Menu

Mode Gelap
Sambut HUT ke-81 RI, Walikota Dedy Wahyudi Ajak Warga Gencarkan Gotong Royong Bersihkan Kota Bengkulu Bolos Sekolah saat Jam Pelajaran, Siswa SMAN 2 Kota Bengkulu Diciduk Satpol PP di Jalur Tikus Belakang Sekolah Kemarau Panjang Ancam Sawah Mukomuko, Dinas Pertanian Bergerak Cepat Petakan Wilayah Rentan   Tegas! Dikbud Kota Bengkulu Larang Keras Pungutan Biaya Lomba 17 Agustus di Sekolah Tanggap Cepat Kebakaran SMPN 19 Kota Bengkulu: Dikbud Ajukan Proposal Revitalisasi Rp2 Miliar ke Pusat  Program Prabawa Resmi Diluncurkan: Satpol PP Siaga di Tiap Kelurahan, Walikota Dedy Wahyudi Tegaskan Peran Baru 

Headline

Polemik Relokasi Pasar Panorama Bengkulu: Pedagang Keluhkan Kondisi Lapak Dalam yang Sepi dan Sempit

badge-check

Polemik Relokasi Pasar Panorama Bengkulu: Pedagang Keluhkan Kondisi Lapak Dalam yang Sepi dan Sempit Perbesar

BENGKULU – Rencana Pemerintah Kota Bengkulu untuk merelokasi Pedagang Kaki Lima (PKL) dari badan jalan ke dalam area Pasar Panorama menghadapi hambatan. Hingga Kamis (25/12/2025), sejumlah pedagang menyatakan keberatannya karena menilai fasilitas di dalam pasar belum memadai untuk menunjang usaha mereka.

Berdasarkan pantauan di lapangan, beberapa alasan utama yang memicu penolakan para pedagang antara lain:

1. Penurunan Omzet dan Masalah Parkir

Salah seorang pedagang sayur, WI (45), mengungkapkan bahwa berjualan di dalam pasar justru membuat dagangannya tidak laku. Menurutnya, konsumen enggan masuk ke area dalam karena keberatan dengan biaya parkir tambahan. Ia menceritakan pengalaman pahitnya saat mencoba bertahan di dalam pasar selama dua minggu, di mana stok buah-buahannya habis membusuk karena sepinya pembeli.

2. Keterbatasan dan Status Kepemilikan Lapak

Kondisi fisik lapak di dalam pasar juga dikeluhkan karena ukurannya yang dianggap terlalu kecil. Selain itu, muncul persoalan administrasi di mana sebagian besar lapak sudah dimiliki oleh pihak lain. Hal ini memaksa pedagang baru untuk menyewa dari pemilik lapak dengan biaya yang cukup tinggi, berkisar antara Rp2 juta hingga Rp3 juta per bulan.

3. Kurangnya Sosialisasi dan Fasilitas Layak

Pedagang lainnya, Iis (35), menambahkan bahwa hingga saat ini belum ada sosialisasi yang jelas mengenai titik relokasi yang disediakan pemerintah. Ia menekankan bahwa pada dasarnya pedagang bersedia pindah asalkan pemerintah menyediakan tempat yang layak, terjangkau secara biaya, dan dilakukan secara serentak tanpa tebang pilih.

“Kalau memang dipindahkan ke dalam, pindahkan semua agar adil,” tegas WI di sela-sela kegiatannya berjualan di badan jalan.

Harapan Para pedagang berharap kebijakan penataan pasar ini dibarengi dengan solusi nyata, seperti penyediaan lapak yang memadai dan biaya sewa yang sesuai dengan kemampuan pedagang kecil. Mereka khawatir jika relokasi dilakukan tanpa persiapan matang, kebijakan tersebut justru akan mematikan sumber penghidupan mereka.

(ABD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Sambut HUT ke-81 RI, Walikota Dedy Wahyudi Ajak Warga Gencarkan Gotong Royong Bersihkan Kota Bengkulu

5 Agustus 2026 - 20:07 WIB

Bolos Sekolah saat Jam Pelajaran, Siswa SMAN 2 Kota Bengkulu Diciduk Satpol PP di Jalur Tikus Belakang Sekolah

5 Agustus 2026 - 20:00 WIB

Kemarau Panjang Ancam Sawah Mukomuko, Dinas Pertanian Bergerak Cepat Petakan Wilayah Rentan  

5 Agustus 2026 - 19:56 WIB

Tegas! Dikbud Kota Bengkulu Larang Keras Pungutan Biaya Lomba 17 Agustus di Sekolah

4 Agustus 2026 - 19:00 WIB

Tanggap Cepat Kebakaran SMPN 19 Kota Bengkulu: Dikbud Ajukan Proposal Revitalisasi Rp2 Miliar ke Pusat 

4 Agustus 2026 - 18:56 WIB

Trending di Headline