BENGKULU, FAKTABENGKULU.COM – Menteri Agama (Menag) Republik Indonesia, K.H. Nasaruddin Umar, memberikan apresiasi tinggi terhadap iklim kerukunan umat beragama di Provinsi Bengkulu. Menurutnya, harmoni yang terjaga dengan baik di Bumi Rafflesia ini menjadi modal utama dalam mengakselerasi pembangunan daerah, termasuk rencana strategis pendirian universitas negeri baru di Curup.
Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh K.H. Nasaruddin Umar usai membuka Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bengkulu, Jumat (24/4/2026).
Toleransi sebagai Kekuatan Pembangunan
Dalam pandangan Menag, kerukunan di Bengkulu bukanlah fenomena instan, melainkan buah dari kesadaran kolektif masyarakat yang menjunjung tinggi nilai gotong royong dan toleransi. Ia menegaskan bahwa solidaritas sosial ini harus terus dipupuk sebagai fondasi utama kemajuan daerah.
“Kerukunan umat beragama di Bengkulu termasuk yang terbaik di Indonesia. Kekuatan inilah yang harus kita manfaatkan sebagai fondasi untuk membangun sektor pendidikan, salah satunya dengan menghadirkan universitas negeri baru di Curup,” ujar K.H. Nasaruddin.
Fokus pada SDM Unggul dan Ekonomi Umat
Rencana pendirian universitas di Curup diproyeksikan tidak hanya sekadar menambah akses pendidikan tinggi, tetapi juga menjadi kawah candradimuka bagi generasi muda Bengkulu agar memiliki kecerdasan akademik yang selaras dengan nilai-nilai keagamaan dan kebangsaan yang kuat.
Selain sektor pendidikan, Menag juga menyoroti pentingnya pemberdayaan ekonomi umat. Ia menekankan bahwa pendekatan keagamaan dapat dioptimalkan sebagai instrumen untuk membangun kemandirian ekonomi masyarakat lintas agama di tengah dinamika ekonomi global.
Mitigasi Konflik di Era Digital
Menyadari tantangan zaman yang semakin kompleks, Menag juga menyoroti potensi kerawanan sosial di era digital, khususnya terkait isu penistaan agama. Pihaknya berkomitmen untuk memperkuat edukasi literasi digital kepada masyarakat melalui koordinasi intensif dengan jajaran Kakanwil Kemenag.
“Di era digital, potensi gesekan cukup besar. Kami akan terus bekerja sama dengan berbagai pihak untuk memberikan edukasi yang tepat agar harmoni yang sudah baik ini tidak terganggu oleh provokasi di dunia maya,” pungkasnya.
Langkah ini menunjukkan komitmen pemerintah pusat untuk terus mendukung stabilitas sosial sekaligus pemerataan pendidikan tinggi yang berkualitas di Provinsi Bengkulu.
(ABD)













