KOTA MANNA, FaktaBengkulu.com – Peristiwa berdarah yang merenggut nyawa seorang pelajar di kawasan Jalan Letnan Jahidin, Sudut Lupis, Kecamatan Pasar Manna, Kabupaten Bengkulu Selatan pada Rabu malam (8/7/2026) menyisakan duka mendalam sekaligus alarm keras bagi keamanan lingkungan.
Menyikapi tragedi tersebut, pihak rukun tetangga (RT) setempat bergerak cepat dan berencana memprioritaskan kembali pengaktifan sistem keamanan lingkungan (Siskamling).
Kronologi Singkat dan Respons Pihak RT
Tragedi perkelahian maut yang menewaskan Reyfando Arifqi (17), seorang pelajar asal Desa Gindo Suli, Kecamatan Bunga Mas, terjadi tepat di depan sebuah warung sekitar pukul 23.30 WIB. Korban mengembuskan napas terakhir setelah mengalami luka tusuk serius pada bagian leher.
Sekretaris RT Sudut Lupis, Angga, mengungkapkan rasa prihatinnya atas insiden berdarah yang menodai ketenangan wilayah tersebut. Ia mengakui kawasan warung di lokasi kejadian memang kerap menjadi titik kumpul anak muda hingga larut malam. Namun, kejadian fatal hingga merenggut nyawa baru pertama kali ini terjadi di kawasan Bumi Merah Putih tersebut.
“Selama ini memang warung itu sering dijadikan tempat nongkrong, tetapi baru kali ini terjadi perkelahian yang sampai menimbulkan korban jiwa. Setahu kami, baik pelaku maupun korban sebenarnya bukan warga Sudut Lupis atau warga Pasar Manna, melainkan pendatang dari luar,” ujar Angga saat dikonfirmasi, Kamis (9/7/2026).
Angga menambahkan, saat malam kejadian dirinya dan beberapa warga sempat berada tak jauh dari lokasi. Kendati demikian, karena situasi sudah sangat larut, mereka tidak menyadari adanya keributan. Pihak RT baru mengetahui adanya korban jiwa pada pagi hari setelah menerima koordinasi dari aparat kepolisian.
Siskamling Diaktifkan Kembali demi Keamanan Lingkungan
Sebagai langkah antisipasi nyata agar peristiwa serupa tidak terulang, pengurus RT Sudut Lupis berkomitmen untuk memperketat pengamanan wilayah secara mandiri. Salah satunya adalah dengan menghidupkan kembali pos kamling yang sempat vakum.
“Kegiatan pos kamling akan kami susun kembali bersama warga. Harapannya, dengan adanya pos kamling, keamanan lingkungan bisa lebih terjaga dan kejadian kelam seperti ini tidak terulang lagi,” tegas Angga.
Imbauan Penting untuk Orang Tua
Selain memperketat siskamling, pihak RT juga mengetuk kesadaran para orang tua di Bengkulu Selatan agar lebih protektif dan mengawasi aktivitas anak-anak mereka, terutama yang sudah menginjak usia remaja.
Pengawasan ketat dari lingkungan keluarga dinilai menjadi benteng utama agar anak-anak tidak terjebak dalam pergaulan malam yang negatif atau aktivitas nongkrong hingga larut malam yang memicu potensi kriminalitas.
Masyarakat juga diharapkan dapat saling peduli dan peka terhadap pergerakan mencurigakan atau kerumunan yang berpotensi mengganggu ketertiban di lingkungan tempat tinggal masing-masing demi mewujudkan situasi yang aman dan kondusif.
(ABD)













