BENGKULU, faktabengkulu.com – Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun 2026 di Provinsi Bengkulu kembali diwarnai ketegangan. Sejumlah wali murid mendatangi SMA Negeri 5 Kota Bengkulu pada Selasa (9/6/2026) siang. Kedatangan mereka bertujuan untuk melayangkan protes dan menuntut transparansi terkait pengumuman hasil seleksi jalur prestasi, afirmasi, dan mutasi yang dinilai janggal.
Aksi ‘geruduk’ sekolah ini dipicu oleh kebijakan panitia SMAN 5 Kota Bengkulu yang memilih untuk tidak menampilkan hasil scoring atau pemeringkatan nilai secara terbuka. Hal ini berbanding terbalik dengan mayoritas SMA negeri lain di Kota Bengkulu yang bersikap transparan dengan memajang daftar nilai seluruh peserta.
Muncul Dugaan Kejanggalan Nilai, Wali Murid Minta Bukti
Para orang tua murid mendesak pihak sekolah untuk membuka data pemeringkatan secara menyeluruh. Menurut mereka, keterbukaan informasi sangat krusial agar peserta bisa mengetahui posisi riil dan keabsahan nilai mereka selama proses seleksi.
Popi, salah satu perwakilan wali murid, mengungkapkan bahwa para orang tua sebenarnya tidak mempermasalahkan jika anak mereka dinyatakan tidak lolos, asalkan prosesnya berjalan jujur dan sesuai regulasi.
“Kami hanya ingin melihat hasil scoring secara terbuka seperti di sekolah lain. Kalau memang anak kami tidak memenuhi nilai, tentu kami bisa menerima. Tetapi kami ingin mengetahui dasar penilaiannya sehingga semuanya jelas dan transparan,” ujar Popi kepada awak media.
Kecurigaan para wali murid semakin menguat setelah mereka mencocokkan data mandiri dengan hasil pengumuman sekolah. Disinyalir, ada peserta dengan akumulasi nilai lebih rendah yang justru dinyatakan lulus, sementara peserta dengan nilai lebih tinggi malah tersingkir.
“Karena itu kami meminta pihak sekolah menunjukkan hasil pemeringkatan secara keseluruhan agar tidak menimbulkan dugaan atau prasangka yang tidak-tidak,” tambahnya.
Penjelasan Pihak Sekolah: Itu Hasil Rapat Internal
Menanggapi gelombang protes tersebut, Ketua Panitia SPMB SMAN 5 Kota Bengkulu, Epri Yeni, langsung memberikan klarifikasi. Ia menyebutkan bahwa keputusan menyembunyikan detail scoring murni berdasarkan kesepakatan internal panitia sebelum pengumuman dirilis.
“Keputusan untuk tidak menampilkan hasil scoring secara keseluruhan merupakan hasil rapat panitia sebelum pengumuman. Saat itu kami menilai pengumuman cukup menampilkan peserta yang diterima dan tidak diterima saja,” dalih Epri.
Pihak sekolah mengaku terkejut ketika mengetahui bahwa kebijakan mereka berbeda dengan sekolah-sekolah lain di Kota Bengkulu yang tetap mengedepankan transparansi nilai.
Sistem SPMB Terintegrasi, Sekolah Janji Tampung Masa Sanggah
Lebih lanjut, Epri Yeni menegaskan bahwa SMAN 5 Kota Bengkulu tidak memiliki kuasa untuk memanipulasi atau mengubah hasil seleksi. Pasalnya, seluruh proses penilaian dan pemeringkatan dilakukan secara otomatis oleh sistem pusat yang terintegrasi.
“Proses penilaian dan pemeringkatan dilakukan langsung oleh sistem. Sekolah tidak melakukan pengolahan nilai maupun menentukan peserta yang lulus. Semua berdasarkan hasil yang keluar dari sistem SPMB,” tegasnya.
Meski demikian, pihak sekolah memastikan tidak akan menutup mata. SMAN 5 Kota Bengkulu berjanji akan memanfaatkan masa sanggah ini untuk mengakomodasi dan memverifikasi ulang seluruh keluhan wali murid.
“Semua aduan dan sanggahan kami terima. Selanjutnya akan kami bahas dalam rapat panitia untuk diverifikasi. Hasil verifikasi nantinya akan kami sampaikan kembali kepada para wali murid sesuai ketentuan yang berlaku,” pungkas Epri.
(ABD)













