Menu

Mode Gelap
Nasib Guru Honorer di Ujung Tanduk? DPRD Provinsi Bengkulu Desak Pusat Batalkan Larangan Mengajar 2027 Wajah Baru Pantai Panjang: Pemkot Bengkulu Mulai Petakan Lokasi Gazebo Sepanjang Jogging Track Sinergi TNI dan Rakyat, Pembangunan Jembatan Gantung Kualalangi Bengkulu Utara Terus Dikebut Pendidikan Jadi ‘Anak Tiri’, OKP Dan Aliansi Mahasiswa Geruduk DPRD Bengkulu: Sebut Indonesia Emas 2045 Hanya Ilusi! Isu Guru Honorer Dilarang Mengajar Tahun 2027 Mencuat, Sekda Provinsi Bengkulu Minta Tenaga Non-ASN Tetap Tenang Masa Persuasif Berakhir! Tim Gabungan “Sapu Bersih” Lapak Liar di Kawasan Pasar Panorama

Ekonomi

BBM Semakin Langka Di Bengkulu, PT. Pelindo Harus Tanggung Jawab ?

badge-check


BBM Semakin Langka Di Bengkulu, PT. Pelindo Harus Tanggung Jawab ? Perbesar

Bengkulu – Kebutuhan pokok masyarakat yaitu bahan bakar minyak (bbm) semakin langka di Bengkulu. Hal ini sangat mempengaruhi proses perekonomiaan masyarakat. Semua sektor mengalami dampak dari kelangkaan bbm ini.

Di SPBU hanya ada satu bahan bakar minyak yang masih stabil ketersediaannya. Yaitu pertamax, padahal masyarakat masyarakat Bengkulu mayoritas konsumen dari pertalite. Dalam situasi ini pun antrian pembeli pertamax sangat panjang, tak sedikit dari masyarakat yang kemudian memutuskan untuk membeli warung-warung yang menyediakan bahan bakar eceran.

Penyebab dari kelangkaan ini tidak lain adalah belum kembalinya normal alur dermaga pelabuhan Pulai Baai Bengkulu. Pendangkalan yang terjadi di dermaga Pulai Baai adalah tanggung jawab dari PT. PELINDO dalam penyelesaiannya. Pengerukan telah dilakukan, namu upaya yang dilakukan oleh PT. PELINDO sangat jauh dari kata signifikan. Akibatnya banyak dampak yang langsung bersentuhan dengan masyarakat, salah satunya bbm semakin hari semakin langkah, yang kemudian beranak pinak melahirkan dampak-dampak yang baru.

Salah satu masyarakat yang sedang mengantri di SPBU mengatakan bahwa tiap hari keadaan SPBU semakin miris. Pasalnya antrian pembeli bbm sangatlah panjang, ditambah stok bbm jg sedikit.

“Tiap hari rame terus antrian bang, kadang-kadang lah sampai antrian kito minyaknyo habis. Mano kini pertamax nilah yg sering ado, itu pun kadang-kadang pertamax pun kosong”, ungkap sendi salah satu pembeli.

 

(DSR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Nasib Guru Honorer di Ujung Tanduk? DPRD Provinsi Bengkulu Desak Pusat Batalkan Larangan Mengajar 2027

13 Mei 2026 - 18:09 WIB

Wajah Baru Pantai Panjang: Pemkot Bengkulu Mulai Petakan Lokasi Gazebo Sepanjang Jogging Track

13 Mei 2026 - 18:07 WIB

Pendidikan Jadi ‘Anak Tiri’, OKP Dan Aliansi Mahasiswa Geruduk DPRD Bengkulu: Sebut Indonesia Emas 2045 Hanya Ilusi!

12 Mei 2026 - 19:45 WIB

Isu Guru Honorer Dilarang Mengajar Tahun 2027 Mencuat, Sekda Provinsi Bengkulu Minta Tenaga Non-ASN Tetap Tenang

12 Mei 2026 - 19:42 WIB

Masa Persuasif Berakhir! Tim Gabungan “Sapu Bersih” Lapak Liar di Kawasan Pasar Panorama

12 Mei 2026 - 19:38 WIB

Trending di Ekonomi