BENGKULU, FAKTABENGKULU.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu terus bergerak masif dalam menekan angka tengkes di wilayahnya. Melalui strategi pemenuhan gizi yang tepat, wilayah yang kini akrab dijuluki Bumi Merah Putih ini menjadikan konsumsi ikan segar sebagai senjata utama dalam memenuhi kebutuhan protein hewani anak demi melahirkan generasi masa depan yang unggul.
Langkah preventif ini diwujudkan secara nyata melalui program Edukasi Dapur Sehat Atasi Stunting (DASHAT) yang diinisiasi oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Bengkulu. Memasuki hari keempat pelaksanaannya, kegiatan edukasi kali ini dipusatkan di Kecamatan Teluk Segara pada Selasa (7/7/2026).
Menyasar Keluarga Berisiko dan Optimalkan Bahan Pangan Lokal
Program DASHAT ini dirancang khusus untuk menyasar keluarga yang masuk dalam kategori berisiko stunting, dengan prioritas utama para ibu yang memiliki anak balita. Tidak sekadar memberikan teori, para peserta juga dibekali kemampuan praktis dalam memilah bahan pangan bergizi tinggi namun tetap ramah di kantong.
Kepala DP3AP2KB Kota Bengkulu, Rosminiarty, menegaskan bahwa benteng utama dalam mencegah stunting harus dimulai dari lingkungan terkecil, yaitu keluarga. Kesadaran orang tua dalam mengatur pola makan dan asupan harian anak memegang kendali penuh atas tumbuh kembang mereka.
“Hari ini merupakan hari keempat pelaksanaan edukasi DASHAT di Kecamatan Teluk Segara. Sasaran utama kami adalah keluarga berisiko stunting,” jelas Rosminiarty.
Ikan Segar: Solusi Gizi Tinggi dan Terjangkau di Bumi Merah Putih.
Lebih lanjut, Rosminiarty meluruskan persepsi keliru di tengah masyarakat mengenai makanan sehat. Menurutnya, pemenuhan gizi yang baik tidak harus selalu identik dengan harga yang mahal. Sebagai wilayah pesisir, Bumi Merah Putih dianugerahi potensi sumber daya laut yang melimpah, salah satunya ketersediaan ikan segar yang mudah didapatkan oleh masyarakat.
“Ikan merupakan sumber protein hewani yang sangat baik untuk memenuhi kebutuhan gizi anak dan menjadi salah satu cara efektif mencegah stunting,” tambahnya.
Gandeng Ahli Gizi untuk Pendampngan Berkelanjutan
Agar transfer informasi berjalan akurat, DP3AP2KB Kota Bengkulu terlebih dahulu memberikan pembekalan matang kepada para kader yang bertugas di lapangan. Dalam pelaksanaannya, instansi ini juga berkolaborasi langsung dengan tenaga kesehatan serta ahli gizi dari Puskesmas Pasar Ikan.
Melalui sinergi ini, ibu-ibu balita mendapatkan pemahaman mendalam mengenai formula pemenuhan gizi seimbang, teknik penyusunan menu harian yang menarik bagi anak, hingga pemanfaatan bahan pangan lokal secara maksimal.
Menariknya, komitmen Pemkot tidak berhenti setelah acara seremoni selesai. Keluarga sasaran dipastikan akan terus mendapatkan pendampingan berkala di lingkungan rumah mereka. Hal ini dilakukan guna menjamin pola makan sehat dan konsumsi ikan segar tersebut benar-benar diterapkan secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari.
Lewat kolaborasi harmonis antara pemerintah, kader kesehatan, pihak puskesmas, dan kesadaran tinggi dari masyarakat, target penurunan angka stunting di Kota Bengkulu optimis dapat tercapai secara cepat dan berkelanjutan.
(ABD)













