BENGKULU TENGAH, FAKTABENGKULU.COM – Pihak Puskesmas Kembang Seri akhirnya memberikan klarifikasi resmi terkait kabar miring mengenai dugaan penolakan pasien dalam insiden keracunan massal program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menimpa sejumlah siswa di Bengkulu Tengah, Sabtu (25/4/2026).
Isu ini mencuat setelah rombongan DPRD Bengkulu Tengah melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah fasilitas kesehatan dan sekolah pasca-tumbangnya 9 siswa dari SMPN 3 dan SDN 1 Bengkulu Tengah.
Hasil Penelusuran Internal: Tak Ada Pasien Gejala Keracunan
Kepala Puskesmas Kembang Seri, Yanti, menegaskan bahwa pihaknya telah melakukan investigasi internal segera setelah mendengar kabar tersebut. Berdasarkan keterangan dari petugas piket di Instalasi Gawat Darurat (IGD) pada hari kejadian, tidak ditemukan adanya pasien yang datang dengan gejala keracunan.
“Saya langsung konfirmasi ke dua petugas piket IGD saat itu. Menurut mereka, pada hari kejadian tidak ada pasien yang datang mengeluhkan mual, sakit perut, atau tanda-tanda keracunan lainnya,” ungkap Yanti saat dikonfirmasi, Sabtu (25/4/2026).
Komitmen SOP: Dilarang Menolak Pasien!
Yanti menegaskan bahwa secara regulasi dan Standard Operating Procedure (SOP), puskesmas diharamkan menolak pasien dalam kondisi apa pun. Hal ini berlaku bagi pasien darurat maupun non-darurat, tanpa memandang status keaktifan BPJS.
“Jika memang benar ada penolakan, itu adalah pelanggaran berat. Kami tidak boleh menolak pasien sama sekali. Semua harus ditangani terlebih dahulu, itu sudah SOP tetap kami,” tegasnya.
Meski hasil konfirmasi awal menunjukkan tidak ada pasien yang datang, Yanti memastikan pihaknya tidak akan menutup mata. Puskesmas Kembang Seri berkomitmen untuk terus mendalami informasi ini guna menemukan fakta yang sebenarnya di lapangan.
Awal Mula Isu Penolakan
Polemik ini bermula ketika para anggota legislatif mendapatkan informasi bahwa salah satu siswa yang diduga mengalami keracunan sempat dibawa ke Puskesmas Kembang Seri. Namun, alih-alih mendapatkan penanganan, pasien tersebut dikabarkan justru berakhir di Klinik Rizky Medika untuk mendapatkan perawatan medis.
Hingga saat ini, kasus dugaan keracunan MBG ini masih menjadi atensi serius Pemerintah Kabupaten Bengkulu Tengah. Operasional dapur penyedia MBG pun telah dihentikan sementara (disuspen) sembari menunggu hasil pemeriksaan laboratorium keluar.
Pihak berwenang mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan menunggu hasil investigasi menyeluruh agar kronologi peristiwa ini menjadi terang benderang.
(ABD)













