KOTA MANNA, FAKTABENGKULU.COM – Langkah masif diambil Pemerintah Kabupaten Bengkulu Selatan dalam memperkuat fundamental ekonomi di tingkat desa. Sebanyak 41 unit Koperasi Merah Putih (KMP) kini tengah dikebut pembangunannya. Meski beberapa di antaranya sudah berdiri kokoh, kendala lahan dan birokrasi masih menjadi tantangan di lapangan.
Kepala Dinas Perdagangan Bengkulu Selatan, Dwi Prian Dona, mengungkapkan bahwa hingga pertengahan April 2026 ini, enam unit koperasi telah dinyatakan rampung 100 persen.
Daftar Koperasi yang Sudah Rampung
Enam titik yang sudah siap beroperasi tersebut tersebar di beberapa wilayah strategis, antara lain:
- KMP Air Sulau
- KMP Jeranglah Rendah
- KMP Padang Tambak
- KMP Air Kemang
- KMP Tanggo Raso
- KMP Kayu Ajaran Air Tenam
“Sisanya masih dalam proses pengerjaan intensif. Kami targetkan unit lainnya segera menyusul agar manfaatnya bisa langsung dirasakan masyarakat desa,” ujar Dwi saat dikonfirmasi pada Selasa (14/4/2026).
Agustus 2026 Jadi Target Peresmian Nasional
Mengenai kapan koperasi ini mulai melayani warga, Dwi menyebut pihaknya masih menunggu instruksi resmi dari kementerian terkait. Namun, sinyal kuat menunjukkan peresmian serentak secara nasional akan dilakukan pada Agustus 2026 mendatang.
“Untuk Bengkulu Selatan, rencana peresmian akan dilakukan secara simbolis pada unit yang sudah siap. Fokus utama saat ini adalah wilayah desa, sementara untuk tingkat kelurahan masih dalam tahap pengusulan ke Sekretaris Daerah,” tambahnya.
Tantangan Lahan 30 x 20 Meter
Pembangunan 41 KMP ini bukan tanpa hambatan. Masalah klasik ketersediaan lahan menjadi sandungan utama bagi desa yang belum merampungkan fisik bangunan. Standar luas lahan yang dipatok adalah 30 x 20 meter, yang mana tidak semua desa memiliki aset tanah yang siap pakai di lokasi strategis.
Selain itu, Dwi menjelaskan bahwa proses administrasi dan perizinan memerlukan analisis mendalam sehingga memakan waktu lebih lama dari yang diperkirakan.
“Kami mengimbau desa maupun kelurahan yang belum memiliki lahan standar untuk segera mengidentifikasi lokasi. Ini penting agar percepatan pembangunan tidak terhenti di masalah teknis lahan saja,” tegasnya.
Dongkrak Ketahanan Pangan Lokal
Kehadiran Koperasi Merah Putih ini diharapkan tidak hanya menjadi badan usaha formal semata, tetapi menjadi motor penggerak ketahanan pangan. KMP diproyeksikan menjadi penyedia utama bahan pokok di desa-desa, sehingga stabilitas harga terjaga dan ekonomi warga berputar di lingkup lokal.
Dengan tuntasnya pembangunan ini nantinya, Bengkulu Selatan diharapkan menjadi salah satu daerah pionir di Provinsi Bengkulu yang sukses menjalankan transformasi ekonomi berbasis koperasi di era digital ini.
(ABD)













