KOTA BENGKULU, FaktaBengkulu.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu terus mematangkan langkah menuju tata kelola data yang akurat. Berkolaborasi dengan Badan Pusat Statistik (BPS), Pemkot resmi menggelar sosialisasi Program Kelurahan Cinta Statistik (Cantik) Tahun 2026.
Mengusung tema strategis Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) dan Sensus Ekonomi 2026, kegiatan ini menjadi batu loncatan penting bagi Kota Bengkulu dalam menyongsong agenda besar statistik nasional.
Tiga Kelurahan Jadi ‘Pionir’ Statistik
Dalam gelaran tahun ini, tiga kelurahan terpilih menjadi representasi Kota Bengkulu untuk bersaing di tingkat nasional melalui ajang lomba Kelurahan Cantik. Ketiga kelurahan tersebut adalah:
- Kelurahan Rawa Makmur
- Kelurahan Malabero
- Kelurahan Jalan Gedang
Kepala BPS Kota Bengkulu, Iin Inayati, menjelaskan bahwa ketiga wilayah ini tidak akan berjalan sendiri. Mereka akan mendapatkan pendampingan intensif dari tim ahli BPS Kota Bengkulu selama masa penilaian.
“Lomba ini berlangsung selama empat bulan, terhitung sejak April hingga Juli 2026. Evaluasi final akan dilakukan pada Agustus mendatang. Target kita jelas, ketiga kelurahan ini mampu memberikan hasil terbaik dan kompetitif di level nasional,” tegas Iin saat memberikan sambutan.
Fokus pada Sensus Ekonomi 2026 dan DTSEN
Program Kelurahan Cantik tahun ini memiliki bobot yang lebih besar. Selain rutinitas pemutakhiran data lokal, fokus utama diarahkan pada persiapan Sensus Ekonomi 2026.
Menurut Iin, sensus ekonomi adalah hajatan besar yang butuh sinergi lintas sektor. Selain mendata profil pelaku UMKM hingga perusahaan besar, sensus ini juga menjadi instrumen penting untuk memutakhirkan variabel sosial ekonomi dalam DTSEN.
Sekda Medy Pebriansyah: “Data Adalah Senjata Pembangunan”
Kegiatan yang dibuka langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bengkulu, Medy Pebriansyah, ini juga ditandai dengan pengukuhan tiga Agen Kelurahan Cinta Statistik.
Dalam arahannya, Medy menekankan bahwa data bukan sekadar tumpukan angka, melainkan pondasi utama agar pembangunan tidak salah sasaran.
“Data yang akurat dan berkualitas adalah senjata kita. Tanpa data yang benar, arah pembangunan kita bisa meleset. Saya minta seluruh OPD, Camat, Lurah, hingga Ketua RT/RW untuk tidak bosan mengurus data,” ujar Medy dengan tegas.
Ia juga mengapresiasi peran BPS Kota Bengkulu yang konsisten melakukan pendampingan, sehingga progres pengelolaan data di Bumi Sekundang Setungguan ini menunjukkan tren positif dari tahun ke tahun.
Menuju Satu Data Indonesia
Sosialisasi ini juga dihadiri oleh Asisten I Setda Kota Bengkulu Alex Periansyah, perwakilan BPS Provinsi Bengkulu, serta seluruh Camat dan Lurah se-Kota Bengkulu.
Diharapkan, melalui semangat “Kelurahan Cantik”, kualitas data di tingkat akar rumput semakin solid. Hal ini menjadi kunci utama dalam mendukung implementasi kebijakan Satu Data Indonesia di Kota Bengkulu, demi kesejahteraan masyarakat yang lebih terukur dan merata.
(ABD)













