Menu

Mode Gelap
Keterbatasan Dana Desa Bukan Hambatan, Petani Semidang Lagan Swadaya Cor Jalan Produksi Aturan Baru BBM Subsidi Bikin Nelayan Bengkulu Mogok Melaut, DKP Gelar Rembuk Fokus  Pasca Perkelahian Maut Pelajar di Pasar Manna, Pengurus RT Siap Hidupkan Lagi Pos Kamling Antisipasi Kerusakan Jalan, Pemprov Minta Pengusaha Batu Bara di Bumi Merah Putih Patuhi Batas Tonase Gebyar Semarak Merah Putih 2026: Pemprov Bengkulu Gelar Pasar Murah dan Job Fair 10 Hari Beruntun Komitmen Berantas Narkoba di Bumi Merah Putih, Polresta Bengkulu Musnahkan Puluhan Gram Sabu dan Ringkus 4 Tersangka

Headline

Polemik PT ABS: Tetap Beroperasi di Tengah Masa Cooling Down Pasca-Penembakan 5 Petani

badge-check

Polemik PT ABS: Tetap Beroperasi di Tengah Masa Cooling Down Pasca-Penembakan 5 Petani Perbesar

BENGKULU SELATAN – Situasi di wilayah konflik agraria antara PT Agro Bengkulu Selatan (ABS) dan masyarakat kembali memanas. Meski sebelumnya telah diperintahkan untuk menghentikan aktivitas (status cooling down), pihak perusahaan diduga melanggar kesepakatan tersebut dan tetap beroperasi di lahan sengketa.

​Dugaan ini muncul setelah warga melaporkan adanya aktivitas perusahaan pada rentang tanggal 7 hingga 9 Desember 2025. Padahal, Wakapolda Bengkulu telah menegaskan bahwa seluruh kegiatan di lokasi konflik harus dihentikan sementara agar Tim Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA) dapat bekerja secara fokus.

​Direktur Walhi Bengkulu, Dodi Faisal, membenarkan bahwa para petani menemukan aktivitas PT ABS yang masih berlangsung di lokasi konflik.

​”Petani sempat meminta klarifikasi langsung kepada pihak perusahaan di lokasi. Temuan ini sudah kami sampaikan kepada Wakapolda dan Bupati. Kami meminta agar Bupati mengeluarkan perintah resmi agar PT ABS berhenti beroperasi sepenuhnya,” ungkap Dodi.

​Menanggapi isu tersebut, Wakil Bupati Bengkulu Selatan, Yevri Sudianto, akhirnya buka suara pada Kamis (18/12/2025). Beliau menyatakan bahwa Pemerintah Kabupaten telah membentuk tim khusus untuk menindaklanjuti konflik antara masyarakat dan perusahaan tersebut.

​Dalam pernyataannya hari ini, Yevri menegaskan bahwa Pemkab akan fokus menyelesaikan permasalahan sesuai aturan agar konflik tidak semakin meluas. Namun, terkait dugaan pelanggaran masa penghentian aktivitas oleh PT ABS, ia memilih untuk tidak berkomentar terlalu jauh.

​”Kita sudah bikin tim untuk menindaklanjuti konflik antar masyarakat bersama pihak perusahaan,” ujar Yevri saat memberikan keterangan kepada awak media pada Kamis sore.

​Konflik agraria ini menjadi sorotan tajam setelah insiden penembakan yang melukai lima orang petani pada Senin, 24 November 2025 lalu. Saat ini, publik menunggu langkah nyata dari pemerintah dan aparat penegak hukum untuk memastikan PT ABS mematuhi kesepakatan cooling down demi menjaga kondusivitas di Bengkulu Selatan.

(ABD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Keterbatasan Dana Desa Bukan Hambatan, Petani Semidang Lagan Swadaya Cor Jalan Produksi

9 Juli 2026 - 18:20 WIB

Aturan Baru BBM Subsidi Bikin Nelayan Bengkulu Mogok Melaut, DKP Gelar Rembuk Fokus 

9 Juli 2026 - 18:05 WIB

Pasca Perkelahian Maut Pelajar di Pasar Manna, Pengurus RT Siap Hidupkan Lagi Pos Kamling

9 Juli 2026 - 18:00 WIB

Antisipasi Kerusakan Jalan, Pemprov Minta Pengusaha Batu Bara di Bumi Merah Putih Patuhi Batas Tonase

8 Juli 2026 - 18:33 WIB

Gebyar Semarak Merah Putih 2026: Pemprov Bengkulu Gelar Pasar Murah dan Job Fair 10 Hari Beruntun

8 Juli 2026 - 18:28 WIB

Trending di Ekonomi