Menu ✖

Otomatis
Breaking News

Headline

Tragis! 4 Warga Kota Bengkulu Disekap dan Disetrum di Kamboja, Nekat Kabur dari Sindikat Scam Online

badge-check

Tragis! 4 Warga Kota Bengkulu Disekap dan Disetrum di Kamboja, Nekat Kabur dari Sindikat Scam OnlinePerbesar

BENGKULU, FaktaBengkulu.com – Kabar memilukan datang dari empat warga Kota Bengkulu yang menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di Kamboja. Niat hati mencari nafkah sebagai Pekerja Migran Indonesia (PMI), keempat pemuda ini justru terjebak dalam sindikat penipuan daring (online scam) dan mengalami penyiksaan keji.

Keempat korban tersebut diketahui bernama Ardi, Deni Febriansyah, Imron, dan Engga. Saat ini, mereka dilaporkan telah berhasil melarikan diri dan mengamankan diri di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Phnom Penh, Kamboja.

Kronologi Kejadian: Dijanjikan Kerja di Malaysia, Berakhir di Kamboja

Ketua DPD Garda Relawan Indonesia Semesta (GARIS) Provinsi Bengkulu, Iman SP Noya, mengungkapkan bahwa para korban awalnya tergiur tawaran bekerja di negara tetangga seperti Malaysia, Singapura, hingga Taiwan.

“Ada oknum yang mengajak mereka. Awalnya dijanjikan ke Malaysia atau Singapura, tapi ujung-ujungnya mereka justru dibawa ke Kamboja,” ujar Iman saat dikonfirmasi, Sabtu (24/1/2026).

Sebelum diberangkatkan, para korban difasilitasi pembuatan paspor secara gratis di wilayah Bekasi, Jawa Barat, yang diduga menjadi titik kumpul sebelum mereka dikirim ke luar negeri.

Disiksa, Disetrum, hingga Makan Sekali Sehari

Penderitaan keempat warga Bengkulu ini dimulai saat mereka dipaksa bekerja sebagai operator judi online dan scammer. Karena keterbatasan kemampuan mengoperasikan komputer, mereka menjadi sasaran kemarahan para pengelola sindikat.

Penyiksaan yang mereka alami sangat tidak manusiawi, di antaranya:

  • Penyiksaan Fisik: Dipukul hingga disetrum menggunakan alat listrik.
  • Kelaparan: Hanya diberi jatah makan satu kali dalam sehari.
  • Penyekapan: Dipaksa bekerja di bawah tekanan dan ancaman kekerasan jika tidak mencapai target.

Tak tahan dengan perlakuan tersebut, keempatnya nekat mempertaruhkan nyawa untuk kabur dari lokasi kerja dan berhasil mencapai perlindungan KBRI di Kamboja.

Keluarga Memohon Bantuan Gubernur dan Wali Kota

Meski sudah berada di KBRI, nasib mereka untuk pulang ke Tanah Air masih belum menemui titik terang. Keluarga korban melalui DPD GARIS Bengkulu memohon dengan sangat kepada Pemerintah Daerah untuk turun tangan.

“Kami memohon bantuan Bapak Gubernur Bengkulu, Wakil Gubernur, serta Wali Kota untuk membantu proses kepulangan mereka. Kondisi mereka sangat memprihatinkan dan keluarga di sini sangat berharap mereka bisa segera pulang dengan selamat,” tegas Iman.

(ABD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Lepas Kontingen POPDA 2026, Walikota Dedy Wahyudi Bakar Semangat Atlet Muda Bumi Merah Putih

4 Nov 2026 - 19:17 WIB

Lepas Kontingen POPDA 2026, Walikota Dedy Wahyudi Bakar Semangat Atlet Muda Bumi Merah Putih

Pemkot Bengkulu Genjot Evaluasi Kinerja Pemerintah Digital, Kejar Indeks Terbaik di Bumi Merah Putih

4 Nov 2026 - 19:12 WIB

Pemkot Bengkulu Genjot Evaluasi Kinerja Pemerintah Digital, Kejar Indeks Terbaik di Bumi Merah Putih

Sinergi Pemkot dan Rutan Kelas IIB Bengkulu, Fokus Kebersihan Lingkungan hingga Pelatihan Kemandirian Warga Binaan

3 Nov 2026 - 20:24 WIB

Sinergi Pemkot dan Rutan Kelas IIB Bengkulu, Fokus Kebersihan Lingkungan hingga Pelatihan Kemandirian Warga Binaan

Desa Lubuk Puar Disupervisi TP PKK Provinsi Bengkulu, Fokus Penguatan 10 Program Pokok dan Administrasi Kader

3 Nov 2026 - 20:21 WIB

Desa Lubuk Puar Disupervisi TP PKK Provinsi Bengkulu, Fokus Penguatan 10 Program Pokok dan Administrasi Kader

Pemkot dan Polresta Bengkulu Teken MoU, Komitmen Kuat Lindungi Anak dari Kekerasan

3 Nov 2026 - 20:15 WIB

Pemkot dan Polresta Bengkulu Teken MoU, Komitmen Kuat Lindungi Anak dari Kekerasan
Trending di Headline