Menu

Mode Gelap
Heboh Kemeriahan CFD HUT Bhayangkara ke-80 di Rejang Lebong, Ada SIM Keliling hingga Berobat Gratis! Sempat Tersendat Berbulan-bulan, DD dan ADD 2026 di Rejang Lebong Akhirnya Cair! Pemdes Diminta Ngebut Dipicu Dendam Lama dan Tatapan Sengit, Petani di Binduriang Ditikam Saat Joget di Pesta Pernikahan Orang Tua Jangan Mau Dipungut Biaya! Dikbud Seluma Tegaskan SPMB 2026 Tingkat SD dan SMP Gratis Tis! Jeritan Pemilik RAM di Bengkulu Selatan: Antrean Pabrik Berhari-hari Bikin TBS Sawit Membusuk dan Rugi Besar UMKM Wajib Tahu! Ini Cara Pendaftaran Merek Dagang di Festival Tabut 2026, Cukup Bayar Rp500 Ribu

Headline

Pasca Banjir Bandang Lebong, BPBD Minta Warga Tetap Siaga: Waspada Bencana Susulan!

badge-check


Pasca Banjir Bandang Lebong, BPBD Minta Warga Tetap Siaga: Waspada Bencana Susulan! Perbesar

LEBONG, FaktaBengkulu.com – Meski kondisi air mulai surut, ancaman bencana di Kabupaten Lebong belum sepenuhnya berlalu. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebong mengeluarkan peringatan keras kepada masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana susulan akibat cuaca ekstrem yang masih membayangi.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lebong, Saprul, menegaskan bahwa wilayah bantaran sungai dan daerah lereng perbukitan menjadi titik paling rawan saat ini. Ia meminta warga tidak lengah meski situasi mulai kondusif.

“Kami imbau masyarakat, terutama yang tinggal di pinggir sungai dan daerah rawan longsor, untuk selalu hati-hati. Cuaca ekstrem masih berpotensi memicu bencana lanjutan,” ujar Saprul saat dikonfirmasi pada Minggu (12/4/2026).

Daftar Wilayah Terdampak: Ratusan Rumah Rusak

Berdasarkan data terbaru yang dihimpun tim di lapangan, dampak banjir bandang dan tanah longsor ini tersebar di lima kecamatan, yakni Uram Jaya, Amen, Lebong Utara, Lebong Tengah, dan Pinang Belapis.

Kerugian materil cukup signifikan dengan rincian rumah terdampak sebagai berikut:

  • Desa Kota Agung: 374 KK (rusak ringan) dan 10 hektare sawah terendam.
  • Desa Nangai Amen: 273 KK (rusak ringan) dan 13 KK (rusak berat).
  • Desa Tangua: 270 KK (rusak ringan) dan 1 KK (rusak berat).
  • Kelurahan Pasar Muara Aman: 138 KK (rusak ringan).
  • Kampung Muara Aman: 137 KK (rusak ringan).

Fasilitas Umum Lumpuh, Ribuan Buku Sekolah Hancur

Bencana ini tidak hanya menghantam permukiman, tetapi juga melumpuhkan sejumlah infrastruktur vital. Di Desa Tunggang, sebuah jembatan gantung dilaporkan putus total, sementara jalan usaha tani tertutup material longsor. Jaringan irigasi dan pipa air bersih warga di beberapa desa juga mengalami kerusakan parah.

Sektor pendidikan menjadi salah satu yang paling terpukul. Di SMPN 01 Lebong, tercatat sekitar 8.000 eksemplar buku perpustakaan hancur terendam lumpur. Selain itu, ratusan meja, kursi, hingga perangkat elektronik seperti komputer dan laptop di beberapa sekolah (SDN 76, SMPN 03, SMPN 09, dan SMP Muhammadiyah 05) dilaporkan rusak berat.

Lapor Segera Jika Ada Tanda Bahaya

BPBD Lebong meminta warga aktif memantau kondisi lingkungan sekitar. Jika ditemukan adanya retakan tanah, peningkatan debit air sungai yang tidak wajar, atau pergerakan tanah di perbukitan, warga diminta segera melapor ke posko terdekat.

“Proses pemulihan saat ini sedang berjalan, koordinasi lintas instansi terus kami lakukan. Prioritas kami adalah memastikan keselamatan warga dan memulihkan akses fasilitas publik,” tutup Saprul.

(ABD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Heboh Kemeriahan CFD HUT Bhayangkara ke-80 di Rejang Lebong, Ada SIM Keliling hingga Berobat Gratis!

21 Juni 2026 - 20:00 WIB

Sempat Tersendat Berbulan-bulan, DD dan ADD 2026 di Rejang Lebong Akhirnya Cair! Pemdes Diminta Ngebut

21 Juni 2026 - 19:55 WIB

Orang Tua Jangan Mau Dipungut Biaya! Dikbud Seluma Tegaskan SPMB 2026 Tingkat SD dan SMP Gratis Tis!

20 Juni 2026 - 19:10 WIB

Jeritan Pemilik RAM di Bengkulu Selatan: Antrean Pabrik Berhari-hari Bikin TBS Sawit Membusuk dan Rugi Besar

20 Juni 2026 - 19:04 WIB

UMKM Wajib Tahu! Ini Cara Pendaftaran Merek Dagang di Festival Tabut 2026, Cukup Bayar Rp500 Ribu

20 Juni 2026 - 19:00 WIB

Trending di Ekonomi