Menu

Mode Gelap
Sambut HUT ke-81 RI, Walikota Dedy Wahyudi Ajak Warga Gencarkan Gotong Royong Bersihkan Kota Bengkulu Bolos Sekolah saat Jam Pelajaran, Siswa SMAN 2 Kota Bengkulu Diciduk Satpol PP di Jalur Tikus Belakang Sekolah Kemarau Panjang Ancam Sawah Mukomuko, Dinas Pertanian Bergerak Cepat Petakan Wilayah Rentan   Tegas! Dikbud Kota Bengkulu Larang Keras Pungutan Biaya Lomba 17 Agustus di Sekolah Tanggap Cepat Kebakaran SMPN 19 Kota Bengkulu: Dikbud Ajukan Proposal Revitalisasi Rp2 Miliar ke Pusat  Program Prabawa Resmi Diluncurkan: Satpol PP Siaga di Tiap Kelurahan, Walikota Dedy Wahyudi Tegaskan Peran Baru 

Uncategorized

Strategi “Jemput Bola”, Pemkot Bengkulu Luncurkan LAPAK untuk Perluas Akses Literasi

badge-check

Strategi “Jemput Bola”, Pemkot Bengkulu Luncurkan LAPAK untuk Perluas Akses Literasi Perbesar

BENGKULU, FaktaBengkulu.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan terus berinovasi dalam meningkatkan indeks literasi masyarakat. Salah satu langkah konkret yang menjadi andalan saat ini adalah program Layanan Perpustakaan Keliling (LAPAK).

Mengusung strategi “jemput bola”, LAPAK hadir untuk memutus jarak antara masyarakat dengan sumber bacaan. Tidak hanya menyasar sekolah-sekolah, armada perpustakaan keliling ini juga mulai rutin mengunjungi ruang-ruang publik di seluruh wilayah Kota Bengkulu.

Membangun Budaya Baca dari Ruang Publik

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Bengkulu, Mukhlis, menegaskan bahwa kunci utama dalam meningkatkan kecerdasan literasi adalah dengan menghadirkan kemudahan akses. Menurutnya, minat baca tidak akan tumbuh maksimal jika masyarakat masih merasa terbebani untuk datang ke perpustakaan gedung.

“Kunci utama kami adalah meningkatkan kunjungan dan keterlibatan masyarakat. Melalui LAPAK, kami datang langsung ke sekolah dan ruang publik. Jadi masyarakat tidak harus datang ke perpustakaan, tapi perpustakaan yang hadir ke mereka,” ungkap Mukhlis pada Rabu (22/04/2026).

Inovasi Program: Dari “Fun Library” Hingga Layanan Inklusif

Selain mobilitas armada di lapangan, Dinas Perpustakaan juga memperkuat daya tarik internal di dalam gedung. Berbagai program kreatif seperti “Fun Library” dan lomba bertutur rutin digelar untuk menarik minat generasi muda.

Mukhlis menambahkan, program ini dirancang agar anak-anak dan pelajar tidak hanya sekadar membaca, tetapi juga memiliki wadah untuk mengekspresikan diri dan memahami konten yang mereka konsumsi.

Menariknya, komitmen literasi Pemkot Bengkulu juga menyentuh aspek inklusivitas. Program LAPAK tidak hanya berhenti di sekolah, namun juga menjangkau Lembaga Pemasyarakatan (Lapas).

“Kami ingin semua lapisan masyarakat, termasuk saudara-saudara kita di lapas, tetap mendapatkan hak akses terhadap informasi dan literasi,” tambahnya.

Capaian Positif: 1.600 Kunjungan di Triwulan I 2026

Inovasi ini terbukti membuahkan hasil signifikan. Berdasarkan data terbaru, jumlah kunjungan masyarakat ke layanan perpustakaan pada Triwulan I tahun 2026 telah melampaui angka 1.600 orang.

Angka ini dipandang sebagai sinyal positif bahwa kesadaran membaca warga Kota Bengkulu terus merangkak naik. Sebagai langkah strategis ke depan, Pemkot Bengkulu berencana memperkuat ekosistem ini dengan program pemilihan Duta Baca.

Diharapkan, kehadiran para duta ini nantinya dapat menjadi influencer lokal yang mampu menginspirasi warga, khususnya kaum milenial dan Gen Z, untuk menjadikan membaca sebagai gaya hidup sehari-hari.

(ABD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Membongkar Tembok Ketimpangan Informasi di Pinggiran Kota Bengkulu: Solusi Sains 

21 Mei 2026 - 10:58 WIB

Warga Keluhkan Bansos Tak Tepat Sasaran, Dinsos Seluma Desak Desa Aktif Perbarui Data

7 Desember 2025 - 19:08 WIB

Trending di Headline