BENGKULU, FaktaBengkulu.com – Upaya menekan angka pengangguran dan mencetak wirausahawan baru terus digencarkan Pemerintah Kota Bengkulu. Melalui Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Bengkulu, program pelatihan bengkel motor berbasis kompetensi kini tengah dipersiapkan untuk tahun anggaran 2026.
Program strategis ini dirancang untuk membekali masyarakat usia produktif dengan keterampilan teknis yang mumpuni di tengah tingginya populasi kendaraan bermotor di Bumi Merah Putih.
Menunggu Kepastian Anggaran Pusat
Meskipun persiapan teknis terus berjalan, pelaksanaan pelatihan ini masih bergantung pada kepastian kucuran dana dari pemerintah pusat. Skema pendanaan tersebut direncanakan melalui Peraturan Menteri Keuangan (PMK).
Kepala Bagian Penempatan dan Pelatihan Tenaga Kerja Disnaker Kota Bengkulu, Purniati, mengungkapkan bahwa pihaknya tetap bergerak melakukan persiapan matang agar program bisa segera dieksekusi begitu anggaran disetujui.
“Program pelatihan tetap kita siapkan secara maksimal. Untuk waktu pelaksanaannya, memang kita masih menunggu kepastian anggaran dari pusat,” ujar Purniati, Rabu (29/4/2026).
Seleksi Ketat bagi Peserta Serius
Mengingat tingginya minat masyarakat namun terbatasnya kuota, Disnaker akan menerapkan sistem seleksi yang ketat bagi calon peserta. Fokus utama program ini adalah warga usia produktif yang belum memiliki pekerjaan tetap.
Purniati menegaskan, pihaknya mencari peserta yang benar-benar memiliki komitmen kuat untuk belajar dan mengembangkan diri di bidang otomotif.
“Nantinya peserta akan diseleksi karena kuota terbatas. Kami ingin mereka yang bergabung adalah yang benar-benar serius dan memang membutuhkan keterampilan ini sebagai bekal hidup,” tambahnya.
Peluang Bisnis Perbengkelan yang Menjanjikan
Sektor perbengkelan dinilai sebagai salah satu bidang usaha yang tahan banting. Dengan penguasaan kurikulum dan materi praktik yang tepat, para lulusan pelatihan ini diharapkan tidak hanya menjadi tenaga kerja siap pakai, tetapi juga mampu membuka lapangan kerja baru (UMKM).
“Peluangnya sangat besar. Setelah mengikuti pelatihan, mereka tidak hanya memiliki modal skill untuk bekerja di perusahaan, tetapi juga keberanian untuk membuka usaha bengkel sendiri secara mandiri,” jelas Purniati.
Saat ini, Disnaker Kota Bengkulu terus mematangkan metode praktik dan materi kurikulum agar dampak dari pelatihan ini dapat dirasakan langsung secara ekonomi oleh masyarakat Kota Bengkulu.
(ABD)













