FAKTABENGKULU.COM, BENGKULU — Menghadapi potensi bencana alam yang tidak dapat diprediksi, Pemerintah Kota Bengkulu mengambil langkah proaktif untuk memperkuat ketahanan masyarakat. Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi secara resmi membuka kegiatan Pelatihan Pencegahan dan Mitigasi Bencana Kota Bengkulu Tahun 2026 yang dipusatkan di Hotel Nala Sea Side, kawasan Pantai Panjang, Rabu (12/8/2026).
Kegiatan strategis ini diikuti oleh 150 peserta lintas sektor sebagai wujud komitmen nyata pemerintah daerah dalam meningkatkan kapasitas serta kesiapsiagaan menghadapi potensi darurat bencana di wilayah Bumi Merah Putih.
Dalam arahannya, Dedy Wahyudi menegaskan bahwa pemerintah dan seluruh masyarakat tentu tidak pernah mengharapkan terjadinya musibah. Doa agar Kota Bengkulu senantiasa dijauhkan dari segala bala bencana terus dipanjatkan. Kendati demikian, kewaspadaan dan mitigasi yang matang adalah sebuah keniscayaan yang tidak boleh diabaikan.
”Ketika bencana datang, kita harus siap melakukan evakuasi, minimal mengurangi korban akibat bencana,” ujar Dedy di hadapan para peserta pelatihan.
Sebagai langkah antisipasi jangka panjang, orang nomor satu di jajaran Pemkot Bengkulu ini juga menginstruksikan kepada Gugus Tugas Penanggulangan Bencana agar secara rutin merancang dan menggelar simulasi kebencanaan secara berkala. Fokus edukasi ini tidak hanya menyasar orang dewasa, tetapi juga harus menjangkau lingkungan satuan pendidikan atau sekolah-sekolah.
Menurut Dedy, simulasi dan edukasi lapangan memiliki peran krusial agar masyarakat memiliki refleks penyelamatan diri yang baik, terhindar dari kepanikan massal, serta mampu menjalankan proses evakuasi secara tertib dan terarah saat situasi darurat benar-benar terjadi di Bumi Merah Putih.
Pelatihan ini diharapkan mampu melahirkan agen-agen mitigasi yang tanggap dan sigap, sehingga semangat pengurangan risiko bencana di Kota Bengkulu dapat tersampaikan secara masif hingga ke tingkat akar rumput.
(ABD)













