FAKTABENGKULU.COM, MUKOMUKO — Dinas Pertanian Kabupaten Mukomuko mengambil langkah proaktif dalam menghadapi potensi musim kemarau ekstrem yang diprediksi melanda wilayah Bumi Merah Putih pada pertengahan tahun ini. Langkah mitigasi ini digeber lebih awal guna mengamankan sektor pangan daerah dari ancaman penurunan produktivitas padi akibat krisis air irigasi.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Mukomuko, Hari Mustaman, S.P., mengungkapkan bahwa peringatan dini terkait dampak anomali cuaca global telah ditindaklanjuti secara serius. Pihaknya kini tengah memfokuskan tenaga untuk mendata dan memetakan kantong-kantong persawahan yang memiliki risiko tinggi mengalami kekeringan.
”Dari awal tahun memang sudah ada peringatan terkait dampak perubahan iklim. Berdasarkan prediksi, di pertengahan tahun ini wilayah kita berpotensi masuk musim kering. Jika benar terjadi, kami akan langsung memetakan daerah-daerah pertanian yang rawan terdampak,” ujar Hari Mustaman, Rabu (5/8/2026).
Strategi Efisiensi Air untuk Selamatkan Musim Tanam
Selain melakukan pemetaan wilayah rawan, Dinas Pertanian juga menggencarkan edukasi kepada para kelompok tani agar lebih bijak dan efisien dalam mengelola pasokan air. Petani diimbau untuk tidak terpaku pada metode penggenangan konvensional yang boros air, terutama mengingat fase pertumbuhan padi tetap dapat berjalan optimal dengan pengelolaan hidrologi yang tepat.
”Kami minta petani mulai sekarang mengatur penggunaan air dengan baik. Tanaman padi memang tidak harus terendam, tapi tetap membutuhkan air yang cukup terutama di fase tanam dan pertumbuhan,” tegas Hari.
Pemerintah daerah optimis bahwa kombinasi antara pemetaan wilayah rentan, penyaluran bantuan terarah, serta kedisiplinan petani dalam manajemen air akan mampu meminimalisir dampak buruk kekeringan. Upaya ini diharapkan menjadi benteng pertahanan utama agar stabilitas ketahanan pangan di Bumi Merah Putih tetap terjaga aman dan terkendali sepanjang musim kemarau.
(ABD)













