BENGKULU, faktabengkulu.com – Langkah konkret menuju transformasi digital terus dipacu Pemerintah Provinsi Bengkulu. Guna mengikis kesenjangan sinyal di wilayah pelosok, Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Kominfotik) Provinsi Bengkulu resmi mengusulkan pembangunan Base Transceiver Station (BTS) di empat wilayah blank spot strategis.
Aspirasi ini disampaikan langsung oleh Kepala Dinas Kominfotik Provinsi Bengkulu, Nelly Alesa, saat menerima kunjungan kerja Anggota DPD RI Dapil Bengkulu, Destita Khairilisani. (9/5/2026).
Menghapus Jejak ‘Blank Spot’ di Bengkulu
Ketersediaan akses internet yang merata menjadi fondasi utama dalam mewujudkan program Smart Province. Namun, kenyataannya masih ada beberapa titik di Bengkulu yang minim jangkauan sinyal (blank spot).
“Kunjungan Senator Ibu Destita menjadi momentum penting bagi kami. Kami menitipkan aspirasi strategis, salah satunya adalah percepatan pembangunan BTS untuk empat daerah yang saat ini masih berstatus blank spot,” ujar Nelly Alesa.
Selain masalah infrastruktur fisik seperti BTS, Nelly juga memaparkan beberapa tantangan digitalisasi lainnya, di antaranya:
- Kapasitas Penyimpanan Data: Kebutuhan dukungan Pusat Data Nasional (PDN) karena keterbatasan memori server daerah.
- Satu Data Bengkulu: Penguatan integrasi data lintas sektor untuk pelayanan publik.
- SDM Digital: Peningkatan kompetensi sumber daya manusia agar mampu mengelola teknologi terbaru.
Kolaborasi Pusat dan Daerah
Nelly menambahkan bahwa Gubernur Bengkulu sebelumnya telah berkoordinasi langsung dengan Menteri Komunikasi dan Digital RI. Kehadiran Destita Khairilisani sebagai representatif daerah di tingkat pusat diharapkan mampu memperkuat daya tawar (advokasi) Bengkulu agar usulan ini segera terealisasi.
“Kami berharap Ibu Senator bisa menjembatani komunikasi, tidak hanya ke pemerintah pusat, tapi juga menggerakkan sinergi antar kepala daerah di tingkat kabupaten/kota untuk mendukung smart city,” tambah Nelly.
Komitmen Senator Destita: “Ini PR Bersama”
Merespons aspirasi tersebut, Senator Destita Khairilisani menyatakan kesiapannya untuk mengawal usulan pembangunan infrastruktur digital ini di Senayan. Menurutnya, akses informasi adalah hak seluruh masyarakat Bengkulu, termasuk mereka yang berada di desa terpencil.
“Aspirasi dari teman-teman Kominfo, KPID, dan KIP ini sudah saya catat dengan seksama. Ini adalah PR kita bersama. Sebagai wakil daerah, saya siap berkolaborasi dan memperjuangkan anggaran serta kebijakan di pusat agar transformasi digital di Bengkulu bukan sekadar wacana,” tegas Destita.
Srikandi Bengkulu ini optimis bahwa dengan sinergi yang kuat, pemerataan akses digital akan meningkatkan taraf ekonomi dan kualitas pendidikan masyarakat di seluruh pelosok Provinsi Bengkulu.
(ABD)













