Menu

Mode Gelap
Keterbatasan Dana Desa Bukan Hambatan, Petani Semidang Lagan Swadaya Cor Jalan Produksi Aturan Baru BBM Subsidi Bikin Nelayan Bengkulu Mogok Melaut, DKP Gelar Rembuk Fokus  Pasca Perkelahian Maut Pelajar di Pasar Manna, Pengurus RT Siap Hidupkan Lagi Pos Kamling Antisipasi Kerusakan Jalan, Pemprov Minta Pengusaha Batu Bara di Bumi Merah Putih Patuhi Batas Tonase Gebyar Semarak Merah Putih 2026: Pemprov Bengkulu Gelar Pasar Murah dan Job Fair 10 Hari Beruntun Komitmen Berantas Narkoba di Bumi Merah Putih, Polresta Bengkulu Musnahkan Puluhan Gram Sabu dan Ringkus 4 Tersangka

Headline

Waspada! Kasus ISPA dan Penyakit Pencernaan di Kota Bengkulu Melonjak Pasca Lebaran 2026

badge-check

Waspada! Kasus ISPA dan Penyakit Pencernaan di Kota Bengkulu Melonjak Pasca Lebaran 2026 Perbesar

BENGKULU, FAKTABENGKULU.COM – Euforia perayaan Idul Fitri 1447 H di Kota Bengkulu menyisakan “oleh-oleh” yang kurang menyenangkan bagi kesehatan warga. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bengkulu melaporkan adanya lonjakan signifikan kasus penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dan gangguan pencernaan sesaat setelah masa libur Lebaran 2026 berakhir.

Tingginya mobilitas masyarakat selama arus mudik dan pola makan yang “balas dendam” saat hari raya dituding menjadi pemicu utama fenomena ini.

Dominasi ISPA dan Gejala Menyerupai Campak

Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kota Bengkulu, Nelli Hartati, mengungkapkan bahwa tren kenaikan kasus ISPA sebenarnya sudah terpantau sejak sebelum lebaran dan terus merangkak naik hingga saat ini.

“ISPA menjadi penyakit yang paling mendominasi di berbagai fasilitas kesehatan pasca Lebaran. Namun yang perlu diwaspadai, kami menemukan beberapa kasus dengan gejala awal menyerupai campak, seperti demam tinggi yang disertai munculnya ruam pada kulit,” ujar Nelli saat dikonfirmasi pada Kamis, 2 April 2026.

Kondisi cuaca dan interaksi fisik yang intens antar warga selama silaturahmi disinyalir mempercepat transmisi virus penyebab gangguan pernapasan tersebut.

“Efek Samping” Kuliner Lebaran

Selain masalah pernapasan, urusan perut juga menjadi keluhan massal. Banyak warga yang mendatangi Puskesmas dengan keluhan gangguan pencernaan. Nelli menyebut hal ini sangat berkaitan erat dengan perubahan pola makan yang drastis.

“Penyakit pencernaan juga cukup banyak ditemukan. Ini efek dari konsumsi makanan bersantan, tinggi lemak, dan pedas secara berlebihan selama Lebaran, yang seringkali tidak terkontrol,” tambahnya.

Langkah Antisipasi dan Imbauan Dinkes

Menyikapi situasi ini, Dinkes Kota Bengkulu meminta masyarakat untuk tidak meremehkan sinyal yang diberikan oleh tubuh. Deteksi dini adalah kunci agar penyakit tidak berkembang menjadi kronis atau menular lebih luas.

Berikut adalah langkah yang disarankan Dinkes Kota Bengkulu:

  • Segera ke Faskes: Jika mengalami batuk, pilek berkepanjangan, atau demam tinggi lebih dari 2 hari.
  • Atur Ulang Pola Makan: Mulai kembali mengonsumsi serat (sayur dan buah) serta mengurangi makanan berminyak.
  • Jaga Hidrasi: Pastikan asupan air putih cukup untuk membantu metabolisme tubuh.
  • Istirahat Cukup: Mengembalikan stamina setelah kelelahan melakukan perjalanan mudik.

“Kami mengingatkan masyarakat agar tetap menjaga daya tahan tubuh. Jika ada gejala yang tidak biasa, segera periksakan diri ke Puskesmas terdekat,” tutup Nelli.

(ABD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Keterbatasan Dana Desa Bukan Hambatan, Petani Semidang Lagan Swadaya Cor Jalan Produksi

9 Juli 2026 - 18:20 WIB

Aturan Baru BBM Subsidi Bikin Nelayan Bengkulu Mogok Melaut, DKP Gelar Rembuk Fokus 

9 Juli 2026 - 18:05 WIB

Pasca Perkelahian Maut Pelajar di Pasar Manna, Pengurus RT Siap Hidupkan Lagi Pos Kamling

9 Juli 2026 - 18:00 WIB

Antisipasi Kerusakan Jalan, Pemprov Minta Pengusaha Batu Bara di Bumi Merah Putih Patuhi Batas Tonase

8 Juli 2026 - 18:33 WIB

Gebyar Semarak Merah Putih 2026: Pemprov Bengkulu Gelar Pasar Murah dan Job Fair 10 Hari Beruntun

8 Juli 2026 - 18:28 WIB

Trending di Ekonomi