BENGKULU, FAKTABENGKULU.COM – Kabar baik bagi para petani kelapa sawit di Kabupaten Bengkulu Selatan. Setelah sempat lesu akibat penurunan harga, nilai jual Tanda Buah Segar (TBS) kelapa sawit di wilayah ini dilaporkan mulai merangkak naik secara berangsur, Jumat (29/5/2026).
Saat ini, harga beli di tingkat pabrik maupun pengepul (RAM) menunjukkan tren positif dengan kenaikan rata-rata hingga Rp 200 per kilogram. Berdasarkan pantauan, harga TBS sawit di tingkat pabrik kini sukses menembus angka Rp 2.000 hingga Rp 2.500 lebih per kilogramnya.
Kenaikan ini menjadi angin segar yang sangat dinantikan oleh masyarakat, mengingat merosotnya harga sawit sebelumnya sempat membuat para petani menjerit akibat tingginya biaya operasional dan perawatan kebun.
Rincian Harga TBS Sawit Terbaru di Bengkulu Selatan
Berdasarkan data yang dihimpun dari sejumlah Pabrik Kelapa Sawit (PKS) di Bengkulu Selatan per hari ini, berikut adalah rincian harga beli kelapa sawit:
- PT SBS (Sinar Bengkulu Selatan): Harga TBS hari ini stabil di angka Rp 2.000 per kilogram, naik dari harga sebelumnya yang sempat terpuruk di angka Rp 1.800 per kilogram
- PT BSL (Bengkulu Sawit Lestari): Menawarkan harga yang lebih kompetitif, yakni Rp 2.180 per kilogram untuk TBS, sedangkan untuk kategori brondol dihargai tinggi mencapai Rp 2.580 per kilogram
- Tingkat RAM (Pengepul): Ikut menyesuaikan tren kenaikan. Harga di tingkat RAM saat ini berada di angka Rp 1.800 per kilogram, dari yang sebelumnya hanya berkisar Rp 1.600 per kilogram.
Dinas Pertanian Berharap Harga Terus Stabil
Kepala Bidang Perkebunan Dinas Pertanian Bengkulu Selatan, Arif Budiman, membenarkan adanya pergerakan positif pada grafik harga komoditas unggulan daerah tersebut.
“Hari ini dari laporan harga sudah mulai berangsur naik. Alhamdulillah, kita harapkan harga ini mulai stabil dan tidak terjadi lagi penurunan yang begitu signifikan,” ujar Arif Budiman saat dikonfirmasi, Jumat (29/5/2026).
Arif menambahkan, stabilitas harga kelapa sawit memegang peranan krusial bagi kesejahteraan masyarakat Bengkulu Selatan. Sebab, ketika harga kelapa sawit anjlok drastis, para petani langsung dihadapkan pada situasi sulit akibat melonjaknya biaya pupuk dan pemeliharaan kebun yang tidak sebanding dengan pendapatan.
Dengan momentum kenaikan harga TBS kelapa sawit ini, diharapkan kantong para petani kembali menebal, yang pada akhirnya akan ikut mendongkrak perputaran roda perekonomian masyarakat di Kabupaten Bengkulu Selatan secara makro.
(ABD)













