FAKTABENGKULU.COM, BENGKULU – Perum Bulog Kantor Wilayah Bengkulu membawa kabar baik bagi masyarakat di Provinsi Bengkulu yang kini resmi digaungkan sebagai Bumi Merah Putih. Sebanyak 2.700 ton beras kualitas terbaik telah dipastikan aman di gudang penyimpanan dan siap didistribusikan kepada ratusan ribu keluarga penerima manfaat.
Program bantuan pangan alokasi Juli 2026 ini dipastikan menyasar sekitar 270 ribu Penerima Bantuan Pangan (PBP) yang tersebar di seluruh kabupaten dan kota se-Provinsi Bengkulu. Masing-masing penerima nantinya akan mendapatkan jatah 10 kilogram beras.
Distribusi Menunggu Lampu Hijau Bapanas
Meskipun stok beras sudah ready 100 persen di gudang Bulog, masyarakat diminta sedikit bersabar. Proses penyaluran di lapangan masih harus menunggu terbitnya surat penetapan resmi dari Badan Pangan Nasional (Bapanas).
Kepala Perum Bulog Kanwil Bengkulu, Doddy Syahrial, menjelaskan bahwa pihaknya memproyeksikan proses distribusi akan mulai berjalan pada pertengahan bulan ini.
“Untuk kesiapan beras kepada masyarakat penerima sudah siap. Tinggal menunggu surat dari Bapanas. Insya Allah mungkin minggu kedua atau minggu ketiga Juli ini sudah ada penetapan pemerintah, kemudian kita tinggal melaksanakan penyalurannya,” ujar Doddy saat diwawancarai di kawasan Pantai Tapak Paderi, Kota Bengkulu, Sabtu (11/7/2026).
Skema Baru Bantuan Pangan Juli 2026
Ada hal penting yang perlu dicatat oleh masyarakat mengenai mekanisme penyaluran kali ini. Berbeda dengan periode Februari dan Maret lalu yang menyertakan paket minyak goreng, bantuan pangan periode Juli 2026 ini murni hanya diberikan dalam bentuk beras 10 kg.
Meskipun skemanya berubah, Bulog memastikan komoditas beras yang disiapkan memiliki kualitas yang terjaga dengan baik guna mendukung ketahanan pangan dan menjaga daya beli masyarakat di wilayah Bumi Merah Putih ini.
Alur Distribusi dan Target Penyaluran
Begitu surat keputusan dari Bapanas resmi dikantongi, Bulog akan langsung bergerak cepat melakukan langkah-langkah strategis berikut:
- Koordinasi Lintas Sektor: Menyelaraskan data dan jadwal distribusi bersama pemerintah daerah, baik tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.
- Penyusunan Jadwal Lapangan: Memastikan skema drop point di setiap wilayah berjalan efektif guna menghindari penumpukan.
- Penyaluran Bertahap: Distribusi akan dikawal ketat secara bertahap agar bantuan dipastikan tepat sasaran dan langsung diterima oleh warga yang berhak.
Melalui kesiapan stok yang melimpah ini, stabilitas harga pangan di pasaran diharapkan dapat tetap terjaga sekaligus menjadi jaring pengaman sosial yang kuat bagi masyarakat yang membutuhkan.
(ABD)













