BENGKULU, FAKTABENGKULU.COM – Kabar gembira bagi dunia pendidikan di Bumi Merah Putih. Pembangunan sarana dan prasarana Sekolah Rakyat Provinsi Bengkulu kini sudah mendekati babak akhir. Hingga akhir Juni 2026, progres fisik proyek ini tercatat telah menembus angka di atas 90 persen. Pemerintah Provinsi Bengkulu pun optimistis sekolah ini siap beroperasi penuh pada Juli 2026 mendatang.
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Bengkulu, Swifanedi, mengungkapkan bahwa pengerjaan fasilitas vital seperti ruang kelas, gedung asrama, hingga infrastruktur penunjang lainnya saat ini sedang memasuki tahap finishing.
Proyek strategis yang diinisiasi bersama Kementerian Sosial (Kemensos) RI ini ditargetkan menyambut siswa baru tepat waktu pada tahun ajaran baru 2026.
“Alhamdulillah, progres pembangunan Sekolah Rakyat sejauh ini sudah di atas 90 persen. Insya Allah, memasuki bulan Juli nanti seluruh fasilitas mulai dari ruang kelas, asrama, hingga sarana pendukung lainnya sudah siap digunakan,” ujar Swifanedi pada Senin (22/6/2026).
Sistem Boarding School dan Penyesuaian Kuota Siswa
Tak hanya siap secara infrastruktur, proses penjaringan dan pendataan calon peserta didik juga dilaporkan hampir rampung. Untuk angkatan pertama, Sekolah Rakyat Bengkulu akan menampung sebanyak 270 siswa yang terbagi ke dalam tiga jenjang pendidikan, yaitu SD, SMP, dan SMA.
Menariknya, ada penyesuaian kuota pada tahap awal ini. Swifanedi membeberkan bahwa peminat untuk tingkat SD belum terpenuhi sepenuhnya. Oleh karena itu, setelah berkoordinasi dengan Kemensos RI, sisa kuota yang kosong dialihkan untuk menambah kapasitas siswa di jenjang SMP dan SMA.
“Kuota untuk tingkat SD memang masih tersisa. Hasil koordinasi dengan kementerian memutuskan sebagian kuota tersebut dialihkan ke jenjang SMP dan SMA,” jelasnya.
Dari penyesuaian tersebut, komposisi angkatan pertama Sekolah Rakyat Bengkulu terdiri dari:
- Siswa SD: 51 orang
- Siswa SMP: 90 orang
- Siswa SMA: 129 orang
Seluruh siswa yang dinyatakan lolos akan langsung menetap di asrama dengan menerapkan konsep boarding school. Melalui sistem ini, para siswa tidak hanya mendapatkan pendidikan formal saja, melainkan juga pembinaan karakter, kedisiplinan, serta pendampingan moral secara terpadu selama 24 jam.
Aturan Kunjungan Orang Tua dan Pengembangan ke Daerah
Meski menerapkan aturan asrama yang ketat demi mengoptimalkan pembentukan karakter anak, pihak sekolah tetap memberikan kelonggaran bagi keluarga. Orang tua murid tetap diperbolehkan untuk menjenguk anak-anak mereka.
“Orang tua tetap diizinkan membesuk, namun tentu ada jadwal dan waktu-waktu khusus yang sudah diatur pihak sekolah. Tidak bisa setiap hari agar tidak mengganggu sistem pembinaan dan konsentrasi belajar anak,” tambah Swifanedi.
Lebih lanjut, program pro-rakyat yang menyasar anak-anak dari keluarga prasejahtera ini tidak hanya berhenti di Kota Bengkulu. Pemerintah saat ini juga tengah mengembangkan Program Sekolah Rakyat di Kabupaten Kaur yang kini statusnya masih dalam tahap rintisan.
Kehadiran Sekolah Rakyat ini diharapkan mampu menjadi angin segar dan solusi konkret dalam memperluas akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak kurang mampu, sekaligus mencetak generasi muda Bengkulu yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing tinggi.
(ABD)













