FAKTABENGKULU.COM, BENGKULU – Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu menunjukkan komitmen kuat dalam memperkuat sistem pengelolaan dan pengkaderan Aparatur Sipil Negara (ASN). Hal ini dibuktikan dengan kesiapan Pemkot untuk melaksanakan pembangunan manajemen talenta ASN, sebuah langkah strategis yang diharapkan dapat melahirkan birokrasi yang lebih profesional dan kompeten.
Kesiapan tersebut ditegaskan oleh Wali Kota Bengkulu, Dedy Wahyudi, saat menghadiri kegiatan Pendampingan Pembangunan Manajemen Talenta. Acara yang berlangsung di Bumi Merah Putih ini turut dihadiri oleh peserta dari Kota Bengkulu, Kabupaten Kepahiang, dan Kabupaten Rejang Lebong. Hadir pula dalam kegiatan tersebut Kepala Kantor Regional VII Badan Kepegawaian Negara (BKN) Palembang, Heni Sri Wahyuni. Dari jajaran Pemkot Bengkulu, selain Wali Kota Dedy Wahyudi, tampak hadir Penjabat Sekretaris Daerah (Sekda) Medy Pebriansyah serta Asisten Administrasi Umum yang juga merangkap sebagai Plt Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Bengkulu, Tony Elfian.
Dalam sambutannya, Heni Sri Wahyuni menyoroti pentingnya kegiatan ini sebagai langkah awal kolaborasi tiga instansi dalam membangun manajemen talenta. Ia menekankan bahwa BKN berperan sebagai pendamping, sedangkan eksekusi dan tindak lanjut sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing instansi.
”Dari tiga instansi, bersama-sama kita akan memulai melakukan pembangunan manajemen talenta. Peranan kami hanya pendampingan. Tetap yang melakukan action-nya adalah teman-teman dari instansi masing-masing,” papar Heni. Ia juga mengingatkan pentingnya mematuhi target waktu penyelesaian manajemen talenta yang telah ditetapkan bersama.
Wali Kota Bengkulu, Dedy Wahyudi, menyambut antusias kebijakan manajemen talenta ini. Ia mengibaratkan manajemen talenta layaknya sebuah buku menu yang menyajikan beragam pilihan terbaik bagi kepala daerah selaku Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK).
”Saya bisa memahami niat baik BKN untuk bagaimana kepala daerah selaku PPK, ibarat makan tentu ada menu. Mau pakai ayam atau ikan, seleranya apa. Maka menu itu tersedia di manajemen talenta,” ungkap Dedy dengan analogi yang menarik.
Lebih lanjut, Dedy menekankan pentingnya manajemen talenta untuk memastikan proses pengkaderan ASN berjalan dengan jelas dan terukur. Sistem ini dirancang untuk memudahkan identifikasi kader terbaik sejak dini, sehingga meminimalisir unsur subjektivitas dalam promosi jabatan dan pengembangan karier.
”Ini program yang sangat baik dalam rangka promosi jabatan, kemudian kepastian karir dari ASN betul-betul disiapkan sejak dini dan ini kepala daerah diberikan semacam pilihan menu terhadap kader-kader terbaik tadi,” tambah Dedy.
Meskipun demikian, Dedy menegaskan bahwa otoritas tertinggi dalam menentukan figur yang paling tepat tetap berada di tangan kepala daerah. Sistem manajemen talenta hadir sebagai alat bantu yang objektif untuk mendukung pengambilan keputusan tersebut.
Dedy juga menyoroti kriteria penilaian ASN yang tidak boleh hanya bertumpu pada kecerdasan akademis semata. “Tidak cukup pintar saja. Tapi harus pintar-pintar. Tidak cukup pandai saja, tapi harus pandai-pandai,” tegasnya, mengisyaratkan pentingnya kecerdasan emosional dan kemampuan beradaptasi dalam organisasi.
Di akhir sambutannya, Dedy kembali menegaskan kesiapan Kota Bengkulu dalam mengimplementasikan manajemen talenta sebagai bagian tak terpisahkan dari pembenahan tata kelola ASN dan penguatan sistem pengkaderan di lingkungan Pemerintah Kota Bengkulu.
(ABD)

















