Menu

Mode Gelap
Kabar Gembira! Pemprov Bengkulu Pastikan Gaji ke-13 ASN 2026 Siap Cair, Ini Bocorannya Polisi Buru Pembuang Jasad Bayi Prematur di Pantai Pasar Bawah Bengkulu Selatan Jembatan Perintis Garuda Taba Penanjung Mulai Dipasang, Akses Ekonomi Warga Segera Pulih Nasib Guru Honorer di Ujung Tanduk? DPRD Provinsi Bengkulu Desak Pusat Batalkan Larangan Mengajar 2027 Wajah Baru Pantai Panjang: Pemkot Bengkulu Mulai Petakan Lokasi Gazebo Sepanjang Jogging Track Sinergi TNI dan Rakyat, Pembangunan Jembatan Gantung Kualalangi Bengkulu Utara Terus Dikebut

Headline

Insiden Penembakan di Pino Raya: Petani Jadi Korban dalam Konflik Agraria dengan PT ABS

badge-check


Insiden Penembakan di Pino Raya: Petani Jadi Korban dalam Konflik Agraria dengan PT ABS Perbesar

Bengkulu Selatan – Situasi di Kecamatan Pino Raya, Kabupaten Bengkulu Selatan, memanas setelah lima petani mengalami luka tembak dalam sebuah insiden kekerasan yang terjadi pada Senin, 24 November 2025. Peristiwa tragis ini diduga melibatkan seorang petugas keamanan (satpam) dari PT Agro Bengkulu Selatan (ABS) dan kembali menyoroti konflik agraria yang tak kunjung usai antara perusahaan dan warga setempat.

Ketegangan bermula ketika para petani memprotes aksi bulldozer milik PT ABS yang dilaporkan kembali merusak tanaman mereka. Aksi protes warga ini memicu keributan, hingga seorang satpam perusahaan berinisial Ri diduga melepaskan tembakan.

​Tembakan pertama dilaporkan mengenai seorang petani bernama Buyung di bagian dada. Bukannya menghentikan aksi, pelaku justru melarikan diri sambil menembakkan peluru secara acak. Akibatnya, empat petani lainnya turut menjadi korban, yaitu:

  1. ​Linsurman
  2. Edi Hermanto
  3. Santo
  4. Suhardin

​Seluruh korban luka tembak segera dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan intensif. Sementara itu, warga lainnya berupaya keras untuk mengamankan pelaku beserta senjata api yang digunakannya.

​Direktur Eksekutif WALHI Bengkulu, Dodi Faisa, membenarkan kejadian ini. Ia menegaskan bahwa insiden penembakan yang diduga dilakukan oleh satpam perusahaan ini adalah konsekuensi langsung dari konflik agraria yang terus berlarut-larut.

​”Benar ada insiden penembakan yang diduga dilakukan oleh satpam perusahaan. Kami sangat menyayangkan hal ini terjadi,” ujar Dodi Faisa.

​WALHI Bengkulu mendesak pihak kepolisian untuk segera dan tuntas mengusut kasus penembakan ini agar konflik di kawasan tersebut tidak terus memanjang. Selain itu, organisasi lingkungan ini juga menuntut:

​Keterlibatan Lembaga Independen: Mendorong Komnas HAM dan Kompolnas untuk mengusut tuntas kasus ini secara transparan.

​Langkah Serius Pemerintah: Mendesak pemerintah untuk mengambil tindakan konkret dalam penyelesaian konflik lahan di Bengkulu Selatan demi mencegah terulangnya kekerasan serupa di masa depan.

(ABD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kabar Gembira! Pemprov Bengkulu Pastikan Gaji ke-13 ASN 2026 Siap Cair, Ini Bocorannya

14 Mei 2026 - 19:35 WIB

Polisi Buru Pembuang Jasad Bayi Prematur di Pantai Pasar Bawah Bengkulu Selatan

14 Mei 2026 - 19:31 WIB

Jembatan Perintis Garuda Taba Penanjung Mulai Dipasang, Akses Ekonomi Warga Segera Pulih

14 Mei 2026 - 19:27 WIB

Nasib Guru Honorer di Ujung Tanduk? DPRD Provinsi Bengkulu Desak Pusat Batalkan Larangan Mengajar 2027

13 Mei 2026 - 18:09 WIB

Wajah Baru Pantai Panjang: Pemkot Bengkulu Mulai Petakan Lokasi Gazebo Sepanjang Jogging Track

13 Mei 2026 - 18:07 WIB

Trending di Headline