Menu ✖

Otomatis
Breaking News

Headline

Negara Rugi Rp7,2 Miliar! Eks Kepala BPN dan Pengacara Jalani Sidang Perdana Korupsi Tol Bengkulu

badge-check

Negara Rugi Rp7,2 Miliar! Eks Kepala BPN dan Pengacara Jalani Sidang Perdana Korupsi Tol BengkuluPerbesar

BENGKULU – Kasus dugaan korupsi pembebasan lahan proyek strategis nasional, Jalan Tol Bengkulu–Taba Penanjung, memasuki babak baru. Sidang perdana yang mengungkap kerugian negara hingga miliaran rupiah resmi digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Bengkulu, Rabu (7/1/2026).

Dalam persidangan tersebut, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Bengkulu Tengah membeberkan keterlibatan empat terdakwa yang diduga melakukan kongkalikong dalam proses ganti rugi lahan pada periode 2019-2020.

Keempat sosok yang duduk di kursi pesakitan ini berasal dari latar belakang profesional yang berbeda, yakni:

  • Ir. Hazairin Masrie: Mantan Kepala BPN Bengkulu Tengah.
  • Ahadiya Seftiana: Mantan Kasi Hukum BPN Bengkulu Tengah (Ketua Satgas B).
  • Toto Suharto: Kepala Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP).
  • Hartanto: Advokat/Penasihat Hukum warga terdampak.

Kasus ini mencuat setelah ditemukan ketidakberesan dalam pendataan lahan di Desa Jum’at dan Desa Penanding. Berdasarkan dakwaan JPU, Satuan Tugas (Satgas) B yang dipimpin Ahadiya Seftiana diduga melakukan penyimpangan serius dalam penghitungan aset warga terdampak.

“Ditemukan adanya 26 jenis tanaman yang secara aturan tidak masuk dalam kategori yang bisa diganti rugi, namun tetap dimasukkan ke dalam daftar pembayaran,” ungkap Kasi Pidsus Kejari Bengkulu Tengah, Rianto Ade Putra SH MH.

Penyimpangan ini diduga dikoordinasikan sedemikian rupa sehingga mengakibatkan pembengkakan biaya ganti rugi yang tidak sah. Akibat praktik lancung ini, negara melalui APBN harus menanggung kerugian mencapai Rp7,2 miliar.

Atas perbuatannya, para terdakwa dijerat dengan pasal berlapis dalam Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi. JPU menerapkan Dakwaan Primair Pasal 3 dan Subsidair Pasal 2 ayat (1) UU Tipikor.

“Kami sudah membacakan dakwaan secara lengkap. Fokusnya adalah penyalahgunaan wewenang dan perbuatan melawan hukum yang memperkaya diri sendiri atau orang lain hingga merugikan keuangan negara,” tambah Rianto.

Sebelumnya, pihak kejaksaan juga telah melakukan langkah tegas dengan menyita sejumlah aset milik terdakwa, termasuk satu unit rumah mewah milik pengacara Hartanto, sebagai upaya pemulihan kerugian negara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Wujud Nyata Kepedulian Pemkot Bengkulu: Salurkan Bantuan untuk Bayi Prematur di Bentiring

25 Sep 2026 - 20:35 WIB

Wujud Nyata Kepedulian Pemkot Bengkulu: Salurkan Bantuan untuk Bayi Prematur di Bentiring

Bangkit dari Puing Musibah: Sinergi Pemprov dan Pemkot Bengkulu Wujudkan Hunian Baru untuk Warga Pengantungan  

25 Sep 2026 - 20:32 WIB

Bangkit dari Puing Musibah: Sinergi Pemprov dan Pemkot Bengkulu Wujudkan Hunian Baru untuk Warga Pengantungan   

Tangis Haru di Tanah Patah: Rumah Hangus Terbakar, Pasutri Ini Akhirnya Terima Kunci Bedah Rumah Baru

25 Sep 2026 - 20:26 WIB

Tangis Haru di Tanah Patah: Rumah Hangus Terbakar, Pasutri Ini Akhirnya Terima Kunci Bedah Rumah Baru

Demo Hari Tani di Kantor Gubernur Bengkulu Ricuh, Aliansi Rakyat Bersatu Sodorkan 8 Tuntutan Krusial

24 Sep 2026 - 22:45 WIB

Demo Hari Tani di Kantor Gubernur Bengkulu Ricuh, Aliansi Rakyat Bersatu Sodorkan 8 Tuntutan Krusial

Pemkot Jangkau Solusi APBD 2026, Penjelasan Tegas Gedung Mess Pemda Terjawab di Bumi Merah Putih

24 Sep 2026 - 17:57 WIB

Pemkot Jangkau Solusi APBD 2026, Penjelasan Tegas Gedung Mess Pemda Terjawab di Bumi Merah Putih
Trending di Headline