Menu

Mode Gelap
Sambut HUT ke-81 RI, Walikota Dedy Wahyudi Ajak Warga Gencarkan Gotong Royong Bersihkan Kota Bengkulu Bolos Sekolah saat Jam Pelajaran, Siswa SMAN 2 Kota Bengkulu Diciduk Satpol PP di Jalur Tikus Belakang Sekolah Kemarau Panjang Ancam Sawah Mukomuko, Dinas Pertanian Bergerak Cepat Petakan Wilayah Rentan   Tegas! Dikbud Kota Bengkulu Larang Keras Pungutan Biaya Lomba 17 Agustus di Sekolah Tanggap Cepat Kebakaran SMPN 19 Kota Bengkulu: Dikbud Ajukan Proposal Revitalisasi Rp2 Miliar ke Pusat  Program Prabawa Resmi Diluncurkan: Satpol PP Siaga di Tiap Kelurahan, Walikota Dedy Wahyudi Tegaskan Peran Baru 

Headline

Puluhan Anak di Rejang Lebong Diserang Flu Singapura, Dinkes Gencar Lakukan Tracking

badge-check

Puluhan Anak di Rejang Lebong Diserang Flu Singapura, Dinkes Gencar Lakukan Tracking Perbesar

REJANG LEBONG, FaktaBengkulu.com – Kasus penyakit Hand, Foot, and Mouth Disease (HFMD) atau yang lebih populer dikenal sebagai Flu Singapura, dilaporkan tengah merebak di Kabupaten Rejang Lebong. Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat mencatat, puluhan anak-anak telah terpapar infeksi virus ini dalam beberapa waktu terakhir.

Merespons fenomena tersebut, tim medis bergerak cepat melakukan pelacakan (tracking) secara intensif. Langkah ini diambil guna memetakan titik penyebaran virus sekaligus memutus mata rantai penularan di area-area sensitif seperti lingkungan sekolah dan pemukiman warga.

Kendala Pendataan: Tergabung dalam Laporan ISPA

Hingga saat ini, Dinkes Rejang Lebong belum bisa merilis angka pasti mengenai jumlah total penderita. Pasalnya, dalam sistem pelaporan kesehatan yang ada, data pasien Flu Singapura masih terintegrasi ke dalam kategori flu biasa dan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

Kepala Dinas Kesehatan Rejang Lebong, drg. Asep Setia Budiman, melalui Kasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM), Titin Julita, membenarkan adanya lonjakan laporan kasus pada anak-anak.

“Sejauh ini ada puluhan kasus terkait Flu Singapura. Untuk jumlah pastinya kita belum bisa sebutkan karena di sistem pelaporan masih tergabung ke data flu/ISPA,” ujar Titin saat dikonfirmasi pada Minggu (14/6/2026).

Opsi Lockdown Lokal Tempat Aktivitas Anak

Dinkes Rejang Lebong kini memfokuskan perhatian pada penelusuran lokasi-lokasi yang dicurigai menjadi episentrum penularan. Selain mengandalkan laporan dari fasilitas kesehatan (faskes), petugas juga menyaring informasi yang berkembang di tengah masyarakat.

Titin menegaskan, jika ditemukan klaster penularan yang kuat di tempat tertentu terutama pusat aktivitas anak-anak pihaknya tidak segan untuk mengambil tindakan tegas demi keselamatan publik.

“Jika memang ditemukan adanya penyebaran pada suatu lokasi tertentu, kami akan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk upaya pencegahan. Salah satu opsi yang dipertimbangkan adalah penutupan sementara (penutupan lokasi) sampai kondisi dinyatakan benar-benar aman,” jelasnya.

Kendati demikian, Dinkes meminta para orang tua untuk tetap tenang dan tidak panik. Flu Singapura pada dasarnya bersifat self-limiting disease, artinya penyakit ini bisa sembuh dengan sendirinya dalam kurun waktu 7 hingga 10 hari, asalkan pasien mendapatkan perawatan suportif yang tepat.

Panduan Pencegahan: Terapkan PHBS Sekarang Juga!

Untuk meminimalkan risiko penularan pada buah hati, Dinkes Rejang Lebong mengimbau masyarakat untuk memperketat Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Berikut beberapa langkah proteksi yang bisa dilakukan di rumah:

  • Rutin Cuci Tangan: Gunakan sabun dan air mengalir setelah dari toilet, mengganti popok, sebelum makan, serta sesudah batuk/bersin.
  • Etika Batuk dan Bersin: Tutup mulut dan hidung dengan tisu atau lengan baju bagian dalam, lalu segera buang tisu ke tempat sampah.
  • Sterilisasi Lingkungan: Bersihkan mainan anak, gagang pintu, meja, dan kursi menggunakan cairan disinfektan secara berkala.
  • Hindari Kontak Erat: Jangan berbagi alat makan, gelas, handuk, atau perlengkapan mandi dengan orang yang sedang sakit.

Apa yang Harus Dilakukan Jika Anak Telah Terpapar?

Jika anak Anda mulai menunjukkan gejala mirip Flu Singapura (seperti demam, muncul bintik merah, atau sariawan di mulut), segera lakukan langkah-langkah darurat berikut:

  • Isolasi Mandiri di Rumah: Istirahatkan anak dari aktivitas sekolah atau bermain di luar hingga seluruh lepuhan di kulit mengering.
  • Cegah Dehidrasi: Sariawan di mulut kerap membuat anak malas makan dan minum. Berikan air putih, susu, atau makanan berkuah hangat secara berkala dalam porsi kecil.
  • Hindari Makanan Pemicu: Jangan berikan makanan yang terlalu asam atau pedas karena bisa memicu rasa perih pada luka di mulut.
  • Konsultasi Medis: Segera bawa anak ke Puskesmas atau faskes terdekat untuk mendapatkan obat pereda gejala yang aman.

Waspadai Tanda Bahaya Ini!

Orang tua wajib segera melarikan anak ke Rumah Sakit (RS) terdekat jika mendapati gejala fatal berikut:

  • Anak mengalami dehidrasi hebat (lemas, buang air kecil berkurang, menangis tanpa air mata).
  • Demam tinggi yang tidak kunjung turun meskipun sudah diberi obat penurun panas.
  • Napas anak menjadi sangat cepat.
  • Anak tampak sangat mengantuk, terkulai lemas, dan sulit dibangunkan.

(ABD)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Sambut HUT ke-81 RI, Walikota Dedy Wahyudi Ajak Warga Gencarkan Gotong Royong Bersihkan Kota Bengkulu

5 Agustus 2026 - 20:07 WIB

Bolos Sekolah saat Jam Pelajaran, Siswa SMAN 2 Kota Bengkulu Diciduk Satpol PP di Jalur Tikus Belakang Sekolah

5 Agustus 2026 - 20:00 WIB

Kemarau Panjang Ancam Sawah Mukomuko, Dinas Pertanian Bergerak Cepat Petakan Wilayah Rentan  

5 Agustus 2026 - 19:56 WIB

Tegas! Dikbud Kota Bengkulu Larang Keras Pungutan Biaya Lomba 17 Agustus di Sekolah

4 Agustus 2026 - 19:00 WIB

Tanggap Cepat Kebakaran SMPN 19 Kota Bengkulu: Dikbud Ajukan Proposal Revitalisasi Rp2 Miliar ke Pusat 

4 Agustus 2026 - 18:56 WIB

Trending di Headline