Menu

Otomatis
Breaking News

Headline

SPMB Banyak Masalah, DPRD Provinsi Bengkulu Anjurkan Dinas Pendidikan Perpanjang Masa Pendaftaran

badge-check

SPMB Banyak Masalah, DPRD Provinsi Bengkulu Anjurkan Dinas Pendidikan Perpanjang Masa PendaftaranPerbesar

BENGKULU, FAKTABENGKULU.COM – Pelaksanaan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) tingkat SMA/SMK di Provinsi Bengkulu menuai sorotan tajam. Pasalnya, sistem pendaftaran online yang diharapkan mempermudah proses justru dikeluhkan karena kerap mengalami kendala teknis.

Menanggapi carut-marut tersebut, Wakil Ketua I DPRD Provinsi Bengkulu, Teuku Zulkarnain, meminta Dinas Pendidikan bertindak cepat. Ia menegaskan agar masa pendaftaran SPMB segera diperpanjang demi mengakomodasi calon siswa yang terkendala sistem.

“Kita tahu sendiri kalau sistem online begini, jaringan sering bermasalah, servernya kadang-kadang lemot. Apalagi katanya besok sudah hari terakhir pendaftaran. Maka dari itu, kita minta Dinas terkait untuk memperpanjang kesempatan (waktu pendaftaran) ini,” ujar Teuku Zulkarnain saat memberikan keterangan resmi.

Solusi Offline: Maksimalkan Tenaga P3K untuk Jemput Bola

Bukan sekadar mengkritik, Teuku juga memberikan solusi konkret untuk mengatasi kemacetan sistem daring. Ia menyarankan agar pihak sekolah membuka pelayanan secara offline (tatap muka) dengan memanfaatkan tenaga Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) yang jumlahnya cukup melimpah.

“Tambah dong tenaganya. Kan banyak sekali tenaga P3K di sana yang bisa diberdayakan untuk menerima pendaftaran secara offline. Dengan begitu, berkas pendaftaran bisa langsung di-cross-check secara manual. Ini kan sederhana,” lanjutnya.

Evaluasi Sistem Zonasi dan Prestasi: “Jangan Dipersulit!”

Politisi senior ini juga mengingatkan bahwa aturan SPMB—baik jalur zonasi maupun jalur prestasi—sebenarnya sudah memiliki regulasi yang jelas dan baku. Pihak sekolah hanya perlu melakukan verifikasi faktual dan melakukan perankingan secara transparan.

“Sistemnya kan sudah jelas, ada zona, ada prestasi. Ditengok saja, kalau memang tidak sesuai aturan ya jangan diterima. Tapi kalau sudah sesuai aturan, masukkan ke daftar, nanti tinggal di-ranking. Logikanya sederhana,” tegas Teuku.

Di akhir pernyataannya, Teuku Zulkarnain menyentil birokrasi yang kerap kali membuat aturan yang berbelit-belit sehingga merugikan masyarakat luas. Ia berharap momentum penerimaan siswa baru tahun ini tidak dicoreng oleh buruknya kesiapan infrastruktur digital.

“Prinsipnya, kalau bisa dipermudah, jangan dipersusah. Jangan dibalik-balik prinsipnya menjadi: ‘kalau bisa dipersulit, kenapa dipermudah’. Kasihan masyarakat dan anak-anak kita yang ingin sekolah,” pungkasnya.

(ABD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Warga Bumi Merah Putih Digegerkan Penemuan Jenazah Bayi dalam Kantong Plastik di Selokan Selebar

19 Sep 2026 - 17:22 WIB

Warga Bumi Merah Putih Digegerkan Penemuan Jenazah Bayi dalam Kantong Plastik di Selokan Selebar

Skandal Oknum Sekdes Taba Tembilang Kepergok Bersama Istri Orang, Warga Desak Pecat

19 Sep 2026 - 17:20 WIB

Skandal Oknum Sekdes Taba Tembilang Kepergok Bersama Istri Orang, Warga Desak Pecat

Penjaringan Warga: 2 Pria dan 5 Wanita Diciduk di Satu Kamar Kos Kandang Mas Dini Hari

19 Sep 2026 - 17:18 WIB

Penjaringan Warga: 2 Pria dan 5 Wanita Diciduk di Satu Kamar Kos Kandang Mas Dini Hari

Kabupaten Lebong Akselerasi Ketahanan Pangan Lewat Program Perikanan Darat Berkelanjutan

18 Sep 2026 - 19:39 WIB

Kabupaten Lebong Akselerasi Ketahanan Pangan Lewat Program Perikanan Darat Berkelanjutan

Penantian 10 Tahun Berakhir: Jalan Tanggul Rawa Makmur Kini Mulus Berseri, Warga Ucapkan Terima Kasih ke Pemkot

18 Sep 2026 - 19:34 WIB

Penantian 10 Tahun Berakhir: Jalan Tanggul Rawa Makmur Kini Mulus Berseri, Warga Ucapkan Terima Kasih ke Pemkot
Trending di Ekonomi