Menu

Mode Gelap
Diduga Salah satu Oknum Eselon II Seluma Terlibat Pusaran Kasus Korupsi DAU Dinkes   Bejat! Ayah di Ujan Mas Kepahiang Tega Setubuhi Dua Putri Kandung Selama 8 Tahun Fakta Baru Sidang Korupsi Tambang PT RSM: Konsultan Kantongi Rp56 Miliar, Batu Bara Dialirkan ke Australia Siswi SMAN 5 Bengkulu Tengah Tewas Tenggelam di Batu Kambing, Wisata Ditutup Sementara Diduga Nikah Siri Tanpa Izin, Kadis Pertanian Seluma Soroti Disiplin ASN   Bela Nasib Kota Kecil, Wali Kota Dedy Wahyudi Desak Rakernas Apeksi XVIII Tak Sekadar Jadi Ajang Diskusi

Headline

Siswi SMAN 5 Bengkulu Tengah Tewas Tenggelam di Batu Kambing, Wisata Ditutup Sementara

badge-check

Siswi SMAN 5 Bengkulu Tengah Tewas Tenggelam di Batu Kambing, Wisata Ditutup Sementara Perbesar

BENGKULU TENGAH, FaktaBengkulu.com – Insiden memilukan kembali terjadi di destinasi wisata air Bumi Merah Putih. Seorang pelajar asal SMAN 5 Bengkulu Tengah bernama Sintia Bella (16) dilaporkan tewas setelah tenggelam di objek wisata Batu Kambing, Desa Padang Kedeper, Kecamatan Merigi Kelindang, Kabupaten Bengkulu Tengah pada Minggu (5/7/2026).

Menyusul tragedi tersebut, Syahrul Ramadan (18), salah seorang pengawas objek wisata setempat, membeberkan detik-detik menegangkan saat dirinya berupaya melakukan penyelamatan terhadap korban.

Menurut Syahrul, ketika peristiwa itu terjadi, ia sedang tidak berada di pos pantau tepi sungai melainkan sedang menggantikan rekannya menjaga loket tiket. Suasana mendadak riuh saat sejumlah pengunjung berteriak histeris mengabarkan adanya orang yang tenggelam.

“Saya langsung berlari menuju lokasi kejadian dan tanpa berpikir panjang langsung terjun ke sungai untuk mencari korban. Namun saat tiba di titik kejadian, korban sudah tidak terlihat lagi di permukaan air karena tenggelam ke dasar sungai,” ungkap Syahrul saat dikonfirmasi, Senin (6/7/2026).

Syahrul mengaku sempat melakukan penyelaman hingga tiga kali berturut-turut. Kendati demikian, kedalaman sungai yang mencapai kurang lebih tiga meter serta keterbatasan jarak pandang membuatnya kesulitan menjangkau dasar air. Rekan-rekan pria korban yang berada di lokasi juga sempat ikut menyelam, namun tidak mampu bertahan lama karena kondisi air yang dalam.

Berdasarkan keterangan sejumlah saksi mata di lokasi kejadian, korban sama sekali tidak sempat berteriak minta tolong atau meronta saat mulai tenggelam. Tubuhnya langsung lenyap ditelan arus sungai begitu saja.

Lantaran kesulitan, Syahrul bergegas naik ke permukaan untuk menghubungi warga desa setempat yang memiliki keahlian menyelam. Tak lama berselang, sekitar empat hingga lima warga datang memberikan bantuan. Setelah pencarian intensif selama 10 hingga 15 menit, tubuh Sintia akhirnya berhasil dievakuasi dari dasar sungai dalam kondisi sudah tidak bergerak, sebelum akhirnya langsung dilarikan ke rumah sakit.

Objek Wisata Ditutup Sementara dan Dievaluasi Total

Tragedi ini langsung memantik respons cepat dari pemerintah daerah. Pada Senin (6/7/2026), Dinas Pariwisata Kabupaten Bengkulu Tengah bersama Camat Merigi Kelindang, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), BPBD, Polsek Taba Penanjung, serta Pemerintah Desa Padang Kedeper selaku pengelola, langsung turun melakukan peninjauan lapangan.

Kepala Dinas Pariwisata Bengkulu Tengah, Eka Nurmaeni, menegaskan bahwa kunjungan ini merupakan perintah langsung dari Sekretaris Daerah untuk mengevaluasi kelayakan izin operasional serta standar keamanan di wisata Batu Kambing.

“Dari hasil tinjauan kami, pengelola sebenarnya sudah menyiapkan fasilitas keselamatan seperti ban pelampung dan menyiagakan petugas. Namun sangat disayangkan, saat insiden terjadi, petugas pengawas sedang naik ke atas dan tidak berada di titik pengawasan tepi sungai,” terang Eka.

Guna kelancaran proses penyelidikan pihak kepolisian serta evaluasi menyeluruh, Dinas Pariwisata menginstruksikan agar kawasan wisata Batu Kambing ditutup total untuk sementara waktu dari segala aktivitas kunjungan umum. Saat ini, garis polisi (police line) juga telah terpasang di seputar tempat kejadian perkara (TKP).

Pemerintah daerah mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat untuk menahan diri dan tidak berkunjung ke destinasi tersebut sampai proses hukum selesai dan sistem keamanan objek wisata dinyatakan benar-benar aman bagi publik.

(ABD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Diduga Salah satu Oknum Eselon II Seluma Terlibat Pusaran Kasus Korupsi DAU Dinkes  

6 Juli 2026 - 20:44 WIB

Bejat! Ayah di Ujan Mas Kepahiang Tega Setubuhi Dua Putri Kandung Selama 8 Tahun

6 Juli 2026 - 17:55 WIB

Fakta Baru Sidang Korupsi Tambang PT RSM: Konsultan Kantongi Rp56 Miliar, Batu Bara Dialirkan ke Australia

6 Juli 2026 - 17:50 WIB

Diduga Nikah Siri Tanpa Izin, Kadis Pertanian Seluma Soroti Disiplin ASN  

5 Juli 2026 - 20:12 WIB

Bela Nasib Kota Kecil, Wali Kota Dedy Wahyudi Desak Rakernas Apeksi XVIII Tak Sekadar Jadi Ajang Diskusi

5 Juli 2026 - 18:28 WIB

Trending di Ekonomi