MUKOMUKO, FAKTABENGKULU.COM – Kelestarian ekosistem pesisir di Kabupaten Mukomuko kini mendapat perhatian serius. Sebagai langkah nyata memperkuat pertahanan kawasan pesisir dari ancaman abrasi dan kerusakan lingkungan, Kelompok Kerja Mangrove Daerah (KKMD) Kabupaten Mukomuko resmi dibentuk.
Kehadiran tim lintas sektor ini diharapkan tidak hanya menjadi badan seremonial di atas kertas, melainkan motor penggerak aksi nyata di lapangan demi memulihkan dan menjaga hutan mangrove yang tersisa.
Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Mukomuko, Jajat Sudrajat, menegaskan bahwa pembentukan KKMD merupakan urgensi mendesak untuk menyatukan visi berbagai instansi dalam menjaga sabuk hijau (green belt) daerah Kapuang Sati Ratau Batuah ini.
“Kami berharap tim ini benar-benar bergerak dan turun ke lapangan. Tinggalkan ego sektoral, mari kita jaga pesisir Mukomuko bersama-sama biar tetap lestari untuk anak cucu kita nanti,” ujar Jajat tegas saat memberikan keterangannya, Sabtu (23/5/2026).
Menepis Ego Sektoral Demi Kelestarian Lingkungan
Selama ini, upaya perlindungan kawasan hutan pantai seringkali terbentur oleh batasan kewenangan antar-lembaga. Lahirnya KKMD Mukomuko diharapkan mampu meruntuhkan sekat-sekat birokrasi tersebut. Tim ini diamanatkan untuk menyusun strategi komprehensif, mulai dari pemetaan wilayah rawan, penegakan regulasi perlindungan, hingga aksi rehabilitasi atau penanaman kembali kawasan mangrove yang telah kritis.
Hutan mangrove di Mukomuko memiliki peran krusial, tidak hanya sebagai penahan ombak alami dan pencegah abrasi laut di pesisir barat Sumatra, tetapi juga sebagai habitat pembiakan biota laut yang menjadi tumpuan hidup para nelayan lokal.
Fokus pada Aksi Riil di Lapangan
DLH Mukomuko menggarisbawahi bahwa efektivitas tim ini akan diukur dari perubahan nyata di pesisir, bukan dari intensitas rapat koordinasi. Keterlibatan aktif masyarakat lokal dan komunitas peduli lingkungan juga akan menjadi pilar penting pendukung kerja KKMD ke depan.
Dengan terbentuknya wadah ini, komitmen Mukomuko untuk melakukan mitigasi perubahan iklim berbasis ekosistem pesisir kini memasuki babak baru yang lebih terstruktur dan kolaboratif.
(ABD)













