REJANG LEBONG, FaktaBengkulu.com – Tim gabungan dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bengkulu, Polsek Bermani Ulu, dan Pemerintah Desa Pal 100 bergerak cepat melakukan aksi penyelamatan dan pengusiran beruang madu di kawasan perkebunan warga, Rabu (3/6/2026). Langkah tegas ini diambil guna memutus rantai konflik antara manusia dan satwa liar yang sempat memakan korban.
Aksi penyisiran dan pengusiran ini merupakan buntut dari insiden mengerikan yang menimpa Damhuri (62), seorang petani kopi asal Desa Pal 100, Kecamatan Bermani Ulu Raya (BUR), Kabupaten Rejang Lebong. Lansia tersebut terpaksa dilarikan ke rumah sakit setelah mendapat serangan mendadak dari seekor beruang madu pada Minggu (31/5/2026) pagi, yang mengakibatkan luka robek cukup parah di paha kirinya.
Suara Ledakan Dikerahkan untuk Halau Satwa
Kapolsek Bermani Ulu, Iptu Ronal Pasaribu, mengungkapkan bahwa tim gabungan langsung turun ke titik lokasi kejadian untuk menyisir area kebun kopi milik warga. Demi memastikan keamanan masyarakat yang menggantungkan hidupnya di perkebunan tersebut, petugas menggunakan metode polusi suara untuk menakuti satwa.
“Tadi telah dilaksanakan upaya pengusiran hewan beruang dengan cara membunyikan suara-suara ledakan agar satwa kembali menjauh dari area kebun masyarakat dan masuk lagi ke habitat aslinya,” ujar Iptu Ronal kepada awak media, Rabu (3/6/2026).
Beruntung, berdasarkan hasil pemantauan intensif di lapangan hingga sore hari, petugas belum menemukan lagi adanya tanda-tanda kehadiran atau jejak baru dari beruang madu tersebut, baik di area perkebunan maupun di dekat pemukiman warga.
Imbauan Penting BKSDA: Jangan Pergi ke Kebun Sendirian!
Sementara itu, Kepala Seksi Konservasi Wilayah I BKSDA Bengkulu, Said Jauhari, menegaskan bahwa pihaknya akan terus memantau situasi di Desa Pal 100. Ia meminta masyarakat untuk sementara waktu meningkatkan kewaspadaan ekstra saat beraktivitas di kebun, terutama yang berbatasan langsung dengan kawasan hutan.
Said memberikan tips aman bagi para petani untuk menghindari potensi serangan fatal dari satwa liar:
- Berkelompok: Jangan pernah pergi ke kebun sendirian. Minimal pergilah dalam kelompok kecil berisi 3 orang agar lebih aman.
- Jangan Mengganggu Satwa: Jika tidak sengaja berpapasan dengan beruang madu yang sedang mencari makan, segera menjauh dan jangan sekali-kali mendekatinya.
- Sifat Defensif: Satwa liar secara alami akan langsung menyerang dan bertindak defensif jika mereka merasa terancam atau terganggu saat sedang makan.
“Tujuan utama pengusiran ini adalah mengembalikan beruang tersebut ke dalam hutan (habitatnya). Kami berharap masyarakat bisa bekerja sama dengan menerapkan pola aman ini saat berada di kebun,” pungkas Said.
Hingga berita ini diturunkan, pihak BKSDA Bengkulu bersama aparat penegak hukum setempat masih bersiaga untuk mengantisipasi kemunculan kembali satwa dilindungi tersebut demi menjamin rasa aman warga setempat.
(ABD)













