Menu

Mode Gelap
Alarm Merah di Rejang Lebong: Kasus Campak Melonjak, Satu Balita Meninggal Dunia Akibat Belum Vaksin Rejang Lebong Dikepung Banjir dan Longsor, Jembatan Desa Kayumanis Putus Total! Perkuat Sabuk Hijau Pesisir, KKMD Mukomuko Siap Turun Lapangan Amankan Hutan Mangrove Resmi Berganti! Ini Sosok Kapolda Bengkulu yang Baru dan Komitmen Program Pertamanya Sikapi Keributan di Hiburan Malam, Satpol PP Kota Bengkulu Perketat Aturan Miras: Pengunjung di Bawah 21 Tahun Dilarang Masuk! Imbas Kebijakan Baru Ekspor CPO, Harga Sawit di Bengkulu Tengah Terjun Bebas ke Angka Rp 1.900-an

Headline

Perkuat Sabuk Hijau Pesisir, KKMD Mukomuko Siap Turun Lapangan Amankan Hutan Mangrove

badge-check


Perkuat Sabuk Hijau Pesisir, KKMD Mukomuko Siap Turun Lapangan Amankan Hutan Mangrove Perbesar

MUKOMUKO, FAKTABENGKULU.COM – Kelestarian ekosistem pesisir di Kabupaten Mukomuko kini mendapat perhatian serius. Sebagai langkah nyata memperkuat pertahanan kawasan pesisir dari ancaman abrasi dan kerusakan lingkungan, Kelompok Kerja Mangrove Daerah (KKMD) Kabupaten Mukomuko resmi dibentuk.

Kehadiran tim lintas sektor ini diharapkan tidak hanya menjadi badan seremonial di atas kertas, melainkan motor penggerak aksi nyata di lapangan demi memulihkan dan menjaga hutan mangrove yang tersisa.

Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Mukomuko, Jajat Sudrajat, menegaskan bahwa pembentukan KKMD merupakan urgensi mendesak untuk menyatukan visi berbagai instansi dalam menjaga sabuk hijau (green belt) daerah Kapuang Sati Ratau Batuah ini.

“Kami berharap tim ini benar-benar bergerak dan turun ke lapangan. Tinggalkan ego sektoral, mari kita jaga pesisir Mukomuko bersama-sama biar tetap lestari untuk anak cucu kita nanti,” ujar Jajat tegas saat memberikan keterangannya, Sabtu (23/5/2026).

Menepis Ego Sektoral Demi Kelestarian Lingkungan

Selama ini, upaya perlindungan kawasan hutan pantai seringkali terbentur oleh batasan kewenangan antar-lembaga. Lahirnya KKMD Mukomuko diharapkan mampu meruntuhkan sekat-sekat birokrasi tersebut. Tim ini diamanatkan untuk menyusun strategi komprehensif, mulai dari pemetaan wilayah rawan, penegakan regulasi perlindungan, hingga aksi rehabilitasi atau penanaman kembali kawasan mangrove yang telah kritis.

Hutan mangrove di Mukomuko memiliki peran krusial, tidak hanya sebagai penahan ombak alami dan pencegah abrasi laut di pesisir barat Sumatra, tetapi juga sebagai habitat pembiakan biota laut yang menjadi tumpuan hidup para nelayan lokal.

Fokus pada Aksi Riil di Lapangan

DLH Mukomuko menggarisbawahi bahwa efektivitas tim ini akan diukur dari perubahan nyata di pesisir, bukan dari intensitas rapat koordinasi. Keterlibatan aktif masyarakat lokal dan komunitas peduli lingkungan juga akan menjadi pilar penting pendukung kerja KKMD ke depan.

Dengan terbentuknya wadah ini, komitmen Mukomuko untuk melakukan mitigasi perubahan iklim berbasis ekosistem pesisir kini memasuki babak baru yang lebih terstruktur dan kolaboratif.

(ABD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Alarm Merah di Rejang Lebong: Kasus Campak Melonjak, Satu Balita Meninggal Dunia Akibat Belum Vaksin

23 Mei 2026 - 18:56 WIB

Rejang Lebong Dikepung Banjir dan Longsor, Jembatan Desa Kayumanis Putus Total!

23 Mei 2026 - 18:53 WIB

Resmi Berganti! Ini Sosok Kapolda Bengkulu yang Baru dan Komitmen Program Pertamanya

22 Mei 2026 - 19:19 WIB

Sikapi Keributan di Hiburan Malam, Satpol PP Kota Bengkulu Perketat Aturan Miras: Pengunjung di Bawah 21 Tahun Dilarang Masuk!

22 Mei 2026 - 19:17 WIB

Imbas Kebijakan Baru Ekspor CPO, Harga Sawit di Bengkulu Tengah Terjun Bebas ke Angka Rp 1.900-an

22 Mei 2026 - 19:14 WIB

Trending di Ekonomi