FAKTABENGKULU.COM, BENGKULU – Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia, Walikota Bengkulu Dedy Wahyudi menyerukan aksi nyata kepada seluruh lapisan masyarakat untuk memperkuat gerakan gotong royong membersihkan lingkungan. Gerakan massal ini digalakkan secara rutin, khususnya menjelang akhir pekan dan sebagai bagian dari persiapan menyambut hari kemerdekaan. Dedy menegaskan bahwa menjaga kebersihan wilayah yang kini dijuluki sebagai Bumi Merah Putih bukan sekadar tugas pemerintah, melainkan tanggung jawab kolektif seluruh warga.
”Kota ini milik kita bersama. Kalau bukan kita siapa lagi, kalau bukan sekarang kapan lagi,” tegas Dedy Wahyudi, Rabu (5/8/2026).
Fokus Sasaran Aksi Pembersihan
- Aksi gotong royong di Bumi Merah Putih ini akan menyasar berbagai titik strategis, mulai dari pemukiman warga hingga fasilitas publik. Beberapa fokus utama pembersihan meliputi:
- Memperbaiki dan membersihkan selokan yang tersumbat sedimen lumpur serta sampah plastik.
- Membersihkan siring yang tercemar oleh sampah.
- Memangkas rumput ilalang yang sudah tinggi demi menjaga estetika kota.
- Menertibkan Tempat Pembuangan Sampah (TPS) liar yang bermunculan di sekitar pemukiman.
Peran Aktif Jajaran Pemerintah dan Warga
Melalui gerakan ini, Walikota berharap budaya gotong royong yang menjadi ciri khas bangsa Indonesia tetap lestari di Kota Bumi Merah Putih. Partisipasi aktif warga menjadi kunci utama mewujudkan kota yang bersih, indah, dan nyaman dihuni.
”Partisipasi aktif seluruh warga sangat diharapkan. Kalau kota ini bersih dan indah, kita juga yang akan merasa nyaman dan bangga menempatinya,” pungkas Dedy.
Menanggapi instruksi ini, para Ketua RT, RW, Lurah, hingga Camat diminta untuk segera menggerakkan warga di wilayah masing-masing. Para Lurah dan Camat juga diinstruksikan agar turun langsung ke lapangan memantau kebersihan lingkungan demi kenyamanan bersama.
(ABD)













