BENGKULU TENGAH, FAKTABENGKULU.COM – Proses Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) jenjang SMP di Kabupaten Bengkulu Tengah resmi berakhir pada Kamis (9/7/2026). Meski mayoritas sekolah negeri masih kekurangan murid, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) setempat menegaskan tidak ada perpanjangan waktu pendaftaran di wilayah Bumi Merah Putih ini.
Berdasarkan data yang dihimpun dari Dinas Dikbud Bengkulu Tengah, fenomena tahun ini cukup mengejutkan. Dari total kuota 2.395 bangku yang disediakan oleh 34 SMP negeri dan swasta, baru terisi sekitar 1.459 siswa atau setara dengan 61 persen saja.
Ironi SPMB 2026: SMPN 26 Hanya Dapat Satu Siswa Baru
Kondisi paling memprihatinkan terlihat di SMPN 26 Bengkulu Tengah, di mana sekolah tersebut tercatat hanya mendapatkan 1 orang siswa baru selama masa pendaftaran.
Bukan hanya SMPN 26, beberapa sekolah negeri lain di Kabupaten Bumi Merah Putih ini juga mencatatkan angka pendaftaran yang sangat minim di bawah 10 anak, antara lain:
- SMPN 16 Bengkulu Tengah: 6 siswa
- SMPN 22 Bengkulu Tengah: 6 siswa
- SMPN 25 Bengkulu Tengah: 6 siswa
- SMPN 17 Bengkulu Tengah: 7 siswa
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bengkulu Tengah, Erriyanto, membenarkan bahwa tahapan SPMB tahun ini tidak akan diperpanjang lagi walau kuota di bangku sekolah negeri masih melimpah.
Dikbud Akan Evaluasi Jalur Domisili, Siswa “Titipan” Bakal Dikembalikan
Menyikapi ketimpangan jumlah murid tersebut, Erriyanto menyatakan pihak Dinas Dikbud akan segera melakukan evaluasi total terhadap sistem dan proses penerimaan di seluruh sekolah. Fokus utama pelacakan akan diarahkan pada jalur zonasi atau domisili.
“Kita akan kaji ulang seluruh sistem penerimaan. Kita akan melihat seluruh jalur penerimaan sekolah-sekolah. Jika ada yang melanggar, terutama jalur domisili, maka siswa tersebut akan dikembalikan ke sekolah yang sesuai dengan domisilinya,” tegas Erriyanto, Jumat (10/7/2026).
Langkah tegas ini diambil untuk memastikan pemerataan kuota siswa merata dan tidak menumpuk di sekolah-sekolah tertentu saja akibat manipulasi data domisili.
Sekolah Swasta Justru Laris Manis
Berbanding terbalik dengan nasib sekolah negeri, lembaga pendidikan swasta di Bengkulu Tengah justru sukses menjaring minat masyarakat hingga memenuhi kuota 100 persen.
SMP IT Mahad Rabbani sukses mengamankan 37 siswa baru sesuai target daya tampung mereka. Sementara itu, SMP Ihyaul Qur’an juga berhasil menutup pendaftaran dengan pemenuhan kuota penuh sebanyak 54 siswa.
Di sisi lain, sekolah negeri dengan performa pendaftaran tertinggi dipegang oleh SMPN 1 Bengkulu Tengah yang menjaring 244 siswa dari kuota 288, disusul oleh SMPN 3 Bengkulu Tengah yang mengamankan 169 siswa dari target kuota 192 kursi.
(ABD)













