Menu

Mode Gelap
Sebabkan Keresahan Warga, Satpol PP Mukomuko Segel Tempat Karaoke di Lubuk Mukti Puskesmas Kembang Seri Buka Suara Terkait Isu Penolakan Pasien Keracunan MBG di Bengkulu Tengah Harga LPG Non-Subsidi di Bengkulu Meroket, DPRD Wanti-wanti Potensi Migrasi ke Gas Subsidi Menag Nasaruddin Umar Hadiri Rakerwil Kemenag Bengkulu 2026: Transformasi Digital dan Ekonomi Umat Jadi Fokus Utama Menag RI Puji Toleransi Bengkulu, Buka Peluang Pendirian Universitas Negeri di Curup Inflasi Kota Bengkulu Terkendali di Angka 2 Persen, Pemkot Pastikan Harga Pangan Stabil

Headline

Sabu 3,99 Gram Asal Mukomuko Berakhir di Blender, Polda Bengkulu Tegaskan Perang Lawan Narkoba

badge-check


Sabu 3,99 Gram Asal Mukomuko Berakhir di Blender, Polda Bengkulu Tegaskan Perang Lawan Narkoba Perbesar

BENGKULU, FAKTABENGKULU.COM – Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Bengkulu kembali menunjukkan komitmennya dalam memberantas peredaran gelap narkotika di Bumi Merah Putih. Pada Kamis (26/2/2026), aparat resmi memusnahkan barang bukti sabu seberat 3,99 gram hasil tangkapan di wilayah Kabupaten Mukomuko.

Pemusnahan yang berlangsung di Gedung Ditresnarkoba Polda Bengkulu ini dilakukan dengan cara yang cukup ikonik secara hukum: diblender. Langkah ini diambil sebagai bentuk transparansi pihak kepolisian kepada publik sekaligus memastikan barang haram tersebut tidak disalahgunakan kembali.

Kasus ini bermula dari keresahan masyarakat di Kabupaten Mukomuko terkait aktivitas mencurigakan yang diduga kuat sebagai transaksi narkoba. Bergerak cepat, Subdit I Ditresnarkoba melakukan penyelidikan mendalam hingga akhirnya berhasil mengidentifikasi target.

Pada 4 Februari 2026, petugas meringkus seorang pria berinisial YP, warga Desa Batu Ejung, Kecamatan Teramang Jaya, Mukomuko. YP ditangkap di kediamannya tanpa perlawanan berarti.

Dalam penggeledahan tersebut, polisi menemukan:

  • 8 paket sabu siap edar.
  • Total berat bruto mencapai 3,99 gram.

Meski ditemukan dengan barang bukti yang sudah terbagi dalam kemasan kecil, hasil pendalaman penyidik menunjukkan bahwa YP bukan merupakan residivis. Namun, statusnya sebagai kurir tetap membuatnya terancam hukuman berat.

Kanit Subdit I Ditresnarkoba Polda Bengkulu, AKP Noviaska, menjelaskan bahwa pemusnahan ini dilakukan setelah mendapatkan ketetapan status barang sitaan dari pihak Kejaksaan.

“Barang bukti ini disisihkan sedikit untuk keperluan pembuktian di persidangan, sisanya kita musnahkan hari ini dengan cara diblender bersama cairan pembersih. Ini adalah prosedur wajib demi transparansi penanganan perkara,” ungkap AKP Noviaska.

Polda Bengkulu tidak berhenti pada penangkapan YP saja. Saat ini, tim penyidik tengah melakukan pengembangan intensif untuk melacak asal-usul sabu tersebut dan siapa otak di balik peredaran narkoba di wilayah Mukomuko.

“Kami masih mengejar pihak lain yang terlibat. Kami ingin memutus mata rantai peredarannya hingga ke akar-akarnya,” tegas Noviaska.

Akibat perbuatannya, tersangka YP kini harus mendekam di sel tahanan. Ia dijerat dengan Pasal 114 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Menariknya, dalam proses hukum ini, penyidik juga menyertakan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana serta pasal terkait dalam KUHP terbaru, yang menunjukkan adaptasi aparat terhadap regulasi hukum yang berlaku di tahun 2026 ini.

(ABD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Sebabkan Keresahan Warga, Satpol PP Mukomuko Segel Tempat Karaoke di Lubuk Mukti

25 April 2026 - 19:11 WIB

Puskesmas Kembang Seri Buka Suara Terkait Isu Penolakan Pasien Keracunan MBG di Bengkulu Tengah

25 April 2026 - 19:08 WIB

Harga LPG Non-Subsidi di Bengkulu Meroket, DPRD Wanti-wanti Potensi Migrasi ke Gas Subsidi

25 April 2026 - 19:05 WIB

Menag Nasaruddin Umar Hadiri Rakerwil Kemenag Bengkulu 2026: Transformasi Digital dan Ekonomi Umat Jadi Fokus Utama

24 April 2026 - 19:17 WIB

Menag RI Puji Toleransi Bengkulu, Buka Peluang Pendirian Universitas Negeri di Curup

24 April 2026 - 19:14 WIB

Trending di Headline