Menu

Mode Gelap
Kabar Baik! Harga Sawit Bengkulu Tembus Rp3.321 per Kg, Pemprov Ancam Sanksi PKS Membandel Sempat Viral Berkelahi di Kebun Sawit, Kasus Bullying Siswi SMPN 45 Seluma Akhirnya Berakhir Damai Atasi Banjir Tahunan, Pemprov Bengkulu Kucurkan Rp20 Miliar untuk Tinggikan Jalan Rawa Makmur 1 Meter Diduga Korsleting dari Rumah Kosong, Dua Rumah di Tubei Lebong Ludes Terbakar, Kerugian Capai Rp280 Juta Membanggakan! Dukcapil Kota Bengkulu ‘Jemput Bola’ Rekam KTP-el ke Rumah Sakit hingga Sekolah Puluhan Anak di Rejang Lebong Diserang Flu Singapura, Dinkes Gencar Lakukan Tracking

Headline

Sempat Viral Berkelahi di Kebun Sawit, Kasus Bullying Siswi SMPN 45 Seluma Akhirnya Berakhir Damai

badge-check


Sempat Viral Berkelahi di Kebun Sawit, Kasus Bullying Siswi SMPN 45 Seluma Akhirnya Berakhir Damai Perbesar

SELUMA, FAKTABENGKULU.COM – Kasus dugaan perundungan (bullying) yang sempat menghebohkan jagat maya di Kabupaten Seluma akhirnya menemukan titik terang. Insiden yang melibatkan dua siswi SMPN 45 Seluma di Desa Air Teras, Kecamatan Talo tersebut resmi berakhir damai melalui jalur kekeluargaan.

Kesepakatan damai ini tercapai setelah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Seluma memfasilitasi mediasi kedua yang digelar pada Senin (15/6/2026). Pertemuan yang berlangsung dinamis ini turut dihadiri oleh pihak kepolisian, UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA), tokoh masyarakat, pihak sekolah, serta keluarga dari kedua belah pihak.

Kronologi Singkat: Berawal dari Video Viral 19 Detik

Sebelumnya, sebuah video berdurasi 19 detik mendadak viral di media sosial pada Jumat (12/6/2026). Dalam video tersebut, tampak dua siswi yang masih mengenakan seragam olahraga SMPN 45 Seluma terlibat perkelahian di sebuah area kebun sawit.

Unggahan tersebut langsung memicu reaksi keras dari netizen dan memantik perhatian cepat dari berbagai instansi terkait, mulai dari DP3AP2KB, UPTD PPA, hingga aparat kepolisian.

Utamakan Masa Depan Anak, Kedua Keluarga Sepakat Berdamai

Kepala Dikbud Seluma, Munarwan Safu’i, melalui Kabid SMP, Hairul Putra, membenarkan bahwa mediasi lanjutan ini akhirnya membuahkan hasil positif setelah sempat buntu pada pertemuan pertama.

“Alhamdulillah, setelah melalui pembahasan yang cukup panjang, keluarga korban dan keluarga pelaku akhirnya mencapai kesepakatan untuk berdamai. Keputusan ini diambil dengan mempertimbangkan masa depan pendidikan kedua siswi yang statusnya masih pelajar,” ujar Hairul Putra, Senin (15/6/2026).

Sebagai komitmen bersama, prosesi perdamaian secara adat dan kekeluargaan akan digelar secara resmi pada Selasa malam (16/6/2026) di kediaman keluarga korban, dengan disaksikan oleh pemerintah desa dan tokoh masyarakat setempat.

Dikbud Seluma Warning Guru: Perketat Pengawasan, Jangan Anggap Remeh!

Meski kasus ini selesai secara damai, Dikbud Seluma menegaskan bahwa peristiwa ini harus menjadi evaluasi total bagi seluruh satuan pendidikan di Kabupaten Seluma. Hairul Putra mengingatkan para kepala sekolah dan guru untuk lebih disiplin terkait jam kerja dan memperketat pengawasan terhadap aktivitas siswa.

Berikut adalah poin-poin instruksi tegas dari Dikbud Seluma untuk mengantisipasi kejadian serupa:

  • Disiplin Kehadiran Guru: Guru diminta hadir di sekolah sebelum siswa datang dan tidak pulang sebelum memastikan seluruh siswa meninggalkan area sekolah.
  • Pengawasan Ekstra: Memastikan tidak ada siswa yang berkeliaran di luar pengawasan, baik pada jam pelajaran maupun jam istirahat.
  • Penguatan Karakter: Menggencarkan pendidikan moral, toleransi, dan edukasi anti-perundungan di lingkungan sekolah.
  • Wajib Libatkan Orang Tua: Setiap ada pelanggaran disiplin siswa, sekolah dilarang hanya menyelesaikannya secara internal, melainkan wajib memanggil orang tua/wali murid.

Pendampingan Psikologis Tetap Berjalan

Guna memulihkan kondisi mental anak, Dikbud Seluma memastikan bahwa korban maupun pelaku akan tetap mendapatkan pendampingan psikologis. Langkah ini diambil bersama UPTD PPA agar proses belajar mengajar kedua siswi tersebut bisa kembali berjalan normal tanpa ada trauma berkepanjangan.

“Ke depan, kami tidak ingin ada lagi kasus bullying seperti ini di Seluma. Ini tugas kita bersama sekolah, guru, orang tua, dan masyarakat untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman bagi anak anak,” pungkas Hairul.

(ABD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kabar Baik! Harga Sawit Bengkulu Tembus Rp3.321 per Kg, Pemprov Ancam Sanksi PKS Membandel

15 Juni 2026 - 19:07 WIB

Atasi Banjir Tahunan, Pemprov Bengkulu Kucurkan Rp20 Miliar untuk Tinggikan Jalan Rawa Makmur 1 Meter

15 Juni 2026 - 18:51 WIB

Diduga Korsleting dari Rumah Kosong, Dua Rumah di Tubei Lebong Ludes Terbakar, Kerugian Capai Rp280 Juta

14 Juni 2026 - 18:36 WIB

Membanggakan! Dukcapil Kota Bengkulu ‘Jemput Bola’ Rekam KTP-el ke Rumah Sakit hingga Sekolah

14 Juni 2026 - 18:30 WIB

Puluhan Anak di Rejang Lebong Diserang Flu Singapura, Dinkes Gencar Lakukan Tracking

14 Juni 2026 - 18:23 WIB

Trending di Headline