FAKTABENGKULU.COM, BENGKULU – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kota Bengkulu bergerak cepat menangani dampak kebakaran yang menghanguskan delapan lokal bangunan di SMP Negeri 19 Kota Bengkulu beberapa waktu lalu. Musibah ini melahap habis tujuh ruang kelas dan satu unit gudang, dengan total kerugian serta kerusakan fasilitas sekolah yang ditaksir mencapai miliaran rupiah.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bengkulu, Ilham Putra, mengungkapkan bahwa estimasi anggaran yang dibutuhkan untuk memulihkan kembali sarana dan prasarana yang rusak adalah sekitar Rp2 miliar. Dana tersebut nantinya tidak hanya digunakan untuk perbaikan fisik bangunan, tetapi juga untuk pengadaan fasilitas penunjang belajar yang ikut hangus.
”Kalau melihat memang karena berkaitan dengan sarana dan prasarana ini di Dikdas, mungkin anggaran yang kita butuhkan itu hampir lebih kurang hampir Rp2 miliar. Karena ada 7 ruang kelas dan 1 gudang, berarti 8 lokal yang harus kita rehab. Mengenging kondisi juga selain ruang kelas, ada meja dan kursi yang harus kita ganti juga,” ujar Ilham, Selasa (4/8/26).
Upaya koordinasi dengan pemerintah pusat langsung dilakukan sesaat setelah musibah terjadi di Bumi Merah Putih. Pihak kementerian merespon cepat dan menunjukkan keprihatinan mendalam atas insiden yang menimpa salah satu sekolah menengah di Kota Bengkulu tersebut.
”Jadi alhamdulillah kemarin kami langsung berkomunikasi ke Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah melalui Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Bengkulu agar sekiranya kami meminta bantuan agar segera dapat proses pembangunan ruang kelas baru lagi. Saat ini kami sedang melaksanakan atau membuat proposal yang ditujukan kepada Kementerian Direktorat SMP untuk bantuan revitalisasi program rehab terhadap sarana-prasarana gedung yang terbakar tersebut,” lanjut Ilham.
Pihak kementerian juga telah mengonfirmasi dan meminta Pemkot Bengkulu untuk segera mengirimkan berkas pengajuan agar anggaran rehabilitasi bisa dikaji lebih lanjut. Ilham pun berharap proses ini berjalan lancar sehingga pembangunan fisik dapat segera dimulai demi kelancaran aktivitas belajar mengajar siswa.
”Pihak kementerian juga sangat prihatin dengan musibah ini dan pihak kementerian kemarin sudah meminta kami segera menyampaikan proposal. Mudah-mudahan nanti dalam waktu tidak terlampau lama ada keputusan dari kementerian kapan ada proses untuk segera rehabilitasi lagi sarana yang terbakar ini,” pungkasnya.
(ABD)













