Menu

Mode Gelap
Sambut HUT ke-81 RI, Walikota Dedy Wahyudi Ajak Warga Gencarkan Gotong Royong Bersihkan Kota Bengkulu Bolos Sekolah saat Jam Pelajaran, Siswa SMAN 2 Kota Bengkulu Diciduk Satpol PP di Jalur Tikus Belakang Sekolah Kemarau Panjang Ancam Sawah Mukomuko, Dinas Pertanian Bergerak Cepat Petakan Wilayah Rentan   Tegas! Dikbud Kota Bengkulu Larang Keras Pungutan Biaya Lomba 17 Agustus di Sekolah Tanggap Cepat Kebakaran SMPN 19 Kota Bengkulu: Dikbud Ajukan Proposal Revitalisasi Rp2 Miliar ke Pusat  Program Prabawa Resmi Diluncurkan: Satpol PP Siaga di Tiap Kelurahan, Walikota Dedy Wahyudi Tegaskan Peran Baru 

Ekonomi

Update Harga Kopi Rejang Lebong Juni 2026: Kembali Turun, Menyentuh Angka Terendah Rp49 Ribu per Kg

badge-check

Update Harga Kopi Rejang Lebong Juni 2026: Kembali Turun, Menyentuh Angka Terendah Rp49 Ribu per Kg Perbesar

REJANG LEBONG, FaktaBengkulu.com – Kabar kurang sedap kembali menghampiri para petani kopi di Kabupaten Rejang Lebong. Memasuki pekan pertama Juni 2026, tren harga emas hitam di Bumi Pat Petulai ini terpantau kembali merosot hingga menembus angka di bawah Rp50.000 per kilogram.

Berdasarkan pantauan di lapangan pada Minggu (7/6/2026), harga pembelian biji kopi di tingkat pengepul (touke) kini bertengger di kisaran Rp49.000 hingga Rp50.000 per kilogram. Padahal, pada pekan sebelumnya, harga masih cukup perkasa di level Rp50.000 hingga Rp52.000 per kilogram.

Terimbas Fluktuasi Pasar Global

Penurunan harga ini disinyalir bukan karena permainan spekulan lokal, melainkan dampak dari dinamika pasar internasional. Rodi, salah seorang pedagang pengumpul (touke) kopi di Rejang Lebong, mengonfirmasi bahwa pergerakan harga di tingkat petani selalu berkaca pada harga eksportir.

“Benar, ada penurunan lagi. Saat ini kami mengambil kopi dari petani di angka Rp50 ribuan. Kondisi ini murni mengikuti perkembangan harga kopi global yang sedang fluktuatif,” ujar Rodi saat dikonfirmasi.

Hal senada diungkapkan Yongki, touke kopi lainnya. Ia menjelaskan bahwa meski secara umum harga turun, kualitas biji kopi tetap menjadi penentu nilai jual.

“Untuk kualitas standar memang sudah pecah di angka Rp49.000. Tapi bagi petani yang mampu menjaga kualitas petik merah atau kadar air rendah, kami masih berani beli di kisaran Rp51.000 per kilogram,” tambahnya.

Dilema Petani: Harga Turun, Biaya Produksi Melejit

Situasi ini memicu kecemasan mendalam di kalangan petani. Masalahnya, penurunan harga terjadi tepat saat sebagian besar wilayah di Rejang Lebong mulai memasuki puncak panen raya. Hukum pasar yang menyebutkan ‘melimpahnya pasokan akan menurunkan harga’ menjadi momok yang ditakuti.

Joko, salah satu petani kopi lokal, mengungkapkan kegelisahannya. Ia berharap pemerintah atau pihak terkait bisa membantu menjaga kestabilan harga agar tidak terus terjun bebas.

“Kami khawatir harganya makin anjlok saat panen raya nanti. Sekarang apa-apa mahal, mulai dari pupuk sampai obat-obatan pertanian. Kalau harga kopi terus turun, pendapatan kami jelas tidak sebanding dengan modal yang keluar,” keluh Joko.

Hingga berita ini diturunkan, pergerakan harga kopi masih sangat dinamis. Para petani kini hanya bisa berharap pasar global kembali membaik agar komoditas unggulan Rejang Lebong ini bisa kembali memberikan kesejahteraan bagi masyarakat setempat.

(ABD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Sambut HUT ke-81 RI, Walikota Dedy Wahyudi Ajak Warga Gencarkan Gotong Royong Bersihkan Kota Bengkulu

5 Agustus 2026 - 20:07 WIB

Bolos Sekolah saat Jam Pelajaran, Siswa SMAN 2 Kota Bengkulu Diciduk Satpol PP di Jalur Tikus Belakang Sekolah

5 Agustus 2026 - 20:00 WIB

Kemarau Panjang Ancam Sawah Mukomuko, Dinas Pertanian Bergerak Cepat Petakan Wilayah Rentan  

5 Agustus 2026 - 19:56 WIB

Tegas! Dikbud Kota Bengkulu Larang Keras Pungutan Biaya Lomba 17 Agustus di Sekolah

4 Agustus 2026 - 19:00 WIB

Tanggap Cepat Kebakaran SMPN 19 Kota Bengkulu: Dikbud Ajukan Proposal Revitalisasi Rp2 Miliar ke Pusat 

4 Agustus 2026 - 18:56 WIB

Trending di Headline