Menu

Mode Gelap
Nasib Guru Honorer di Ujung Tanduk? DPRD Provinsi Bengkulu Desak Pusat Batalkan Larangan Mengajar 2027 Wajah Baru Pantai Panjang: Pemkot Bengkulu Mulai Petakan Lokasi Gazebo Sepanjang Jogging Track Sinergi TNI dan Rakyat, Pembangunan Jembatan Gantung Kualalangi Bengkulu Utara Terus Dikebut Pendidikan Jadi ‘Anak Tiri’, OKP Dan Aliansi Mahasiswa Geruduk DPRD Bengkulu: Sebut Indonesia Emas 2045 Hanya Ilusi! Isu Guru Honorer Dilarang Mengajar Tahun 2027 Mencuat, Sekda Provinsi Bengkulu Minta Tenaga Non-ASN Tetap Tenang Masa Persuasif Berakhir! Tim Gabungan “Sapu Bersih” Lapak Liar di Kawasan Pasar Panorama

Ekonomi

Isu Tambang Emas Mengaburkan Sorotan Terhadap Permasalahan Lainnya ?

badge-check


Isu Tambang Emas Mengaburkan Sorotan Terhadap Permasalahan Lainnya ? Perbesar

Seluma, Bengkulu – Rencana pembukaan tambang emas di Bengkulu semakin menjadi perhatian publik. Pro dan kontra menjadi bumbu perbincangan. Seperti halnya setiap kebijakan yang di ambil, tak akan pernah lepas dari pro dan kontra. Namun, sorotan publik terhadap tambang emas ini, menjadi tak berimbang terhadap permasalahan-permasalahan yang masih membendung di tengah masyarakat Bengkulu.

Sorotan publik yang dimaksud menjadi wajar, jika berdalih dengan masa depan Provinsi Bengkulu. Pembukaan tambang emas, seperti menyuguhkan 2 mata pisau. 2 mata pisau yang dimaksud adalah kejayaan atau keterpurukan untuk Provinsi Bengkulu.

Namun, sorotan publik yang terlulu fokus terhadap gejolak tambang emas, akan mengaburkan pandangan terhadap permasalahan yang masih ada. Anang Nuril Huda, tokoh masyarakat Seluma mengatakan, bahwa hal itu bisa berdampak pada sektor strategis pengawalan publik dalam birokrasi di Bengkulu.

“Hari ini semua tertuju pada tambang emas, padahal masih banyak permasalahan di provinsi bengkulu, yang juga harus dikawal oleh masyarakat, sehingga menjadi berimbang”, ungkap Anang.

Anang, juga menyampaikan, beberapa permasalahan yang harusnya juga menjadi perhatian publik.

“Contoh misalnya, izin-izin perusahaan apakah sudah diperpanjang atau belum, jika sudah diperpanjang, apakah patut diperpanjang, begitu juga dengan HGU. Dan yang sampai sekarang masih belum tuntas yaitu, terkait plasma yang masih banyak masyarakat belum mendapatkan haknya sesuai perundangan”, tegas Anang.

Selain itu, anang juga menyoroti dugaan kebocoran pajak di lingkaran pusaran tambang dan pabrik.

“Banyak bocornya pajak di pusaran tambang ,pabrik, dan tambang ini menjadi catatan betul jika Seluma dan Provinsi Bengkulu ingin berbenah”, tutupnya.

Hal itu adalah sebagian kecil permasalah yang harus mendapat pengawalan publik. Pengawalan publik sangat menjadi penting untuk menciptakan transparansi birokrasi di Provinsi Bengkulu.

(DSR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Nasib Guru Honorer di Ujung Tanduk? DPRD Provinsi Bengkulu Desak Pusat Batalkan Larangan Mengajar 2027

13 Mei 2026 - 18:09 WIB

Wajah Baru Pantai Panjang: Pemkot Bengkulu Mulai Petakan Lokasi Gazebo Sepanjang Jogging Track

13 Mei 2026 - 18:07 WIB

Sinergi TNI dan Rakyat, Pembangunan Jembatan Gantung Kualalangi Bengkulu Utara Terus Dikebut

13 Mei 2026 - 18:04 WIB

Pendidikan Jadi ‘Anak Tiri’, OKP Dan Aliansi Mahasiswa Geruduk DPRD Bengkulu: Sebut Indonesia Emas 2045 Hanya Ilusi!

12 Mei 2026 - 19:45 WIB

Isu Guru Honorer Dilarang Mengajar Tahun 2027 Mencuat, Sekda Provinsi Bengkulu Minta Tenaga Non-ASN Tetap Tenang

12 Mei 2026 - 19:42 WIB

Trending di Headline