Menu

Mode Gelap
Heboh Kemeriahan CFD HUT Bhayangkara ke-80 di Rejang Lebong, Ada SIM Keliling hingga Berobat Gratis! Sempat Tersendat Berbulan-bulan, DD dan ADD 2026 di Rejang Lebong Akhirnya Cair! Pemdes Diminta Ngebut Dipicu Dendam Lama dan Tatapan Sengit, Petani di Binduriang Ditikam Saat Joget di Pesta Pernikahan Orang Tua Jangan Mau Dipungut Biaya! Dikbud Seluma Tegaskan SPMB 2026 Tingkat SD dan SMP Gratis Tis! Jeritan Pemilik RAM di Bengkulu Selatan: Antrean Pabrik Berhari-hari Bikin TBS Sawit Membusuk dan Rugi Besar UMKM Wajib Tahu! Ini Cara Pendaftaran Merek Dagang di Festival Tabut 2026, Cukup Bayar Rp500 Ribu

Headline

Pastikan Stok BBM Aman, Pemkot dan Polresta Bengkulu Sidak Sejumlah SPBU: Jangan Panic Buying!

badge-check


Pastikan Stok BBM Aman, Pemkot dan Polresta Bengkulu Sidak Sejumlah SPBU: Jangan Panic Buying! Perbesar

BENGKULU, FaktaBengkulu.com – Menanggapi keresahan warga terkait isu kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM), Pemerintah Kota Bengkulu bergerak cepat. Walikota Bengkulu Dedy Wahyudi bersama Kapolresta Bengkulu Kombes Pol. Rahmad Hidayat melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah SPBU untuk memastikan ketersediaan stok tetap stabil.

Langkah ini diambil guna meredam potensi kepanikan masyarakat yang dapat memicu antrean panjang dan praktik penimbunan.

Stok Melimpah, Warga Diminta Tenang

Dalam pantauannya di lapangan, Walikota Dedy Wahyudi menegaskan bahwa kondisi tangki penyimpanan di SPBU masih berada di level aman. Ia meminta masyarakat tidak terjebak dalam fenomena panic buying atau pembelian berlebihan.

“Kami sudah cek langsung, ada yang stoknya masih 11 ton, ada yang 8 ton. Kalaupun posisi sekarang sedang menipis, pasokan baru segera masuk. Jadi, tidak ada alasan untuk khawatir,” tegas Dedy Wahyudi di sela-sela peninjauan.

Tak hanya soal stok, pengawasan ketat juga diarahkan pada praktik kecurangan. Walikota memberi peringatan keras bagi pihak-pihak yang mencoba mengambil keuntungan pribadi dengan cara menimbun BBM.

Senada dengan hal tersebut, Kapolresta Bengkulu Kombes Pol. Rahmad Hidayat menyatakan bahwa pihaknya telah menyiapkan sanksi tegas bagi pelaku “pengunjal”—orang yang mengisi BBM berkali-kali secara mencurigakan untuk dijual kembali atau ditimbun.

“Kami minta pengelola SPBU waspada. Jika ada mobil atau motor yang bolak-balik mengisi BBM, segera lapor ke Call Center 110. Kami tidak segan melakukan tindakan hukum bagi siapa saja yang mencari kesempatan dalam kesempitan,” ujar Kombes Pol. Rahmad Hidayat.

Kegiatan sidak ini merupakan hasil koordinasi cepat antara Gubernur Bengkulu, Walikota, hingga jajaran Kapolda Bengkulu. Berikut adalah poin utama langkah antisipasi yang dilakukan:

  • Patroli Rutin: Penempatan personil polisi di SPBU untuk mengatur antrean agar tetap tertib.
  • Pengawasan 24 Jam: Memastikan tidak ada praktik kecurangan atau operasional SPBU yang menyalahi aturan.
  • Jaminan Pemerintah: Pemerintah menjamin ketersediaan bahan bakar mencukupi untuk kebutuhan harian warga Kota Bengkulu.

“Kami pastikan ketersediaan aman. Pemerintah menjamin itu. Jika kita semua tidak panik dan membeli sesuai kebutuhan, situasi akan tetap normal,” tutup Dedy Wahyudi.

Dengan adanya jaminan dari pihak otoritas, masyarakat diimbau untuk tetap beraktivitas seperti biasa dan tidak terpengaruh isu-isu yang belum tentu kebenarannya terkait kelangkaan BBM.

(ABD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Heboh Kemeriahan CFD HUT Bhayangkara ke-80 di Rejang Lebong, Ada SIM Keliling hingga Berobat Gratis!

21 Juni 2026 - 20:00 WIB

Sempat Tersendat Berbulan-bulan, DD dan ADD 2026 di Rejang Lebong Akhirnya Cair! Pemdes Diminta Ngebut

21 Juni 2026 - 19:55 WIB

Dipicu Dendam Lama dan Tatapan Sengit, Petani di Binduriang Ditikam Saat Joget di Pesta Pernikahan

21 Juni 2026 - 19:48 WIB

Orang Tua Jangan Mau Dipungut Biaya! Dikbud Seluma Tegaskan SPMB 2026 Tingkat SD dan SMP Gratis Tis!

20 Juni 2026 - 19:10 WIB

Jeritan Pemilik RAM di Bengkulu Selatan: Antrean Pabrik Berhari-hari Bikin TBS Sawit Membusuk dan Rugi Besar

20 Juni 2026 - 19:04 WIB

Trending di Ekonomi