota udah baru, Dirut PDAM kapan diganti baru??,”tulis akun @ayuaninda27.

Adapun laporan dari masyarakat Kota Bengkulu bahwa air PDAM ini sudah hampir sebulanan ini sering mengalami mati. Sehingga Mereka sudah melakukan berbagai upaya dalam melaporkan kejadian ini kepada pihak PDAM. Akan tetapi pihak PDAM tidak merespon dengan baik. Seperti halnya nomor layanan pengaduanpun tidak merespon saat kami coba hubungi. Lalu kemanalagi masyarakat harus mengadu.

Selain itu juga, diduga karena tak tahan terhadap kritik pedas dari masyarakat, akun resmi instagram @tirta_hidayah mematikan kolom komentar. Sehingga publik tak lagi dapat menyampaikan keluh kesahnya.

Sehingga membuat tim faktabengkulu.com juga menelurusi ulasan di pencarian google tentang Tirta Hidayah Kota Bengkulu, ternyata ratingnya sangat rendah yakni hanya 2,2. Selain itu komentar di ulasan google nya juga hampir rata-rata hujatan dari netizen.

Mardiana, warga kelurahan Sukarami berharap agar persoalan ini mendapatkan atensi khusus dari Walikota Bengkulu, sehingga pelayanan PDAM Tirta Hidayah kedepan menjadi semakin membaik.

“Kami berharap bapak walikota mendengarkan keluh kesah kami, pembayaran rutin setiap bulan tidak pernah nunggak, tapi airnya sering mati. Kami minta evalusi menyeluruh agar pelayanan bisa semakin membaik,” tutupnya.

Saat dimintai konfirmasi terkait polemik ini via Whatsapp, sampai berita ini ditayangkan redaksi belum mendapat respon dari Direktur PDAM Kota Bengkulu. Bahkan pesan yang dikirim redaksi hanya ceklis 1 alias nomor Whatsapp Direktur tidak aktif.

 

(WZ)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Keterbatasan Dana Desa Bukan Hambatan, Petani Semidang Lagan Swadaya Cor Jalan Produksi

9 Juli 2026 - 18:20 WIB

Aturan Baru BBM Subsidi Bikin Nelayan Bengkulu Mogok Melaut, DKP Gelar Rembuk Fokus 

9 Juli 2026 - 18:05 WIB

Antisipasi Kerusakan Jalan, Pemprov Minta Pengusaha Batu Bara di Bumi Merah Putih Patuhi Batas Tonase

8 Juli 2026 - 18:33 WIB

Komitmen Berantas Narkoba di Bumi Merah Putih, Polresta Bengkulu Musnahkan Puluhan Gram Sabu dan Ringkus 4 Tersangka

8 Juli 2026 - 18:21 WIB

Cegah Stunting Sejak Dini, Pemkot Kampanyekan Gerakan Makan Ikan Segar untuk Keluarga Berisiko  

7 Juli 2026 - 18:43 WIB

Trending di Ekonomi