Menu

Otomatis
Breaking News

Headline

Kondisi Memprihatinkan Bocah Korban Penculikan di Rejang Lebong: Diduga Alami Pendarahan Otak

badge-check

Kondisi Memprihatinkan Bocah Korban Penculikan di Rejang Lebong: Diduga Alami Pendarahan OtakPerbesar

REJANG LEBONG, FaktaBengkulu.com – Nasib malang menimpa DA, bocah berusia 4,5 tahun yang menjadi korban dugaan penculikan di Desa Lubuk Belimbing 2, Kecamatan Sindang Beliti Ilir (SBI), Kabupaten Rejang Lebong. Hingga Selasa (28/4/2026), DA masih harus berjuang melewati masa kritis di RS Ar-Bunda Kota Lubuklinggau akibat luka serius yang dideritanya.

Informasi terbaru menyebutkan bahwa korban diduga kuat mengalami pendarahan hebat di bagian otak. Hal ini terjadi setelah korban menerima kekerasan fisik dari pelaku yang mencoba membawanya lari.

Dibanting ke Rabat Beton saat Kejadian

Kepala Desa Lubuk Belimbing 2, Midarmini, mengungkapkan bahwa kondisi kesehatan DA sangat memprihatinkan. Berdasarkan diagnosa medis sementara, benturan keras di kepala menjadi penyebab utama cedera serius tersebut.

“Kabar yang kami terima, korban diduga mengalami pendarahan otak. Saat kejadian, pelaku sempat membanting tubuh korban dan kepalanya menghantam rabat beton di lokasi,” ujar Midarmini saat dikonfirmasi, Selasa (28/4/2026).

Selain cedera kepala, tubuh mungil DA juga dipenuhi luka memar di berbagai titik. Luka-luka tersebut merupakan bekas kekerasan saat kedua pelaku memaksa korban untuk ikut bersama mereka.

Menunggu Operasi Spesialis Saraf

Pihak rumah sakit saat ini terus melakukan pemantauan intensif di ruang perawatan. Rencananya, DA akan menjalani tindakan operasi besar untuk menangani pendarahan di kepalanya. Namun, prosedur tersebut masih menunggu keputusan akhir dari dokter spesialis saraf.

“Pihak keluarga dan perangkat desa terus mendampingi. Kami semua berharap ada mukjizat agar anak kita ini lekas pulih dan sehat kembali,” tambah Kades.

Satu Pelaku Tewas Diamuk Massa

Kasus penculikan ini sebelumnya sempat menghebohkan warga Rejang Lebong dan viral di media sosial. Dua orang pelaku asal Palembang, Sumatera Selatan, yakni Firman Wahyudi (46) dan Sahada (60), menjadi aktor di balik peristiwa tragis ini.

Dalam aksi pengejaran yang dilakukan warga, pelaku laki-laki (Firman) dilaporkan meninggal dunia setelah menjadi bulan-bulanan massa yang geram. Sementara itu, pelaku perempuan (Sahada) telah diamankan oleh pihak kepolisian guna pemeriksaan lebih lanjut.

Saat ini, pihak kepolisian masih mendalami motif di balik penculikan tersebut serta menelusuri kemungkinan adanya jaringan penculikan anak yang lebih luas di wilayah Bengkulu dan sekitarnya.

(ABD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Sinergi Pemprov dan Pemkot Bengkulu: Helmi Hasan Serahkan Bantuan untuk Korban Kebakaran Pengantungan

21 Sep 2026 - 19:28 WIB

Sinergi Pemprov dan Pemkot Bengkulu: Helmi Hasan Serahkan Bantuan untuk Korban Kebakaran Pengantungan

Bengkulu Tengah Bidik Sektor Properti, Siap Jadi Kawasan Hunian Subsidi Unggulan

21 Sep 2026 - 19:26 WIB

Bengkulu Tengah Bidik Sektor Properti, Siap Jadi Kawasan Hunian Subsidi Unggulan

Pemkab Bengkulu Tengah, PLN, dan ESDM Sinergi Percepat Pemerataan Listrik Perdesaan  

21 Sep 2026 - 19:22 WIB

Pemkab Bengkulu Tengah, PLN, dan ESDM Sinergi Percepat Pemerataan Listrik Perdesaan   

Warga Dusun 3 Serindingan Kompak Swadaya Perbaiki Jembatan Amblas

21 Sep 2026 - 08:46 WIB

Warga Dusun 3 Serindingan Kompak Swadaya Perbaiki Jembatan Amblas

​HUT ke-81 TNI di Bengkulu Membeludak! 2.500 Lebih Peserta Padati Fun Run 5K, Hadirkan UMKM dan Berobat Gratis

21 Sep 2026 - 08:43 WIB

​HUT ke-81 TNI di Bengkulu Membeludak! 2.500 Lebih Peserta Padati Fun Run 5K, Hadirkan UMKM dan Berobat Gratis
Trending di Headline