Menu

Otomatis
Breaking News

Headline

Polemik Relokasi Pasar Panorama Bengkulu: Pedagang Keluhkan Kondisi Lapak Dalam yang Sepi dan Sempit

badge-check

Polemik Relokasi Pasar Panorama Bengkulu: Pedagang Keluhkan Kondisi Lapak Dalam yang Sepi dan SempitPerbesar

BENGKULU – Rencana Pemerintah Kota Bengkulu untuk merelokasi Pedagang Kaki Lima (PKL) dari badan jalan ke dalam area Pasar Panorama menghadapi hambatan. Hingga Kamis (25/12/2025), sejumlah pedagang menyatakan keberatannya karena menilai fasilitas di dalam pasar belum memadai untuk menunjang usaha mereka.

Berdasarkan pantauan di lapangan, beberapa alasan utama yang memicu penolakan para pedagang antara lain:

1. Penurunan Omzet dan Masalah Parkir

Salah seorang pedagang sayur, WI (45), mengungkapkan bahwa berjualan di dalam pasar justru membuat dagangannya tidak laku. Menurutnya, konsumen enggan masuk ke area dalam karena keberatan dengan biaya parkir tambahan. Ia menceritakan pengalaman pahitnya saat mencoba bertahan di dalam pasar selama dua minggu, di mana stok buah-buahannya habis membusuk karena sepinya pembeli.

2. Keterbatasan dan Status Kepemilikan Lapak

Kondisi fisik lapak di dalam pasar juga dikeluhkan karena ukurannya yang dianggap terlalu kecil. Selain itu, muncul persoalan administrasi di mana sebagian besar lapak sudah dimiliki oleh pihak lain. Hal ini memaksa pedagang baru untuk menyewa dari pemilik lapak dengan biaya yang cukup tinggi, berkisar antara Rp2 juta hingga Rp3 juta per bulan.

3. Kurangnya Sosialisasi dan Fasilitas Layak

Pedagang lainnya, Iis (35), menambahkan bahwa hingga saat ini belum ada sosialisasi yang jelas mengenai titik relokasi yang disediakan pemerintah. Ia menekankan bahwa pada dasarnya pedagang bersedia pindah asalkan pemerintah menyediakan tempat yang layak, terjangkau secara biaya, dan dilakukan secara serentak tanpa tebang pilih.

“Kalau memang dipindahkan ke dalam, pindahkan semua agar adil,” tegas WI di sela-sela kegiatannya berjualan di badan jalan.

Harapan Para pedagang berharap kebijakan penataan pasar ini dibarengi dengan solusi nyata, seperti penyediaan lapak yang memadai dan biaya sewa yang sesuai dengan kemampuan pedagang kecil. Mereka khawatir jika relokasi dilakukan tanpa persiapan matang, kebijakan tersebut justru akan mematikan sumber penghidupan mereka.

(ABD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Warga Bumi Merah Putih Digegerkan Penemuan Jenazah Bayi dalam Kantong Plastik di Selokan Selebar

19 Sep 2026 - 17:22 WIB

Warga Bumi Merah Putih Digegerkan Penemuan Jenazah Bayi dalam Kantong Plastik di Selokan Selebar

Skandal Oknum Sekdes Taba Tembilang Kepergok Bersama Istri Orang, Warga Desak Pecat

19 Sep 2026 - 17:20 WIB

Skandal Oknum Sekdes Taba Tembilang Kepergok Bersama Istri Orang, Warga Desak Pecat

Penjaringan Warga: 2 Pria dan 5 Wanita Diciduk di Satu Kamar Kos Kandang Mas Dini Hari

19 Sep 2026 - 17:18 WIB

Penjaringan Warga: 2 Pria dan 5 Wanita Diciduk di Satu Kamar Kos Kandang Mas Dini Hari

Kabupaten Lebong Akselerasi Ketahanan Pangan Lewat Program Perikanan Darat Berkelanjutan

18 Sep 2026 - 19:39 WIB

Kabupaten Lebong Akselerasi Ketahanan Pangan Lewat Program Perikanan Darat Berkelanjutan

Penantian 10 Tahun Berakhir: Jalan Tanggul Rawa Makmur Kini Mulus Berseri, Warga Ucapkan Terima Kasih ke Pemkot

18 Sep 2026 - 19:34 WIB

Penantian 10 Tahun Berakhir: Jalan Tanggul Rawa Makmur Kini Mulus Berseri, Warga Ucapkan Terima Kasih ke Pemkot
Trending di Ekonomi