Menu

Mode Gelap
Alarm Merah di Rejang Lebong: Kasus Campak Melonjak, Satu Balita Meninggal Dunia Akibat Belum Vaksin Rejang Lebong Dikepung Banjir dan Longsor, Jembatan Desa Kayumanis Putus Total! Perkuat Sabuk Hijau Pesisir, KKMD Mukomuko Siap Turun Lapangan Amankan Hutan Mangrove Resmi Berganti! Ini Sosok Kapolda Bengkulu yang Baru dan Komitmen Program Pertamanya Sikapi Keributan di Hiburan Malam, Satpol PP Kota Bengkulu Perketat Aturan Miras: Pengunjung di Bawah 21 Tahun Dilarang Masuk! Imbas Kebijakan Baru Ekspor CPO, Harga Sawit di Bengkulu Tengah Terjun Bebas ke Angka Rp 1.900-an

Headline

Alarm Merah di Rejang Lebong: Kasus Campak Melonjak, Satu Balita Meninggal Dunia Akibat Belum Vaksin

badge-check


Alarm Merah di Rejang Lebong: Kasus Campak Melonjak, Satu Balita Meninggal Dunia Akibat Belum Vaksin Perbesar

REJANG LEBONG, FaktaBengkulu.com – Kasus penyakit campak di Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, menunjukkan tren yang mengkhawatirkan sejak awal tahun 2026. Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat melaporkan lonjakan temuan kasus yang didominasi oleh anak-anak yang belum mendapatkan imunitas atau vaksinasi secara lengkap.

Hingga pertengahan Mei 2026, tercatat sudah ada lebih dari 40 kasus suspect campak yang tersebar di berbagai wilayah Rejang Lebong. Dari total tersebut, 6 pasien di antaranya telah dikonfirmasi positif campak berdasarkan hasil uji laboratorium.

Tragisnya, fenomena ini juga telah memakan korban jiwa. Seorang balita berusia 4,5 tahun asal Kecamatan Curup Tengah dilaporkan meninggal dunia setelah kondisinya memburuk akibat komplikasi penyakit.

Kronologi Balita Meninggal: Komplikasi Paru-Paru dan Campak

Kepala Dinas Kesehatan Rejang Lebong, drg. Asep Budiman, melalui Kasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM), Titin Julita, mengonfirmasi bahwa balita yang meninggal dunia tersebut awalnya mengalami bronkopneumonia (peradangan pada paru-paru).

Namun, kondisi kesehatan pasien semakin diperparah karena turut terjangkit suspect campak. Berdasarkan investigasi tim medis di rumah sakit, salah satu pemicu utama kerentanan tubuh sang anak adalah belum lengkapnya riwayat imunisasi yang diterima.

“Dari hasil pelacakan, anak yang meninggal dunia tersebut baru menerima imunisasi dasar sampai DPT 3 (Difteri, Pertusis, dan Tetanus). Sementara untuk vaksin campak, yang bersangkutan belum pernah menerimanya sama sekali,” ujar Titin Julita kepada awak media.

Titin menambahkan, mayoritas anak-anak lain yang saat ini terindikasi atau positif terkena campak di Rejang Lebong juga memiliki latar belakang yang sama: belum pernah divaksin campak.

Dinkes Rejang Lebong: Stok Vaksin Aman dan Gratis!

Menyikapi situasi yang kian mengkhawatirkan ini, Dinkes Rejang Lebong bergerak cepat dengan mengimbau para orang tua untuk tidak mengabaikan jadwal imunisasi anak. Campak dikenal sebagai penyakit yang sangat menular dan dapat memicu komplikasi fatal jika menyerang anak dengan imunitas rendah.

Pihak Dinkes juga memastikan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir mengenai ketersediaan fasilitas penunjang medis.

  • Stok Vaksin: Dipastikan aman dan tersedia di seluruh fasilitas kesehatan.
  • Biaya: Layanan imunisasi campak diberikan secara gratis.
  • Lokasi Pelayanan: Puskesmas terdekat, Posyandu, dan rumah sakit daerah.

“Kami meminta dengan sangat kepada seluruh orang tua di Rejang Lebong, jangan menunda-nunda lagi. Segera bawa anak ke Puskesmas atau fasilitas kesehatan terdekat untuk melengkapi imunisasinya. Vaksinasi adalah perlindungan terbaik bagi buah hati kita,” pungkas Titin.

Apa Saja Gejala Campak pada Anak yang Wajib Diwaspadai?

Sebagai langkah antisipasi, orang tua diharapkan segera memeriksakan anak ke dokter jika menemui gejala-gejala berikut:

  • Demam tinggi yang mendadak.
  • Batuk, pilek, dan mata merah (berair).

Munculnya ruam kemerahan di kulit, biasanya dimulai dari area wajah dan leher sebelum menyebar ke seluruh tubuh.

(ABD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Rejang Lebong Dikepung Banjir dan Longsor, Jembatan Desa Kayumanis Putus Total!

23 Mei 2026 - 18:53 WIB

Perkuat Sabuk Hijau Pesisir, KKMD Mukomuko Siap Turun Lapangan Amankan Hutan Mangrove

23 Mei 2026 - 18:50 WIB

Resmi Berganti! Ini Sosok Kapolda Bengkulu yang Baru dan Komitmen Program Pertamanya

22 Mei 2026 - 19:19 WIB

Sikapi Keributan di Hiburan Malam, Satpol PP Kota Bengkulu Perketat Aturan Miras: Pengunjung di Bawah 21 Tahun Dilarang Masuk!

22 Mei 2026 - 19:17 WIB

Imbas Kebijakan Baru Ekspor CPO, Harga Sawit di Bengkulu Tengah Terjun Bebas ke Angka Rp 1.900-an

22 Mei 2026 - 19:14 WIB

Trending di Ekonomi