Menu

Mode Gelap
Heboh Kemeriahan CFD HUT Bhayangkara ke-80 di Rejang Lebong, Ada SIM Keliling hingga Berobat Gratis! Sempat Tersendat Berbulan-bulan, DD dan ADD 2026 di Rejang Lebong Akhirnya Cair! Pemdes Diminta Ngebut Dipicu Dendam Lama dan Tatapan Sengit, Petani di Binduriang Ditikam Saat Joget di Pesta Pernikahan Orang Tua Jangan Mau Dipungut Biaya! Dikbud Seluma Tegaskan SPMB 2026 Tingkat SD dan SMP Gratis Tis! Jeritan Pemilik RAM di Bengkulu Selatan: Antrean Pabrik Berhari-hari Bikin TBS Sawit Membusuk dan Rugi Besar UMKM Wajib Tahu! Ini Cara Pendaftaran Merek Dagang di Festival Tabut 2026, Cukup Bayar Rp500 Ribu

Headline

Oknum Guru di Seluma Diduga Hina Mantan Murid, Pihak Terkait Akan Ambil Langkah Tegas ?

badge-check


Oknum Guru di Seluma Diduga Hina Mantan Murid, Pihak Terkait Akan Ambil Langkah Tegas ? Perbesar

Sukaraja, Seluma, Faktabengkulu.com – Hal yang tidak pantas dilakukan oleh seorang oknum guru di Kabupaten Seluma. Perlakuan yg tidak pantas tersebut ialah menghina seorang mantan muridnya secara ekonomi. Sontak kejadian tersebut menjadi sorotan publik pendidikan.

Oknum guru yang bernama Despa Nanda Ahmad yang diketahui adalah guru di SMAN 6 Seluma (Sukaraja), mengomentari postingan tiktok mantan muridnya yang berinisial G dengan narasi seolah menghina.

“Uang sekolah SMA bae nido tebayar, mano ndak kuliah”, tulis Despa Nanda Ahmad di kolom komentar mantan muridnya.

Pihak keluarga G, Pirda Maya Tika sangat menyesali dan sangat keberatan atas tindakan yang dilakukan oleh oknum guru tersebut.

“Kami sangat keberatan. Itu bukan kritik, tapi merendahkan dan menyangkut mental keponakan saya. Apalagi yang menyampaikan adalah guru yang seharusnya memberi contoh etika dan empati,” ujar salah satu anggota keluarga G.

Tak hanya itu, polemik semakin memanas setelah guru SMAN 6 Sukaraja, Despa Nanda Ahmad kembali mengunggah pernyataan di akun media sosialnya.

Dalam unggahan tersebut, Despa diduga menyampaikan pernyataan bernada sumpah dan doa buruk terhadap mantan muridnya.

“Saya menyesal sudah membantu selama tiga tahun. Tidak akan sukses tujuh turunan, tidak akan menjadi orang baik sebelum minta maaf”, unggahan di akun Facebook milik sang guru itu kembali membuat keluarga G semakin marah.

Pihak keluarga G menilai pernyataan tersebut menunjukkan sikap tidak profesional dan mencederai marwah seorang pendidik.

“Guru seharusnya mendoakan yang baik, bukan menyumpahi. Kami hanya meminta satu hal, yaitu permintaan maaf secara terbuka,” tegas keluarga G.

Keluarga G berharap ada langkah pembinaan dari pihak terkait agar kejadian serupa tidak terulang serta etika pendidik di ruang digital dapat tetap dijaga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Heboh Kemeriahan CFD HUT Bhayangkara ke-80 di Rejang Lebong, Ada SIM Keliling hingga Berobat Gratis!

21 Juni 2026 - 20:00 WIB

Sempat Tersendat Berbulan-bulan, DD dan ADD 2026 di Rejang Lebong Akhirnya Cair! Pemdes Diminta Ngebut

21 Juni 2026 - 19:55 WIB

Dipicu Dendam Lama dan Tatapan Sengit, Petani di Binduriang Ditikam Saat Joget di Pesta Pernikahan

21 Juni 2026 - 19:48 WIB

Orang Tua Jangan Mau Dipungut Biaya! Dikbud Seluma Tegaskan SPMB 2026 Tingkat SD dan SMP Gratis Tis!

20 Juni 2026 - 19:10 WIB

Jeritan Pemilik RAM di Bengkulu Selatan: Antrean Pabrik Berhari-hari Bikin TBS Sawit Membusuk dan Rugi Besar

20 Juni 2026 - 19:04 WIB

Trending di Ekonomi