Menu

Mode Gelap
Heboh Kemeriahan CFD HUT Bhayangkara ke-80 di Rejang Lebong, Ada SIM Keliling hingga Berobat Gratis! Sempat Tersendat Berbulan-bulan, DD dan ADD 2026 di Rejang Lebong Akhirnya Cair! Pemdes Diminta Ngebut Dipicu Dendam Lama dan Tatapan Sengit, Petani di Binduriang Ditikam Saat Joget di Pesta Pernikahan Orang Tua Jangan Mau Dipungut Biaya! Dikbud Seluma Tegaskan SPMB 2026 Tingkat SD dan SMP Gratis Tis! Jeritan Pemilik RAM di Bengkulu Selatan: Antrean Pabrik Berhari-hari Bikin TBS Sawit Membusuk dan Rugi Besar UMKM Wajib Tahu! Ini Cara Pendaftaran Merek Dagang di Festival Tabut 2026, Cukup Bayar Rp500 Ribu

Headline

Sabu 3,99 Gram Asal Mukomuko Berakhir di Blender, Polda Bengkulu Tegaskan Perang Lawan Narkoba

badge-check


Sabu 3,99 Gram Asal Mukomuko Berakhir di Blender, Polda Bengkulu Tegaskan Perang Lawan Narkoba Perbesar

BENGKULU, FAKTABENGKULU.COM – Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Bengkulu kembali menunjukkan komitmennya dalam memberantas peredaran gelap narkotika di Bumi Merah Putih. Pada Kamis (26/2/2026), aparat resmi memusnahkan barang bukti sabu seberat 3,99 gram hasil tangkapan di wilayah Kabupaten Mukomuko.

Pemusnahan yang berlangsung di Gedung Ditresnarkoba Polda Bengkulu ini dilakukan dengan cara yang cukup ikonik secara hukum: diblender. Langkah ini diambil sebagai bentuk transparansi pihak kepolisian kepada publik sekaligus memastikan barang haram tersebut tidak disalahgunakan kembali.

Kasus ini bermula dari keresahan masyarakat di Kabupaten Mukomuko terkait aktivitas mencurigakan yang diduga kuat sebagai transaksi narkoba. Bergerak cepat, Subdit I Ditresnarkoba melakukan penyelidikan mendalam hingga akhirnya berhasil mengidentifikasi target.

Pada 4 Februari 2026, petugas meringkus seorang pria berinisial YP, warga Desa Batu Ejung, Kecamatan Teramang Jaya, Mukomuko. YP ditangkap di kediamannya tanpa perlawanan berarti.

Dalam penggeledahan tersebut, polisi menemukan:

  • 8 paket sabu siap edar.
  • Total berat bruto mencapai 3,99 gram.

Meski ditemukan dengan barang bukti yang sudah terbagi dalam kemasan kecil, hasil pendalaman penyidik menunjukkan bahwa YP bukan merupakan residivis. Namun, statusnya sebagai kurir tetap membuatnya terancam hukuman berat.

Kanit Subdit I Ditresnarkoba Polda Bengkulu, AKP Noviaska, menjelaskan bahwa pemusnahan ini dilakukan setelah mendapatkan ketetapan status barang sitaan dari pihak Kejaksaan.

“Barang bukti ini disisihkan sedikit untuk keperluan pembuktian di persidangan, sisanya kita musnahkan hari ini dengan cara diblender bersama cairan pembersih. Ini adalah prosedur wajib demi transparansi penanganan perkara,” ungkap AKP Noviaska.

Polda Bengkulu tidak berhenti pada penangkapan YP saja. Saat ini, tim penyidik tengah melakukan pengembangan intensif untuk melacak asal-usul sabu tersebut dan siapa otak di balik peredaran narkoba di wilayah Mukomuko.

“Kami masih mengejar pihak lain yang terlibat. Kami ingin memutus mata rantai peredarannya hingga ke akar-akarnya,” tegas Noviaska.

Akibat perbuatannya, tersangka YP kini harus mendekam di sel tahanan. Ia dijerat dengan Pasal 114 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Menariknya, dalam proses hukum ini, penyidik juga menyertakan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana serta pasal terkait dalam KUHP terbaru, yang menunjukkan adaptasi aparat terhadap regulasi hukum yang berlaku di tahun 2026 ini.

(ABD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Heboh Kemeriahan CFD HUT Bhayangkara ke-80 di Rejang Lebong, Ada SIM Keliling hingga Berobat Gratis!

21 Juni 2026 - 20:00 WIB

Sempat Tersendat Berbulan-bulan, DD dan ADD 2026 di Rejang Lebong Akhirnya Cair! Pemdes Diminta Ngebut

21 Juni 2026 - 19:55 WIB

Dipicu Dendam Lama dan Tatapan Sengit, Petani di Binduriang Ditikam Saat Joget di Pesta Pernikahan

21 Juni 2026 - 19:48 WIB

Orang Tua Jangan Mau Dipungut Biaya! Dikbud Seluma Tegaskan SPMB 2026 Tingkat SD dan SMP Gratis Tis!

20 Juni 2026 - 19:10 WIB

Jeritan Pemilik RAM di Bengkulu Selatan: Antrean Pabrik Berhari-hari Bikin TBS Sawit Membusuk dan Rugi Besar

20 Juni 2026 - 19:04 WIB

Trending di Ekonomi