BENGKULU, faktabengkulu.com – Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Bengkulu resmi menggelar Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) Tahun 2026. Acara yang dipusatkan di Aula Hotel Grage Bengkulu pada Jumat, 24 April 2026 ini, terasa istimewa dengan kehadiran langsung Menteri Agama RI, K.H. Nasaruddin Umar.
Rakerwil kali ini mengusung misi besar: akselerasi transformasi layanan digital dan penguatan kerukunan umat beragama di Bumi Rafflesia.
Layanan Digital: Bukan Sekadar Wacana
Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Bengkulu, H. Saefudin, menegaskan bahwa Rakerwil ini merupakan titik tolak perubahanl pola pikir (mindset) ASN Kemenag di Bengkulu. Targetnya jelas, yakni mewujudkan sistem kerja yang modern, terbuka, dan paperless.
“Rakerwil ini bukan sekadar evaluasi rutin. Kami menyusun langkah konkret agar program ke depan lebih terukur dan adaptif. Kita ingin layanan keagamaan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat melalui sistem digital,” tegas Saefudin.
Sebanyak 232 peserta dari 10 kabupaten/kota, mulai dari pejabat eselon, kepala madrasah, hingga kepala KUA, hadir secara langsung maupun daring untuk merumuskan rekomendasi strategis dalam sidang-sidang komisi selama empat hari ke depan.
Potret Demografis dan Kerukunan Bengkulu
Dalam laporannya, Saefudin memaparkan data menarik mengenai keberagaman di Bengkulu. Dengan populasi sekitar 2,1 juta jiwa, umat Islam mendominasi sebesar 97,67 persen. Keberagaman ini didukung dengan ketersediaan rumah ibadah yang representatif, yakni:
- Masjid: ± 3.400 unit
- Gereja Protestan: 150 unit
- Gereja Katolik: 49 unit
- Pura: 40 unit
- Vihara: 12 unit
Pesan Menag: Agama Sebagai Penggerak Ekonomi
Menteri Agama, K.H. Nasaruddin Umar, memberikan apresiasi tinggi terhadap indeks kerukunan umat beragama di Bengkulu yang dinilai sangat stabil. Namun, ia mengingatkan bahwa tantangan masa depan bukan lagi sekadar menjaga kedamaian, melainkan pemberdayaan.
“Kerukunan di Bengkulu ini modal kuat. Fondasi ini harus digunakan untuk membangun program inklusif. Saya ingin pendekatan agama juga mampu menjadi motor penggerak ekonomi umat di semua kalangan,” ujar Menag dalam arahannya.
Sinyal Universitas Negeri Baru dan Penguatan Kelembagaan
Selain membahas Rencana Strategis (Renstra) 2025–2029, Rakerwil ini juga membawa kabar gembira bagi dunia pendidikan. Muncul sinyal kuat mengenai peluang pengembangan pendidikan tinggi, termasuk potensi lahirnya universitas negeri baru di bawah naungan Kemenag di Bengkulu.
Sebagai simbol dimulainya penguatan infrastruktur, Menag Nasaruddin Umar turut melakukan:
- Penandatanganan Prasasti SBSN 2025.
- Pengukuhan Pengurus BP4 Provinsi Bengkulu.
- Penanaman komitmen layanan modern di seluruh lini Kemenag.
Dengan semangat transformasi ini, Kemenag Bengkulu diharapkan tidak hanya menjadi instansi administratif, tetapi menjadi garda terdepan dalam pelayanan umat yang cepat, akurat, dan menyejahterakan.
(ABD)













