Menu

Mode Gelap
Keterbatasan Dana Desa Bukan Hambatan, Petani Semidang Lagan Swadaya Cor Jalan Produksi Aturan Baru BBM Subsidi Bikin Nelayan Bengkulu Mogok Melaut, DKP Gelar Rembuk Fokus  Pasca Perkelahian Maut Pelajar di Pasar Manna, Pengurus RT Siap Hidupkan Lagi Pos Kamling Antisipasi Kerusakan Jalan, Pemprov Minta Pengusaha Batu Bara di Bumi Merah Putih Patuhi Batas Tonase Gebyar Semarak Merah Putih 2026: Pemprov Bengkulu Gelar Pasar Murah dan Job Fair 10 Hari Beruntun Komitmen Berantas Narkoba di Bumi Merah Putih, Polresta Bengkulu Musnahkan Puluhan Gram Sabu dan Ringkus 4 Tersangka

Ekonomi

Keterbatasan Dana Desa Bukan Hambatan, Petani Semidang Lagan Swadaya Cor Jalan Produksi

badge-check

Keterbatasan Dana Desa Bukan Hambatan, Petani Semidang Lagan Swadaya Cor Jalan Produksi Perbesar

BENGKULU TENGAH, FAKTABENGKULU.COM – Semangat gotong royong dan kemandirian masyarakat di Bumi Merah Putih patut diacungi jempol. Di tengah keterbatasan anggaran pembangunan infrastruktur tingkat desa, puluhan petani yang tergabung dalam Kelompok Tani PIR 25 di Desa Pagar Jati, Kecamatan Semidang Lagan, Kabupaten Bengkulu Tengah, membuktikan bahwa swadaya mampu menjadi solusi konkret persoalan di lapangan.

Secara sukarela, para petani ini mengumpulkan dana pribadi untuk melakukan pengecoran jalan produksi pertanian sepanjang 50 meter yang selama ini menjadi titik krusial penghambat mobilitas hasil panen mereka.

Aksi nyata dan inisiatif mandiri ini pun langsung mendapat apresiasi tinggi dari Kepala Desa Pagar Jati, Paizal Aswan. Menurutnya, kekuatan utama desa saat ini memang terletak pada solidnya kebersamaan warga.

“Alhamdulillah, semangat gotong royong masyarakat, khususnya kelompok tani PIR 25, masih sangat kuat. Mereka berinisiatif sendiri untuk memperbaiki jalan agar pengangkutan hasil panen lebih lancar,” ujar Paizal saat dikonfirmasi pada Kamis (9/7/2026).

Skala Prioritas Dana Desa dan Tantangan Musim Hujan

Akses yang diperbaiki secara swadaya ini merupakan bagian dari jalan desa sepanjang tiga kilometer yang menjadi urat nadi utama menuju areal perkebunan kelapa sawit, karet, dan kopi milik warga. Tercatat, ada sekitar 95 hektare lahan produktif yang menggantungkan aksesibilitasnya pada jalur tersebut.

Paizal menjelaskan bahwa pemerintah desa sebenarnya tidak tinggal diam. Pembangunan dan pemeliharaan jalan tersebut telah dilakukan secara bertahap menggunakan alokasi Dana Desa (DD), mulai dari pengerasan hingga perbaikan di sejumlah titik yang rusak. Namun, keterbatasan anggaran memaksa pemerintah desa untuk menyusun skala prioritas.

Sektor yang belum tersentuh rigid beton oleh desa adalah area tanjakan sepanjang 50 meter. Di titik inilah para petani kerap kali mengeluh, terutama saat intensitas hujan tinggi.

“Kalau musim hujan memang sangat sulit dilalui. Mobil pengangkut hasil panen sering kesulitan naik karena jalan licin dan menanjak. Itu yang kemudian menjadi perhatian kelompok tani,” tambahnya.

Murni Kesadaran Masyarakat Tanpa Paksaan

Sebelum memulai proses pengecoran di lapangan, perwakilan kelompok tani telah terlebih dahulu berkoordinasi dan menyampaikan rencana swadaya ini kepada pemerintah desa. Pihak desa pun menyambut baik dan memberikan izin penuh mengingat dampaknya yang langsung menyentuh kesejahteraan ekonomi masyarakat luas.

Paizal menegaskan bahwa gerakan patungan ini murni lahir dari kesadaran bersama tanpa adanya intervensi atau tekanan dari pihak mana pun.

“Mereka datang menyampaikan rencana. Saya bilang silakan, karena ini untuk kepentingan bersama. Tidak ada tekanan kepada masyarakat. Semua murni atas kesadaran mereka sendiri,” tegas Kades Pagar Jati.

Ke depan, Pemerintah Desa Pagar Jati berkomitmen untuk tetap memprioritaskan pembangunan infrastruktur jalan produksi secara berkelanjutan. Harapannya, seluruh ruas jalan sepanjang tiga kilometer tersebut nantinya dapat terealisasi dengan kondisi yang layak, aman, dan nyaman demi mendongkrak roda perekonomian sektor pertanian di desa setempat

(ABD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Aturan Baru BBM Subsidi Bikin Nelayan Bengkulu Mogok Melaut, DKP Gelar Rembuk Fokus 

9 Juli 2026 - 18:05 WIB

Pasca Perkelahian Maut Pelajar di Pasar Manna, Pengurus RT Siap Hidupkan Lagi Pos Kamling

9 Juli 2026 - 18:00 WIB

Antisipasi Kerusakan Jalan, Pemprov Minta Pengusaha Batu Bara di Bumi Merah Putih Patuhi Batas Tonase

8 Juli 2026 - 18:33 WIB

Gebyar Semarak Merah Putih 2026: Pemprov Bengkulu Gelar Pasar Murah dan Job Fair 10 Hari Beruntun

8 Juli 2026 - 18:28 WIB

Komitmen Berantas Narkoba di Bumi Merah Putih, Polresta Bengkulu Musnahkan Puluhan Gram Sabu dan Ringkus 4 Tersangka

8 Juli 2026 - 18:21 WIB

Trending di Headline