Menu

Mode Gelap
Sambut HUT ke-81 RI, Walikota Dedy Wahyudi Ajak Warga Gencarkan Gotong Royong Bersihkan Kota Bengkulu Bolos Sekolah saat Jam Pelajaran, Siswa SMAN 2 Kota Bengkulu Diciduk Satpol PP di Jalur Tikus Belakang Sekolah Kemarau Panjang Ancam Sawah Mukomuko, Dinas Pertanian Bergerak Cepat Petakan Wilayah Rentan   Tegas! Dikbud Kota Bengkulu Larang Keras Pungutan Biaya Lomba 17 Agustus di Sekolah Tanggap Cepat Kebakaran SMPN 19 Kota Bengkulu: Dikbud Ajukan Proposal Revitalisasi Rp2 Miliar ke Pusat  Program Prabawa Resmi Diluncurkan: Satpol PP Siaga di Tiap Kelurahan, Walikota Dedy Wahyudi Tegaskan Peran Baru 

Headline

Oknum Guru di Seluma Diduga Hina Mantan Murid, Pihak Terkait Akan Ambil Langkah Tegas ?

badge-check

Oknum Guru di Seluma Diduga Hina Mantan Murid, Pihak Terkait Akan Ambil Langkah Tegas ? Perbesar

Sukaraja, Seluma, Faktabengkulu.com – Hal yang tidak pantas dilakukan oleh seorang oknum guru di Kabupaten Seluma. Perlakuan yg tidak pantas tersebut ialah menghina seorang mantan muridnya secara ekonomi. Sontak kejadian tersebut menjadi sorotan publik pendidikan.

Oknum guru yang bernama Despa Nanda Ahmad yang diketahui adalah guru di SMAN 6 Seluma (Sukaraja), mengomentari postingan tiktok mantan muridnya yang berinisial G dengan narasi seolah menghina.

“Uang sekolah SMA bae nido tebayar, mano ndak kuliah”, tulis Despa Nanda Ahmad di kolom komentar mantan muridnya.

Pihak keluarga G, Pirda Maya Tika sangat menyesali dan sangat keberatan atas tindakan yang dilakukan oleh oknum guru tersebut.

“Kami sangat keberatan. Itu bukan kritik, tapi merendahkan dan menyangkut mental keponakan saya. Apalagi yang menyampaikan adalah guru yang seharusnya memberi contoh etika dan empati,” ujar salah satu anggota keluarga G.

Tak hanya itu, polemik semakin memanas setelah guru SMAN 6 Sukaraja, Despa Nanda Ahmad kembali mengunggah pernyataan di akun media sosialnya.

Dalam unggahan tersebut, Despa diduga menyampaikan pernyataan bernada sumpah dan doa buruk terhadap mantan muridnya.

“Saya menyesal sudah membantu selama tiga tahun. Tidak akan sukses tujuh turunan, tidak akan menjadi orang baik sebelum minta maaf”, unggahan di akun Facebook milik sang guru itu kembali membuat keluarga G semakin marah.

Pihak keluarga G menilai pernyataan tersebut menunjukkan sikap tidak profesional dan mencederai marwah seorang pendidik.

“Guru seharusnya mendoakan yang baik, bukan menyumpahi. Kami hanya meminta satu hal, yaitu permintaan maaf secara terbuka,” tegas keluarga G.

Keluarga G berharap ada langkah pembinaan dari pihak terkait agar kejadian serupa tidak terulang serta etika pendidik di ruang digital dapat tetap dijaga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Sambut HUT ke-81 RI, Walikota Dedy Wahyudi Ajak Warga Gencarkan Gotong Royong Bersihkan Kota Bengkulu

5 Agustus 2026 - 20:07 WIB

Bolos Sekolah saat Jam Pelajaran, Siswa SMAN 2 Kota Bengkulu Diciduk Satpol PP di Jalur Tikus Belakang Sekolah

5 Agustus 2026 - 20:00 WIB

Kemarau Panjang Ancam Sawah Mukomuko, Dinas Pertanian Bergerak Cepat Petakan Wilayah Rentan  

5 Agustus 2026 - 19:56 WIB

Tegas! Dikbud Kota Bengkulu Larang Keras Pungutan Biaya Lomba 17 Agustus di Sekolah

4 Agustus 2026 - 19:00 WIB

Tanggap Cepat Kebakaran SMPN 19 Kota Bengkulu: Dikbud Ajukan Proposal Revitalisasi Rp2 Miliar ke Pusat 

4 Agustus 2026 - 18:56 WIB

Trending di Headline