BENGKULU, FaktaBengkulu.com – Pascapenertiban pondok liar yang sempat menjamur di bibir pantai, Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu kini bergerak cepat melakukan penataan kawasan wisata Pantai Panjang. Langkah nyata ini diawali dengan pemetaan titik pembangunan gazebo tahap awal yang diproyeksikan menjadi ikon kenyamanan baru bagi wisatawan.
Asisten II Setda Kota Bengkulu, Sehmi, mengungkapkan bahwa pembangunan gazebo ini merupakan bagian dari konsep besar transformasi Pantai Panjang agar lebih tertata, bersih, dan estetik.
Fokus pada Kenyamanan Wisatawan
Rencananya, deretan gazebo tersebut akan didirikan di sepanjang kawasan jogging track. Penempatan ini bertujuan agar masyarakat maupun pelancong dapat menikmati panorama samudera dengan fasilitas yang lebih representatif tanpa merusak pemandangan alam.
“Kami ingin masyarakat bisa menikmati suasana pantai dengan lebih nyaman. Di sepanjang jogging track tersebut akan kita bangun gazebo-gazebo yang tertata rapi,” ujar Sehmi saat dikonfirmasi pada Rabu, 13 Mei 2026.
Tantangan Kontur Lahan dan Mitigasi Risiko
Meskipun rencana ini disambut positif, tim teknis Pemkot Bengkulu tetap mengedepankan aspek keamanan. Sehmi menjelaskan bahwa kontur lahan di kawasan Pantai Panjang tidak sepenuhnya rata. Terdapat beberapa titik yang memiliki kemiringan cukup ekstrem, sehingga memerlukan perencanaan konstruksi yang matang.
“Kondisi lahannya bervariasi, ada yang miring. Penataan harus dilakukan dengan sangat teliti agar pembangunan ini nantinya aman dan tidak memicu risiko longsor di masa depan,” tambahnya.
Pemkot telah menyiapkan ruang sekitar 12 meter di sepanjang jalur tersebut. Ruang ini nantinya akan difungsikan secara ganda: sebagai jalur olahraga (jogging track) sekaligus titik penempatan gazebo secara bertahap.
Optimalkan Dana CSR: Tanpa Beban APBD
Menariknya, proyek mempercantik kawasan wisata unggulan ini tidak menguras kantong APBD Kota Bengkulu secara penuh. Pemkot Bengkulu menggandeng sektor perbankan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR).
Sehmi mengonfirmasi bahwa pihak Bank Bengkulu telah turun ke lapangan untuk melakukan survei lokasi. Selain itu, Bank Indonesia (BI) juga disebut akan turut berkontribusi dalam penataan ini, didukung oleh koordinasi lintas instansi bersama Dinas Pekerjaan Umum (PU).
“Pembangunan ini mendapat dukungan besar dari dana CSR, khususnya dari BI dan Bank Bengkulu. Kami berharap proses konstruksi bisa segera dimulai dalam waktu dekat setelah survei lapangan ini tuntas,” pungkas Sehmi.
Dengan penataan yang lebih terstruktur ini, Pantai Panjang diharapkan kembali menjadi magnet utama pariwisata di Provinsi Bengkulu yang mampu bersaing secara nasional.
(ABD)













