BENGKULU, FaktaBengkulu.com – Pemerintah Provinsi Bengkulu bersiap menyambut kedatangan dua tokoh penting Kabinet hari ini. Menteri PPN/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy, dan Menteri Agama, Nasaruddin Umar, dijadwalkan tiba di Bumi Merah Putih pada Kamis, 23 April 2026.
Kunjungan kerja (kunker) ini tidak sekadar seremonial. Pemprov Bengkulu bergerak cepat memanfaatkan momentum ini sebagai jembatan untuk melobi percepatan berbagai Proyek Strategis Nasional (PSN) yang tengah dinanti masyarakat.
Fokus Infrastruktur: Dari Tol Hingga Jalur Kereta Api
Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Bengkulu, Herwan Antoni, menegaskan bahwa pertemuan dengan Menteri Bappenas akan menjadi ajang krusial untuk memaparkan rapor dan kebutuhan pembangunan daerah.
Ada tiga poin besar yang akan disodorkan Pemprov Bengkulu untuk mendorong konektivitas regional:
- Pembangunan Kawasan Industri: Guna menciptakan lapangan kerja baru dan hilirisasi produk lokal.
- Percepatan Jalan Tol: Memastikan kelanjutan akses yang menghubungkan Bengkulu dengan lubuk linggau dan sekitarnya.
- Pengembangan Kereta Api: Inovasi moda transportasi untuk efisiensi logistik di masa depan.
“Ini adalah momentum strategis bagi kita. Kami akan memaparkan langsung program prioritas yang punya dampak instan pada pertumbuhan ekonomi dan percepatan pembangunan di Bengkulu,” tegas Herwan Antoni, Rabu (22/4).
Agenda Menteri Agama: Tabligh Akbar dan Lingkungan
Tak hanya urusan infrastruktur fisik, dimensi spiritual dan lingkungan juga menjadi sorotan dalam kunker kali ini. Menteri Agama Nasaruddin Umar dijadwalkan mengisi agenda padat yang menyentuh langsung lapisan masyarakat, di antaranya:
- Tabligh Akbar: Berlokasi di Masjid Raya Baitul Izzah, sebagai sarana syiar dan silaturahmi.
- Pemberdayaan Lingkungan: Penebaran benih ikan di kawasan wisata Danau Dendam Tak Sudah (DDTS) sebagai simbol keberlanjutan ekosistem.
- Rakerwil Kemenag 2026: Konsolidasi internal untuk penguatan moderasi beragama di Provinsi Bengkulu.
“Kegiatan Menteri Agama kali ini sangat komprehensif. Ada aspek religius, sosial, hingga kepedulian terhadap lingkungan kita,” tambah Sekda.
Promosi Wisata Sejarah
Selain agenda formal, kedua menteri tersebut direncanakan akan mengunjungi sejumlah situs sejarah legendaris di Bengkulu. Langkah ini diambil Pemprov sebagai strategi soft diplomacy untuk mempromosikan potensi wisata sejarah Bengkulu ke level nasional.
Diharapkan, kehadiran dua petinggi negara ini memberikan efek domino positif bagi kebijakan pusat terhadap anggaran dan pembangunan di Provinsi Bengkulu pada tahun anggaran berjalan.
(ABD)













