Menu ✖

Otomatis
Breaking News

Headline

Rejang Lebong Dikepung Banjir dan Longsor, Jembatan Desa Kayumanis Putus Total!

badge-check

Rejang Lebong Dikepung Banjir dan Longsor, Jembatan Desa Kayumanis Putus Total!Perbesar

FAKTABENGKULU.COM, REJANG LEBONG – Cuaca ekstrem berupa hujan lebat dengan intensitas tinggi yang mengguyur Kabupaten Rejang Lebong sejak Sabtu (23/5/2026) dini hari memicu bencana hidrometeorologi. Tiga kecamatan di wilayah ini dilaporkan dikepung banjir dan tanah longsor, bahkan sebuah jembatan penghubung di Desa Kayumanis putus total setelah dihantam derasnya arus sungai.

Berdasarkan data yang dihimpun, tiga wilayah kecamatan yang terdampak cukup parah akibat cuaca buruk ini meliputi Kecamatan Selupu Rejang, Kecamatan Curup, dan Kecamatan Sindang Kelingi. Selain merusak infrastruktur, bencana ini sempat melumpuhkan akses transportasi warga.

Kapolres Rejang Lebong, AKBP Florentus Situngkir melalui Kasi Humas, AKP M Hasan Basri mengonfirmasi bahwa rentetan bencana alam ini mulai terjadi sekitar pukul 03.00 WIB menyusul hujan deras yang tidak kunjung reda sejak malam hari.

“Benar, akibat cuaca buruk yang terjadi sejak dini hari, sejumlah titik di tiga kecamatan mengalami banjir dan tanah longsor,” ujar Hasan saat memberikan keterangan pada Sabtu siang.

Rentetan Titik Longsor dan Jembatan Putus

Dampak kerusakan paling signifikan terlihat di beberapa akses jalan antardesa. Di Kecamatan Selupu Rejang, material longsor menutup jalur penghubung menuju Desa Sumber Urip. Tak hanya itu, aparat juga mencatat ada tiga titik longsor susulan yang terjadi di kawasan Desa Talang Lahat.

Bencana di wilayah ini kian diperparah dengan ambruknya jembatan gantung yang menjadi urat nadi mobilitas warga di Desa Kayumanis. Jembatan tersebut hancur dan terputus setelah diterjang luapan air sungai yang sangat deras, membuat aktivitas transportasi masyarakat setempat lumpuh total.

Sementara itu, di Kecamatan Sindang Kelingi, pihak kepolisian mencatat ada tiga titik longsor yang menutupi badan jalan desa dengan rincian ukuran sebagai berikut:

  • Jalan Desa Kayu Manis: Longsoran tebing sepanjang 4 meter, lebar 2 meter, dengan ketinggian material mencapai 1 meter.
  • Jalan Desa Air Dingin (Titik Pertama): Longsor dengan panjang 3 meter, lebar 2 meter, dan tinggi 1 meter.
  • Jalan Desa Air Dingin (Titik Kedua): Longsoran skala lebih besar dengan panjang 6 meter, lebar 4 meter, serta ketinggian material mencapai 2 meter.

Banjir Rendam Pemukiman dan Jalan Protokol di Curup

Selain tanah longsor, luapan debit air sungai yang tak tertampung lagi juga memicu banjir di wilayah Kecamatan Curup. Kawasan pemukiman di Kelurahan Dusun Curup dan Kelurahan Jalan Baru terendam genangan air.

Setidaknya, ada tujuh rumah warga yang dilaporkan terdampak langsung oleh banjir ini. Luapan air juga menggenangi ruas Jalan AK Gani, sehingga sempat melumpuhkan dan menghambat arus lalu lintas kendaraan untuk beberapa waktu.

Kondisi Terkini: Jalur Mulai Dibersihkan dan Air Surut

Meski sempat lumpuh, AKP M Hasan Basri memastikan bahwa situasi di lapangan saat ini berangsur normal. Berkat kesigapan petugas bersama warga, material longsor yang menutupi akses jalan lintas Sindang Kelingi menuju Sindang Dataran, Desa Sumber Urip, dan Desa Talang Lahat kini sudah berhasil dibersihkan.

“Saat ini semua titik jalan yang sebelumnya tertutup longsor sudah bisa dilalui kembali oleh kendaraan masyarakat. Begitu juga dengan banjir yang menggenangi Jalan AK Gani, kondisinya saat ini sudah surut total,” tambah Hasan.

BPBD Rejang Lebong Imbau Warga Waspada Bencana Susulan

Di sisi lain, Kepala BPBD Rejang Lebong, M Budianto melalui Kasi Kedaruratan, Rio Agustian Pakpahan mengingatkan masyarakat agar tidak lengah. Berdasarkan pantauan cuaca, potensi hujan lebat masih berpeluang terjadi dalam beberapa hari ke depan.

BPBD meminta warga, terutama yang bermukim di sepanjang daerah aliran sungai (DAS) serta di bawah tebing yang rawan runtuh, untuk tetap meningkatkan kewaspadaan demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap berhati-hati. Potensi bencana susulan masih sangat tinggi jika curah hujan kembali meningkat dalam waktu dekat,” tegas Rio.

(ABD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Wakili Bupati Rachmat Riyanto, Sekda Tomi Marisi Hadiri Gebyar Merah Putih di Bengkulu Selatan  

16 Okt 2026 - 16:59 WIB

Wakili Bupati Rachmat Riyanto, Sekda Tomi Marisi Hadiri Gebyar Merah Putih di Bengkulu Selatan   

Wali Kota Dedy Wahyudi Pakai Seragam Satpol PP, Puji Kinerja PRABAWA di Bumi Merah Putih   

16 Okt 2026 - 14:56 WIB

Wali Kota Dedy Wahyudi Pakai Seragam Satpol PP, Puji Kinerja PRABAWA di Bumi Merah Putih    

Wajah Baru Pemerintahan: Pemkot Bengkulu Siap Sulap Mess Pemda Jadi Kantor Wali Kota yang Representatif

16 Okt 2026 - 14:53 WIB

Wajah Baru Pemerintahan: Pemkot Bengkulu Siap Sulap Mess Pemda Jadi Kantor Wali Kota yang Representatif

Hendri Satrio Tinjau Langsung Program Bedah Rumah di Rawasari dan Tenangan, Tekankan Jemput Bola untuk Data Warga  

15 Okt 2026 - 18:29 WIB

Hendri Satrio Tinjau Langsung Program Bedah Rumah di Rawasari dan Tenangan, Tekankan Jemput Bola untuk Data Warga   

Pemkot Bengkulu Siap Dukung Percepatan Operasional Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih

15 Okt 2026 - 18:24 WIB

Pemkot Bengkulu Siap Dukung Percepatan Operasional Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih
Trending di Ekonomi