BENGKULU, FAKTABENGKULU.COM – Komitmen Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu dalam menghadirkan pelayanan publik yang prima terus diperkuat, khususnya di sektor kesehatan. Saat ini, warga tidak perlu lagi menempuh jarak jauh untuk mendapatkan penanganan medis dasar, berkat optimalisasi 54 Puskesmas Pembantu (Pustu) yang tersebar di sembilan kecamatan.
Langkah ini diambil untuk memastikan layanan kesehatan di Kota Bengkulu semakin cepat, mudah, dan merata hingga ke tingkat kelurahan. Pustu kini diposisikan sebagai ujung tombak yang menjangkau masyarakat yang tinggal cukup jauh dari Puskesmas induk.
Pemerataan Berbasis Kebutuhan Masyarakat
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bengkulu, Nelli Hartati, menjelaskan bahwa keberadaan 54 Pustu tersebut merupakan pendukung utama dari 20 Puskesmas induk yang sudah ada. Strategi penempatan Pustu ini tidak dilakukan sembarangan, melainkan berdasarkan kepadatan penduduk dan kebutuhan riil di lapangan.
“Kami menyiagakan 54 Pustu di sembilan kecamatan. Ini adalah langkah konkret untuk mendekatkan layanan kesehatan kepada warga. Bahkan, di beberapa kelurahan yang mobilitas dan jumlah penduduknya tinggi, kami menempatkan dua hingga tiga Pustu,” ujar Nelli, Minggu (10/5/2026).
Wilayah Strategis dan Efisiensi Layanan
Meskipun penyebaran Pustu masif dilakukan, Nelli menyebutkan ada beberapa wilayah yang memang tidak memiliki Pustu. Hal ini dikarenakan wilayah tersebut secara geografis sudah berada dalam jangkauan langsung Puskesmas induk.
“Beberapa kawasan seperti Padang Harapan dan Jalan Gedang tidak memiliki Pustu karena sudah terlayani secara optimal oleh fasilitas kesehatan utama atau Puskesmas induk di sana. Jadi, asasnya adalah efisiensi dan ketepatan sasaran,” tambahnya.
Harapan Masyarakat Terhadap Layanan Kesehatan Dasar
Dengan hadirnya Pustu yang siaga, Pemkot Bengkulu berharap tidak ada lagi kendala bagi warga untuk mendapatkan pengecekan kesehatan rutin maupun pengobatan ringan. Penguatan fasilitas ini merupakan bagian dari visi besar kota untuk menciptakan masyarakat yang sehat dan produktif.
Melalui akses yang semakin dekat ke rumah tinggal, masyarakat diharapkan lebih proaktif dalam memeriksakan kondisi kesehatan mereka secara dini tanpa harus khawatir dengan kendala jarak dan waktu.
(ABD)













